Pameran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2025 menjadi jembatan bagi produsen benih dan pembeli untuk saling bertemu. Di tahun ini, ada 9 produsen benih sawit yang menampilkan produk terbaik dan berkualitas.
Pameran Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 menggandeng 9 produsen benih sawit untuk mencegah peredaran benih illegal di kalangan petani. Pengunjung dapat memilih benih sawit secara langsung dan mengajukan pemesanan di tempat .
Direktur Marketing Majalah SAWIT INDONESIA, Yasin Permana mengatakan kehadiran produsen benih sawit akan mempermudah customer mendapatkan akses benih secara langsung. Apa lagi, pemerintah mendorong penggunaan benih unggul dan bersertifikat sebagai upaya meningkatkan produktivitas sawit nasional.
“Memang 9 produsen benih sawit semakin menyemarakkan pameran SIEXPO 2025. Bahkan, pengunjung yang datang dapat menerima diskon khusus selama pameran berlangsung dari 7 sampai 9 Agustus 2025,” ujar Yasin.
Total penjualan benih sawit di SIEXPO 2025 mencapai 1 juta butir yang menjangkau perusahaan dan petani. Berikut ini ulasan dari masing-masing produsen benih sawit:
PT Dami Mas Sejahtera
Sales & Marketing Manager PT Dami Mas Sejahtera, Saistyo Agi Hendiwiyarto menjelaskan bahwa total penjualan benih sawit Dami Mas mencapai 225.000 kecambah. Terdiri dari Petani Promo Merdeka sebesar 25.000 (target awal hanya 17.845 butir, namun akhirnya ada penyesuaian hingga 25rb), disalurkan dalam 1 bulan (di mingguini). Lalu sisanya untuk Korporat, Penangkar dan Petani (jalur biasa) dengan total 200 ribu kecambah.
Produk utama yang dihadirkan PT Dami Mas Sejahtera adalah benih unggul DxP Dami Mas, hasil persilangan Deli Dura dan Pisifera BM119 Avros. Varietas ini dikenal karena potensi hasil TBS yang tinggi (30–35 MT/ha/tahun) serta rendemen minyak di atas 25%, menjadikannya pilihan unggulan bagi pekebun skala kecil maupun korporasi. Keunggulan lainnya adalah waktu panen perdana yang cepat, yakni pada usia 24 bulan, serta daya adaptasi terhadap berbagai kondisi agro ekosistem di Indonesia.
Selain itu, PT Dami Mas Sejahtera juga memperkenalkan DxP Dami Mas Intermediate Ganoderma Resistance (IGR)—varietas benih yang dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit busuk pangkal batang akibat Ganoderma boninense, yang menjadi tantangan utama di lahan replanting, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.
Tidak hanya benih, PT Dami Mas Sejahtera turut menghadirkan produk pendukung seperti Feromon Rhinomas, atraktan efektif untuk pengendalian kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros), serta Pupuk Mycormas, pupuk hayati berbasis mikoriza arbuskular yang terbukti meningkatkan serapan hara dan pertumbuhan tanaman sawit.
PT Socfin Indonesia
PT Socfin Indonesia (Socfindo) kembali mengulang kesuksesan dalam penjualan benih sawitnya di SIEXPO 2025. Seed Sales and Marketing Socfindo, Agustiaman Purba menyebutkan bahwa potensi penjualan benih sawit di SIEXPO mencapai 200 ribu butir yang mencakup semua kalangan baik perusahaan dan petani sawit.
PT Socfindo juga memperkenalkan varietas SM yang menjadi salah satu produk unggulan yang dipamerkan pada 3rd SIEXPO 2025. “Selain SM, kami juga menampilkan varietas lain seperti Lame, Yangambi, dan MTG yang terkenal memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap serangan Ganoderma,” ungkapnya.
Tak hanya benih, Socfindo turut mempromosikan layanan laboratorium analitik yang mencakup analisis unsur hara tanah, daun, pupuk, hingga kualitas air dan limbah. Layanan purna jual dengan kunjungan lapangan, pembinaan agronomis, serta diskusi virtual untuk membantu pelanggan menangani tantangan teknis di kebun.
PPKS
Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) memanfaatkan ajang Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 yang berlangsung di Riau pada 7–9 Agustus, sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan inovasi benih unggul dan memperkuat peran korporasi dalam pengembangan sawit nasional.
