• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Petani Tersenyum, Harga TBS Sawit Meroket 42,47% Sepanjang 2020-2021

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Harga Tandan Buah Sawit Segar (TBS) sawit mengalami peningkatan merata di 22 provinsi sentra kelapa sawit di Indonesia. Berdasarkan rekapitulasi data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), harga TBS sawit naik sekitar 46,47% sepanjang 2020-2021. “Kebijakan pungutan ekspor mendorong kenaikan harga CPO yang berimplikasi meningkatkan harga TBS di tingkat petani,” ujar Rino Afrino, Sekjen DPP APKASINDO, dalam jumpa pers Refleksi Sawit Rakyat 2021, Kamis (30 Desember 2021). Rino mengapresiasi kebijakan pemerintah seperti mandatori biodiesel yang mampu menyerap 9 juta ton CPO di dalam negeri. Kebijakan ini dinilai berhasil karena menjadikan Indonesia tidak lagi bergantung kepada pasar ekspor. “Harga CPO melambung karena serapan domestik sangat besar. Dari catata kami, sekarang ini ekspor CPO tinggal 9 persen dari total ekspor CPO dan turunanya,” urai Rino. Di sisi lain, kenaikan harga TBS ini memang dipengaruhi meroketnya harga CPO dunia. Merujuk data APKASINDO, terjadi kenaikan harga CPO dalam rentang tahun 2020-2021, Dari harga rata-rata Rp. 9.952 pada tahun 2020 Menjadi harga rata-rata Rp. 16.809 pada tahun 2021. “Dari data kami, harga CPO pasar Rotterdam tumbuh 68,90% dari 2020 sampai 2021,” jelasnya. Di berbagai daerah sentra sawit, kata Rino, juga terjadi kenaikan harga TBS yang sebelumnya belum pernah dirasakan petani. Sebagai contoh di Banten, petani memperoleh harga TBS sebesar Rp 2.200 per kilogram. “Petani sawit Banten memperoleh harga TBS sebesar Rp 2200 per kilogram. Ini baru pertama kali terjadi di provinsi tersebut. Sebelumnya, harga TBS di Banten bahkan hanya mencapai Rp 500 per kilogram,” kata Rino.

Artikel Terkait