Palangka Raya, SAWIT INDONESIA - Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi kegiatan pelatihan petani sawit yang diikuti 255 peserta dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kotawaringin Barat (Kobar). Yang diadakan selama lima hari (30 Juli – 3 Agustus 2023), di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Staff Ahli Gubernur Kalimantan Tengah, bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Suhaemi mengutarakan pihaknya atas nama pemerintah provinsi Kalimantan Tengah, menyambut baik kegiatan pelatihan petani sawit.
“Dan, kami sampaikan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan (petani sawit), mengingat program pengembangan sumberdaya manusia perkebunan kelapa sawitsangat membantu untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian petani sawit di Kalimantan Tengah. Khususnya di KabupatenKotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat yang notabenenya sebagai sentral sawit,” ujarnya, saat sambutan mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.
Dijelaskan Suhaemi, seiring berkembangnya industri kelapa sawit, sumberdaya manusianya perlu terus meningkat dan tidak tertinggal sehingga dapat memberikan dampak (positif) industri kelapa sawit khususnya di Kalimantan Tengah. “Peran penting sumberdaya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit menjadi inti dalam menghasilkan produk berdaya saing. Semakin berkembangnya teknologi harus diimbangi dengan kualitas sumberdaya manusia, sehingga dapat menghasilkan nilai tambah dalam peningkatan produksi kelapa sawit,” jelasnya.
Diketahui, peningkatan sumberdaya manusia perkebunan kelapa sawit (SDM PKS) sangat penting, mengingat cost produksi di sektor sawit hampir setiap tahunnya meningkat. Sebagai contoh, harga pupuk semakin tinggi, sementara harga TBS peningkatannya hanya sedikit. Tentunya ini menjadi tantangan bagi petani sawit dan bagaimana petani sawit dapat mengelola lahan dengan baik, termasuk dalam pemilihan bibit sawit ketika akanmeremajakan kebunnya.
“Diakui atau tidak, di Kalimantan Tengah masih banyak beredar bibit sawit palsu, sudah ditanam dan tumbuh hingga sekian tahun saat berbuah produksinya rendah. Berbeda dengan bibit sawit bersertifikat, produksinya bisa lebih tinggi. Sehingga jangan sampai petani sawit menyesal karena penggunakan bibit sawit palsu, karena berdampak pada kerugian ekonomi,” kata Suhaemi mengingatkan.
Untuk itu, lanjut Suhaemi, pihaknya menyampaikan pesan agar peserta pada kesempatan kegiatan pelatihan, ikuti kegiatan (pelatihan) dengan baik, karena semua materi yang disampaikaninstruktur sangat bermanfaat sebagai bekal pengelolaan kebun sawit.
“Ikuti kegiatan (pelatihan) dengan baik, karena semua materi yang disampaikaninstruktur sangat bermanfaat sebagai bekal pengelolaan kebun sawit. Terutama materi pemetaan, mengingat semuaprogram pemerintah terkait perkebunan kelapa sawit, wajib memiliki peta lahan. Ini akan mempermudah mendapatkanprogram pemerintah, baik program dengan anggaran pemerintah daerah maupun pusat,” tambahnya.
Pelatihan petani sawit merupakan upaya memperbaiki kualitas dan memperkuat sumberdaya manusia perkebunan kelapa sawit dengan materi antara lain teknis budidayakelapa sawit, pengelolaan sarana prasarana, panen dan pasca panen, pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, dan teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit.
Sebagai informasi,kegiatan pelatihan petani sawit bagian dari program pengembangan SDM PKS yang mendapat dukungan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan bekerjasama dengan Ditjen Perkebunan dan AKPY-Stiper.














