Jakarta, SAWIT INDONESIA – Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T. baru saja diumumkan menjadi Wasekjen CPOPC untuk periode 2025-2028. Hal ini disampaikan dalam Jumpa Pers Transisi Kepemimpinan pekan lalu di Jakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh CPOPC bersama Dewan Direksi periode 2022–2025 yang terdiri dari Sekretaris Jenderal Dr. Rizal Affandi Lukman, Wakil Sekretaris Jenderal Datuk Nageeb Wahab, Direktur Keberlanjutan dan Petani Kecil Dr. Witjaksana Darmosarkoro, serta Direktur Kebijakan dan Strategi Dr. Puah Chiew Wei, yang selama masa jabatannya berhasil memperluas pengaruh global dan relevansi kebijakan CPOPC secara signifikan.
Dr. Musdhalifah Machmud masuk dalam jajaran 110 Tokoh Sawit Teratas di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia pada 2021. Selain itu, Doktor lulusan IPB ini juga meraih Lifetime Achievement Majalah Sawit Indonesia pada 2024
Sebelumnya, Dr. Musdhalifah memegang berbagai jabatan tinggi di pemerintahan Indonesia, termasuk Deputi Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Agribisnis di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2015–2023), Penasihat Senior untuk Konektivitas, Sektor Jasa, dan Sumber Daya Alam (2023–2024), serta Pelaksana Tugas Deputi untuk Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM (2024). Ia juga saat ini merupakan anggota Tim Ahli untuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Deputi 2 – Kemenko Perekonomian, dari 2016 hingga 2023, Dr. Machmud juga dipercaya sebagai Anggota Dewan Pengawas Badan Urusan Logistik (BULOG). Dalam peran ini, ia aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung dan mempromosikan ketahanan pangan nasional.
Ia meraih gelar Sarjana Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Diploma di bidang Pemantauan Lingkungan dari International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Belanda, gelar Magister Studi Pembangunan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan gelar Doktor Manajemen Bisnis dari IPB University.
Dr. Musdhalifah telah memberikan kontribusi signifikan dalam pembuatan kebijakan di tingkat nasional dan internasional, termasuk sebagai Co-Chair dalam Dialog Forest, Agriculture, and Commodity Trade (FACT). Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Sekretariat Komite Pengarah untuk Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan telah menulis banyak publikasi tentang keberlanjutan, pertanian, dan energi terbarukan.














