Berita Terbaru
Pendapatan Dharma Satya Nusantara Ditopang 80% dari Sawit
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (“Perseroan”, “DSNG”) pada hari ini menyelenggarakan Public Expose sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Public Expose Live 2022 yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia. Hadir di Public Expose tersebut dua Direktur DSNG, Jenti Widjaja dan Albertus Hendrawan.
Dalam pemaparannya, DSNG menjelaskan perkembangan usaha sampai dengan semester I tahun 2022,
baik kinerja operasional maupun finansial serta pencapaian Environment Social and Govenance (ESG).
Manajemen DSNG juga menjelaskan proyeksi usaha sampai dengan akhir tahun 2022.
Direksi DSNG menjelaskan pada semester kedua 2022 produktivitas kebun DSNG mulai menunjukkan pola
peningkatan dibandingkan tahun lalu, setelah dalam 24 bulan sebelumnya masih terdampak oleh El-Nino
yang menyebabkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) Perseroan, khususnya di area Kalimantan Timur,
mengalami penurunan dibandingkan periode tahun sebelumnya.
“Pada semester II tahun 2022, produksi TBS DSNG mulai meningkat, di mana proporsi produksi TBS di
semester II 2022 diperkirakan akan mencapai 60% dari total produksi TBS tahun 2022, karena kami telah
melewati efek lanjutan El-Nino. Hal ini tentunya berdampak terhadap kenaikan produksi CPO sampai akhir
tahun 2022,” kata Direktur DSNG, Albertus Hendrawan, dalam Public Expose tersebut.
DSNG memperkirakan produksi TBS sampai akhir tahun 2022 diperkirakan naik lebih dari 10% year on
year dibandingkan 2021.
Sepanjang semester pertama tahun 2022, DSNG membukukan pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun, naik
sebesar 14,9% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,3 triliun. Penjualan segmen kelapa
sawit berkontribusi 80% dari total pendapatan semester I 2022.
Segmen kayu juga menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan pendapatan sebesar 33%
menjadi Rp 782 miliar, ditopang oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata yang lebih tinggi
dibandingkan tahun lalu.
Profitabilitas Perseroan juga meningkat secara substansial dengan laba tercatat sebesar Rp 467 miliar,
naik 119% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan marjin laba 12%, hampir dua kali lipat
marjin tahun sebelumnya.
Sampai dengan akhir semester 1 tahun 2022, DSNG mengelola 112.800 hektar total area tertanam untuk
inti dan plasma, dengan rata-rata usia tanaman sekitar 13 tahun.
Sebagai bagian dari langkah berkelanjutan DSNG terus menerapkan berbagai praktek keberlanjutan
seperti penurunan emisi, pengurangan pemakaian sumber daya fosil maupun pemanfaatan limbah
sebagai sumber energi terbarukan. Semua upaya ini tidak semata bertujuan pada lingkungan, namun
tentunya juga berdampak positif terhadap kinerja usaha, dalam bentuk penurunan biaya operasional,
penambahan pendapatan, serta mempertahankan loyalitas karyawan dan pelanggan.
Sejak tahun 2021, DSNG menjadi pioneer dalam memanfaatkan limbah cair POME hasil pengolahan sawit
menjadi energi listrik dan Bio-CNG yang menghasilkan 1.2 MW listrik dan 280 m3/jam gas Bio-CNG.
Outputnya dapat menggantikan konsumsi hingga 1,87 juta liter solar setiap tahunnya, sehingga
menurunkan biaya produksi. Saat ini DSNG sedang membangun Bio-CNG plant yang kedua, yang
diharapkan commissioning pada akhir tahun ini.
DSNG juga telah memanfaatkan limbah padat cangkang kelapa sawit dan menjualnya sebagai biomassa
untuk produsen listrik independen di Jepang selama 15 tahun, dengan pengapalan ekspor perdana
sebanyak 10.500 ton di bulan Juni 2022. Limbah dari produk yang tersertifikasi RSPO dan ISPO ini diutilisasi
sehingga Perseroan dapat menjualnya sebagai biomassa yang tersertifikasi.
Mekanisasi dan penerapan teknologi menjadi perhatian DSNG dalam mengembangkan manajemen kebun
DSNG. Hal ini didasari akan pentingnya peranan teknologi industri kelapa sawit di masa depan, sehingga
sejumlah inisiasi pemanfaatan teknologi terus dilakukan di bidang pemeliharaan, pemupukan dan
mempercepat proses panen dengan hasil yang baik.
Pada tanggal 31 Agustus 2022, DSNG menerima penghargaan sebagai salah satu Saham Terbaik 2022
untuk kategori perusahaan dengan kapitalisasi menengah di sektor barang konsumen primer yang digelar
oleh majalah Investor.
Penghargaan ini diterima oleh 73 emiten saham dari 11 sektor saham di Bursa Efek Indonesia, yang dinilai
berhasil mencetak kinerja finansial positif di tengah tantangan akibat pandemi covid 19 dan kekhawatiran
berlanjutnya perlambatan ekonomi. Penghargaan ini menjadi pendorong perseroan untuk bekerja
dengan lebih maksimal untuk memberikan yang terbaik kepada para pelanggan.