“PPKS menyambut SIEXPO 2025 dengan antusias. Ini adalah peluang strategis bagi kami untuk menunjukkan inovasi benih unggul sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap keberlanjutan dan kemajuan industri sawit Indonesia,” ujar Fahri Putra Hafira, S.Agr., M.P., Supervisor Pameran PPKS pada Agustus 2025.
Antusiasme pengunjung booth PPKS terlihat sangat tinggi. Sejak hari pertama, pengunjung silih berganti berdatangan, tak hanya melihat-lihat, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan teknis mengenai keunggulan varietas benih dan teknologi yang digunakan. Banyak di antara mereka yang menunjukkan minat serius untuk memperoleh produk benih unggul PPKS.
Hasilnya pun menggembirakan. Selama tiga hari pameran, PPKS berhasi lmenjual lebih dari 200.000 butir kecambah sawit kepada pengunjung dan pelaku usaha perkebunan. Varietas yang paling menyita perhatian adalah turunan SP540, yang dikenal memiliki kemampuan beradaptasi luas di berbagai tipe lahan, sehingga menjadi pilihan tepat untuk berbagai kondisi perkebunan di Indonesia.
Melihat sukses penyelenggaraan tahun ini, Fahri menyampaikan masukan agar SIEXPO tahun depan semakin berkembang. “Kami menyarankan agar SIEXPO terus memperluas jangkauan peserta dan variasi program. Dengan begitu, pameran ini akan menjadi ajang yang lebih inklusif, informatif, dan bermanfaat bagi seluruh pelaku industri sawit, mulai dari petani hingga investor besar,” ungkapnya.
Dengan catatan penjualan yang impresif dan sambutan positif dari para pengunjung, kehadiran PPKS di SIEXPO 2025 menegaskan posisi mereka sebagai pionir inovasi benih unggul yang siap mendorong produktivitas dan keberlanjutan sektor kelapa sawit nasional.
PT Aneka Sawit Lestari
PT Aneka Sawit Lestari, anak usaha Minamas Plantation, mencatat penjualan benih sawit DxP iCalix sebanyak 300.000 butir yang dipesan oleh pengunjung dalam Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 di Ska Co-Ex, Pekanbaru, Riau, pada 7-9 Agustus 2025. Event Pameran dan Seminar tahunan ini diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia.
Julianus Pranatar Simanjuntak selaku Senior Assisten Plant Breeding mengatakan benih kelapa sawit yakni DxP iCalix memang sudah dikenal dikalangan petani dan perusahaan kelapa sawit. Benih ini kata Julianus memiliki keunggulan tidak mudah terserang penyakit bahkan hama.
Adapun empat keunggulan benih iCalix yang menjadi kompetitif dengan benih lain. Pertama, potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 35 ton/ha/tahun. Kedua, pertumbuhan seragam dengan masa panen lebih awal (precocious). Ketiga, mesokarp yang tebal dan kandungan minyak yang tinggi dengan OER 27 – 28 % dan terakhir, profil genetik unggul yang memastikan hasil panen konsisten dan berkualitas tinggi.
“Benih ini saat ini cukup mendapat perhatian dari petani sawit. Dari hadir 6 tahun lalu, 5 tahun belakangan ini penjualan sudah mencapai 4 juta benih setiap tahunnya,” tuturnya.
Meski memiliki keunggulan, benih ini ditawarkan denga harga yang cukup terjangkau. Yakni hanya Rp8.500/butir untuk petani dan Rp10.000/butir untuk perusahaan. “Untuk antrian 3-4 bukan saat ini. Untuk pusat kantor kita ada di Maredan Kabupaten Siak,” jelasnya.
Benih DxP iCalix dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan produktivitas nasional tanpa memperluas lahan. Benih sawit iCalix adalah komitmen kami untuk mendukung transformasi industri sawit Indonesia kearah yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
PT Tunggal Yunus Estaste
PT Tunggal Yunus Estaste, produsen benih sawit yang merupakan salah satu unit bisnis Asian Agri, hadir di pameran SIEXPO 2025 di Ska Co-Ex Pekanbaru, 7-9 Agustus 2025.
Selama tiga hari pameran berlangsung, petani kelapa sawit menunjukkan antusiasme tinggi dalam membeli benih sawit, khususnya varietas Topaz 1.
Marketing Manager Topaz Asian Agri, Husen, menjelaskan bahwa terdapat beberapa varian benih sawit yang dipamerkan, yaitu DxP Topaz 1 (Nigeria), Topaz 2 (Ghana), Topaz 3 (Ekona), serta Topaz GT, varietas dengan toleransi moderat terhadap penyakit Ganoderma—salah satu momok utama dalam budidaya kelapa sawit.
