PT Citra Nusa InsanCemerlang (CNI), perusahaan yang dikenal sebagai pionir Multi Level Marketing (MLM) di Indonesia, kini mengubah strategi pemasaran dengan konsep baru Mixed Marketing Concept (MMC). Langkah ini diambil agar perusahaan dapat lebih fleksibel menjangkau pasar pertanian, khususnya di sektor kelapa sawit.
Dalam ajang Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025, CNI hadir dengan membawa produk unggulan Pupuk Plant Catalis 2006, sebuah inovasi pupuk yang telah diformulasi, diproduksi dan dipasarkan sejak 25 tahun yang lalu, dan terbukti mampu memperbaiki pH tanah, meningkatkan penyerapan unsur hara, serta memaksimalkan produktivitas tanaman.
“Dua tahun terakhir kami meninggalkan sistem MLM, bukan karena MLM itu buruk, tapi karena aturan yang membatasi promosi di media sosial dan penjualan online. Dengan MMC, kami bisa menggarap pasar lebih luas, langsung ke pasar, petani dan konsumen bisa membeli tanpa harus menjadi member karena memang tidak ada lagi membership,” ujar Ir. H. Imam Supriyadi, M.M, CNI Free Market Manager, saat ditemui di arena pameran di Riau, Sabtu (9 Agustus 2025).
Fokus pada Masalah Asam Tanah
Menurut Imam, akar persoalan produktivitas pertanian di Indonesia adalah asam tanah. Tanah yang terlalu asam menghambat penyerapan unsur hara, menyebabkan tanaman tidak sehat dan produktif, sama halnya seperti manusia dengan asam lambung tinggi yang mengganggu fungsi pencernaan, tidak bisa menyerap unsur gizi, sehingga manusianya tidak sehat. Sejak dulu hingga saat ini sangat sering kita dengar petani atau praktisi pertanian termasuk pengusaha sawit mengeluhkan masalah kondisi tanahnya yang asam.
“Biasanya petani menggunakan kapur alam untuk menetralkan asam tanah, tapi prosesnya lambat dan membutuhkan jumlah besar. Formula kami bekerja lebih cepat dengan dosis lebih sedikit, namun hasilnya efektif,” jelasnya.
Pupuk Plant Catalis 2006 juga mengatasi kekurangan unsur mikro yang sering di abaikan petani. “Rata-rata petani hanya fokus memberi pupuk dasar atau kimia, yang sering dikenal dengan N – P - K, padahal kalau pH tanahnya tidak diperbaiki, NPK atau unsur hara apapun dan sebanyak apapun tidak akan terserap dengan optimal”,tambah Imam.
Produk ini diaplikasikan setiap empat bulan sekali, cukup 50 gram per pohon pada lima titik di sekitar perakaran dengan jarak 1,5 meter, sesuai jarak ujung daun, biasanya sesuai posisi ujung akar tanaman. Menurut analisis CNI, pemaikaian Plant Catalyst 2006 dapat mengurangi biaya dengan mengurangi pupuk dasar hingga 30% dan kapur alam lebih dari 50%.
“Hasilnya terlihat dalam dua minggu: tunas lebih sehat, daun lebih hijau, pelepah daun lebih rebah pertanda klorofil meningkat, ketiak daun terbuka sehingga bunga dan tandan sawit bisa berkembang lebih besar dan lebih berat, bahkan bisa mencapai 40–60 kg per tandan”, terang Imam.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 166)














