• Kamis, 5 November 2026
Berita Terbaru

Perkuat Kepercayaan Pasar Global, DSI Luncurkan Single Export Gate Minyak Sawit Efektif Januari 2027

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Badan investasi pemerintah melalui anak usahanya, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), menegaskan kesiapannya untuk menata ulang lanskap ekspor minyak sawit nasional di kancah global. Langkah strategis ini diwujudkan lewat pembentukan mekanisme Single Export Gate (Gerbang Ekspor Tunggal) guna memperkuat kredibilitas, mempermudah kepatuhan regulasi, dan menegakkan standar industri sawit Indonesia.

Komitmen tersebut dipaparkan oleh Chief Executive Officer (CEO) DSI, Luke Mahony, dalam sesi Special Dialogue pada Konferensi Meja Bundar Tahunan RSPO (RT2026) di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Luke Mahony menekankan bahwa model perantara yang diusung DSI dirancang untuk saling melengkapi dengan kriteria keberlanjutan global, sekaligus menjamin kelancaran arus barang tanpa menghambat transaksi dagang yang sudah berjalan.

"Kami hadir untuk menegakkan standar industri, mempermudah kepatuhan regulasi, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap minyak sawit Indonesia. Mandat DSI sangat tegas, yakni memfasilitasi ekspor minyak sawit Indonesia, bukan menghambat," ujar Luke Mahony.

Poin-poin utama peluncuran model perantara 2027, transparansi data ekosistem, serta integrasi rekam jejak keberlanjutan RSPO meliputi:

Peluncuran Model Perantara Ekspor pada Januari 2027:

  • Di bawah model perantara DSI yang resmi berlaku pada Januari 2027, hubungan bisnis langsung antara penjual (exporter) dan pembeli (buyer) tetap terjaga sepenuhnya.

  • DSI bertindak melindungi kontinuitas pengiriman, memastikan kepatuhan hukum, dan mengamankan integritas rantai ketertelusuran (traceability) komoditas strategis dari hulu ke hilir.

Transparansi Data dan Integrasi Ekosistem Pasar:

  • DSI bertugas mengawasi dan mengelola tata kelola ekspor dengan memadukan data internal ekosistem (produksi, pasokan, dan harga) dengan standar pasar internasional.

  • Integrasi data ini memberikan kepastian kredibilitas pasar bagi pembeli global yang menuntut kepatuhan terhadap regulasi bebas deforestasi dan transparansi pasokan.

Sinergi dengan Rekam Jejak Keberlanjutan RSPO:

  • Dalam ajang RT2026, RSPO turut menyampaikan data pemantauan satelit Nusantara Atlas dan TreeMap (Januari–September 2026). Data mengonfirmasi bahwa dari 1,9 juta hektare area terbakar di Indonesia, hanya 0,8 persen (14.500 hektare) yang berada di konsesi bersertifikat RSPO.

  • Selain itu, analisis RSPO mencatat nol kasus kebakaran pada area perkebunan petani swadaya bersertifikat RSPO. Integrasi transparansi ekspor DSI dan rekam jejak sertifikasi RSPO ini menjadi modal kuat dalam membendung tuduhan negatif terhadap industri sawit nasional.

Melalui sinergi Single Export Gate DSI dan sertifikasi keberlanjutan RSPO, pemerintah Indonesia optimistis dapat meningkatkan daya saing, transparansi, serta posisi tawar minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya di pasar Internasional.

Sumber: antaranews.com

Artikel Terkait