Dengan menghadirkan benih berkualitas serta dukungan teknis berkelanjutan, PT Tunggal Yunus Estate menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis bagi petani dan pelaku industri kelapa sawit di Indonesia.
“Benih yang kami hadirkan ini merupakan benih terbaik dari yang terbaik, dengan produktivitas rata-rata mencapai 38 ton/ hektar / tahun pada tahun ke-3 hingga tahun ke-6,” ujar Husen. Pernyataan tersebut menggambarkan tingginya produktivitas DxP Topaz 1 yang mampu memberikan keuntungan lebih besar bagi para pekebun yang menanamnya. Untuk harga, benih DxP Topaz 1 ditawarkan sebesar Rp9.500 per butir, sedangkan DxP Topaz GT diharga Rp19.000 per butir.
Husen menambahkan, “Mayoritas pembelian pengunjung memang untuk DxP Topaz 1. Bahkan, kami menerima pesanan dari petani asal Kalimantan dan Bangka. Ada juga petani yang membeli sebanyak 20 ribu butir dalam satu kali pembelian.”
PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia
Di Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025, PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia mencatat 100.000 benih kelapa sawit yang ditawarkannya ludes terjual. Ini merupakan penjualan total dari dua varietas yang ditawarkan.
Seed Sales and Marketing Head, PT ASD Bakrie – OPSI, Budi Setiawan Nasution menjelaskan dalam pameran yang berlangsung di SKA Co-Ex Pekanbaru menghadirkan dua varietas andalan yaitu varietas reguler yang terdiri dari DXP Themba dan DXP Spring. Lalu varietas MR Gano, yakni benih yang tahan terhadap Ganoderma.
“Untuk penjualan selama pameran kita mencatat 80 ribu sampai 100 ribu butir. Untuk harga yang kita tawarkan mulai dari Rp9.000 - Rp16.000/butir,” jelasnya.
Dikatakan Budi, kebanyakan konsumennya kali iniadalah para petani mandiri. Dimana selama pameran pihaknya berikan potongan harga hingga 10 persen khusus untuk petani.
“Sebetulnya pangsa pasar kita ada tiga, yakni petani mandiri, kelompok tani dan korporasi. Tapi pameran kali ini lebih banyak petani mandiri,” bebernya.
Untuk pemesanan kata Budi, antrian biasanya 3-4 bulan dengan minimal pembelian 200 butir. Terlebih saat ini permintaan benih sangat tinggi seiring dengan program peremajaan yang masih berlangsung.
“Kita sangat terbantu dengan adanya expo ini. Kita bisa perkenalkan kembali benih benih andalan kita. Kita juga bisa langsung berinteraksi dengan petani, memberikan solusi sesuai dengan lahan kebun milik petani,” katanya.
“Kuta berharap, tahun mendatang pengunjung lebih membludak lagi, khususnya dari para perusahaan. Sehingga penjualan semakin bagus pula,” sambungnya.
Benih KSO Adolina
Kerja Sama Operasi (KSO) Adolina yang merupakan sinergi antara PTPN 4 dan PPKS hadir menyemarakkan gelaran Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 di SKA Co Ex Pekabaru. Ribuan benih kelapa sawit yang ditawarkan KSO Adolina pada pameran itu diborong petani sawit.
Dinda Tim Administrasi KSO Adolina menjelaskan pada pameran yang berlangsung selama tiga hari itu, pihaknya tawarkan empat varietas benih kelapa sawit. Mulai dari DXP Simalungun, DXP Avros, DXP Yangambi dan DXP PPKS 540.
“Yang paling dimintai petani adalah tipe DXP Simalungun dan DXP PPKS 540. Namun untuk jumlah pasti kita belum rekap. Yang pasti ada ribuan benih yang sudah terjual,” kata Dinda.
Ribuan benih tadi lanjutnya, akan terus bertambah usia pameran ini selesai. Biasanya proses permintaan konsumen meningkat setelah pameran selesai.
Untuk harga yang ditawarkan penangkar yang berdiri di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai ini mulai dari Rp7.200-Rp.8.000/butir.
“Untuk harga sama, hanya jika petani mandiri kita tawarkan lebih murah yakni Rp7.200/ butir. Untuk perusahaan Rp8.000/butir. Kemudian untuk antrian biasanya 4-5 bulan,” tuturnya.
