Dikenal sebagai pendiri Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, S.Pd, M.B.A sukses mengembangkan industri kreatif dengan menghasilkan batik yang menggunakan malam (lilin) dari produk turunan sawit.
Berkat kreativitasnya, Pria asal Yogyakarta ini menerima penghargaan di 4th Sawit Indonesia Award 2025. Ajang apresiasi yang diperuntukkan kepada pelaku usaha di sektor industri sawit, yang diiniasi oleh Majalah Sawit Indonesia.
Pada gelaran 4th Sawit Indonesia award 2025 (SI Award), ada 45 penghargaan yang diserahkan kepada tokoh, lembaga, perusahaan sawit dan supporting-nya hingga lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan. Salah satunya diberikan kepada Miftahudin Nur Ihsan (Pendiri Smart Batik) untuk kategori Tokoh Muda Inovator UKM Sawit.
Miftahudin Nur Ihsan menyampaikan bahwa penghargaan (SI Award) yang diterima memberikan semangat baru baginya dan dan timnya (70 orang yang terdiri dari ibu-Ibu pembatik di Smart Batik).
“Apresiasi ini mendorong kami untuk terus berinovasi memanfaatkan produk-produk turunan sawit. Meskipun kami berasal dari Yogyakarta yang tidak memiliki perkebunan sawit, kami akan tetap terus berusaha menghasilkan produk-produk berkualitas berbasis sawit,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, hasil inovasinya (Batik Sawit) dari Smart Batik sudah banyak dipamerkan dan dikenakan oleh berbagai kalangan.
Bahkan, aktor ternama (Dony Damara) pada perhelatan Indonesian Movie Award yang disiarkan langsung di televisi swasta ternama di Indonesia. Selain itu, batik sawit juga dikenakan oleh komedian Indonesia pada gelaran Anugerah Komedi Indonesia (ANUKOM) 2025.
Prestasi lainnya adalah produk Batik Sawit juga sudah dikenalkan dan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada kegiatan APKASI Otonomi Expo 2025 di ICE BSD di Serpong.
Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025 dan Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri menyampaikan sepak terjang dan inovasi yang dilakukan founder Smart Batik (Ihsan) di industri kreatif patut mendapat apresiasi.
“Pasalnya, (Ihsan) mampu melihat peluang usaha dengan memanfaatkan produk turunan sawit (lilin sawit) dan mengembangkannnya bersama para pembatik di Yogyakarta. Membuat kain batik dari bahan turunan (lilin sawit) dengan berbagai motif,” ujarnya, usai menyerahkan penghargaan SI Award 2025, pada Selasa (16 Desember 2025) di Jakarta.
Apa yang dilakukan Ihsan dapat mendorong dan memotivasi anak-anak muda untuk berinovasi membuat kain (motif batik) berbahan (lilin sawit). Tidak sedikit daerah-daerah di Indonesia penghasil batik, sehingga penggunaan lilin sawit masih banyak dibutuhkan di industri kreatif (pembatik). Yogyakarta hanya satu contoh daerah yang memiliki kain batik.
“Sekali lagi, kami tegaskan penyerahan penghargaan kepada founder Smart Batik (Ihsan) sebagai apresiasi atas inovasinya, yang memanfaatkan lilin sawit untuk membuat kain batik sebagai mempertahakan nilai luhur dari warisan budaya Nusantara. Sekaligus mendorong industri sawit dari sisi hilir yang mampu meningkatkan nilai tambah,” pungkas Qayuum.














