• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Perkuat Sektor Hulu Tanpa Ekspansi Lahan, Kementan Genjot Hilirisasi Kelapa, Kakao, Hingga Tebu

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan memperkuat fondasi sektor hulu sebagai prasyarat utama mengakselerasi industri hilirisasi perkebunan nasional. Langkah strategis ini mencakup komoditas unggulan seperti kelapa, tebu, kakao, kopi, jambu mete, lada, hingga pala guna memastikan pasokan bahan baku yang konsisten, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggarisbawahi instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menyetop ekspor bahan mentah dan mengalihkan fokus pada penciptaan nilai tambah (added value) di dalam negeri.

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita melakukan akselerasi sektor perkebunan dan melakukan hilirisasi khususnya kelapa, tebu, kakao, kacang mete, dan lainnya. Ini agar added value-nya ada di negara kita. Kita tidak ekspor bahan mentah tetapi kita ekspor bahan jadi,” kata Mentan Amran.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto, menegaskan bahwa peningkatan produksi nasional tidak dilakukan melalui pembukaan lahan baru (extensification), melainkan lewat intensifikasi dan revitalisasi lahan yang sudah ada.

“Produktivitas kita tingkatkan dari lahan yang sudah ada. Tanaman yang sudah tua atau kurang produktif dapat diremajakan, kemudian didukung benih unggul, teknologi, budidaya yang baik, dan pendampingan kepada pekebun,” tegas Heru dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Poin-poin strategis Kementan dalam membangun ekosistem perkebunan berkelanjutan meliputi:

  • Revitalisasi & Benih Bersertifikat: Mendorong peremajaan tanaman tua, penyediaan benih unggul bersertifikat, serta pemanfaatan teknologi budidaya tepat guna untuk mendongkrak hasil panen tanpa merusak lingkungan.

  • Standardisasi & Ketertelusuran (Traceability): Memperkuat ketaatan legalitas, skema sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada kelapa sawit, hingga penerapan konsep agroforestri pada komoditas yang sesuai untuk memenuhi standar pasar global.

  • Penguatan Kapasitas Petani & Kelembagaan: Mengakselerasi pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan penguatan organisasi kelembagaan petani agar siap terintegrasi ke dalam rantai pasok industri hilir.

Melalui penguatan rantai nilai dari hulu ke hilir ini, Kementan optimistis sektor perkebunan tidak hanya menjadi penyumbang devisa negara, tetapi juga mampu meningkatkan skala ekonomi dan kesejahteraan para pekebun di seluruh daerah.

Sumber: pertanian.go.id

Artikel Terkait