Menurut Dinda, gelaran expo yang ditaja Sawit Indonesia ini sangat membantu pihaknya menjajakan produknya. Selain itu juga membantu pihaknya menginformasikan kepada petani bahwa ada kerjasama antara PTPN4 dan PPKS.
“Kita sangat terbantu, yang biasanya kita menjual produk secara online, dengan kegiatan ini kita bisa langsung berinteraksi dengan petani maupun perusahaan kelapa sawit. Kita berharap kegiatan ini semakin ramai tahun depan,” tandasnya.
PT Tania Selatan
Partisipasi PT Tania Selatan dalam ajang Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 pada 7-9 Agustus mencuri perhatian para pelaku usaha dan petani kelapa sawit dari berbagai daerah. Pameran yang digelar di Riau ini menjadi momentum penting bagi perusahaan benih asal Sumatera Selatan tersebut untuk memperkenalkan varietas unggul kelapa sawit yang mereka produksi.
Menurut Yasir Afran, Seed Marketing PT Tania Selatan, SIEXPO bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga wadah strategis untuk mempertemukan perusahaan dengan petani dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Kegiatan pameran ini sangat baik sekali karena bisa menjalin silaturahmi, membuka koneksi, sekaligus memperkenalkan benih unggul kelapa sawit kami kepada semua tamu yang hadir,” ungkap Yasir, Senin (18 Agustus 2025).
Selama pameran berlangsung, booth Tania Selatan selalu dipadati pengunjung. Baik dari perusahaan perkebunan besar maupun petani mandiri, mereka menunjukkan minat tinggi untuk mengenal lebih jauh keunggulan varietas TS. Bahkan, sejumlah pengunjung yang telah menggunakan benih dari PT Tania Selatan turut berbagi pengalaman positif.
“Mereka menyampaikan kepuasan setelah memakai varietas TS, baik dari segi pertumbuhan tanaman di kebun yang sangat baik, maupun dari layanan perusahaan, mulai dari kualitas benih, kecepatan pengiriman, pelayanan purna jual, hingga kemudahan komunikasi,” jelas Yasir.
Selama tiga hari pameran, PT Tania Selatan menerima banyak permintaan benih dan bibit siap tanam. Permintaan datang dari berbagai wilayah, termasuk Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga sejumlah provinsi lain. Tidak hanya perusahaan besar, petani mandiri dan penangkar resmi juga menunjukkan minat serius untuk membeli kecambah varietas TS.
Tiga varietas yang ditawarkan Tania Selatan – DxP TS1 (Avros), DxP TS2 (Ekona), dan DxP TS3 (Ghana) – menjadi daya tarik utama pengunjung. Ketiga varietas ini dikenal memiliki keunggulan kompetitif, terutama toleran terhadap kekeringan dan kemampuan beradaptasi dengan lahan marginal.
PT Bina Sawit Makmur
PT Binasawit Makmur yang merupakan anak perusahaan Sampoerna Agro mencatat sebanyak 20.000 benih sawit terjual di Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 di Pekanbaru. Mayoritas benih yang diminati pengunjung adalah DXP Sriwijaya 5.
Admint Marketing Sumbagut PT Binasawit Makmur, Naya menjelaskan penjualan benih tersebut total terjadi selama tiga hari gelaran SIEXPO 2025 tersebut. Dimana selain perusahaan, tidak sedikit petani yang melakukan pembelian.
"Antusiasnya lumayan tinggi pada pameran ini. Pasalnya kita hadirkan promo khusus selama pameran berlangsung," ujarnya
Program khusus tersebut yakni, bagi petani atau perusahaan yang melakukan pembelian selama pameran maka tidak perlu antri 1-2 bulan untuk menikmati benihnya. Konsumen hanya perlu menunggu 1-2 Minggu saja. "Untuk pembelian di pameran kita prioritaskan," imbuh Naya. Selain benih, petani yang berkunjung juga dapat berkonsultasi langsung untuk memilih benih yang cocok dengan kondisi tanah kebun petani. Sebab benih yang ditawarkan PT Binasawit Makmur bervariasi. Mulai dari yang cocok untuk lahan gambut, tanah mineral sampai tahan terhadap hama seperti Ganoderma." Untuk harga kita tawarkan sebesar Rp 9.500- Rp11.500/butir," tandasnya.














