• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Pemkab Kotawaringin Barat: Workshop UKMK Sawit, Upaya Mendorong Masyarakat Mandiri Pangan dan Energi

Pangkalan Bun, SAWIT INDONESIA - Pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mengapresiasi kegiatan workshop Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) berbasis sawit, yang mendorong masyarakat menciptakan dan mengembangkan produk turunan berbasis sawit.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dispendagkop UKM) – Kabupaten Kotawaringin Barat, Alfan Khusnaini, saat menyampaikan sambutan di acara Workshop UKMK Sawit: Praktik Kewirausahaan Sawit Berbasis UKMK dalam Mendukung Kemandirian Pangan dan Energi di Provinsi Kalimantan Tengah, pada Senin (25 Agustus 2025), di salah satu hotel ternama di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Dikatakan Alfan, saat ini perkebunan sawit sebagai penghasil komoditas unggulan dan sudah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kotawaringin Barat.

“Sektor ini,menyerap ribuan tenaga kerja dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah. Untuk itu, perlu disadari bahwa potensi ini tidak hanya berhenti di sisi hulu, yaitu TBS dan CPO, melainkan harus bisa menciptakan produk turunan lainnya,” katanya.

“Perlu ada inovasi produk tidak hanya menghasilkan produk bahan mentah tetapi harus bisa dan mampu menciptakan produk turunan yang mampu menghasilkan nilai tambah lebih tinggi. Inilah misi yang harus kita capai yaitu mengubah tantangan menjadi peluang dengan membuat produk hilir sawit yang kuat dan berkelanjutan,” imbuh Alfan.

Di era glolalisasi persaingan menjadi semakin ketat, minyak sawit salah satu minyak nabati yang tidak hanya menjadi kebutuhan domestik melainkan sudah menjadi komoditas ekspor, yang diminati berbagai masyarakat dunia. Dengan potensi besarnya minyak sawit dapat digunakan untuk bahan baku produk pangan dan non pangan yang dapat diciptakan dan dikembangkan oleh pelaku usaha kecil. Hal ini akan menambahkan nilai tambah dan kemandirian ekonomi masyarakat, tak terkecuali bagi masyarakat di sekitar perkebunan sawit.

“Siapa yang ideal dapat menciptakan produk turunan sawit menjadi produk pangan dan non pangan?Jawabannya adalah pelaku UMKM. Sebab, UMKM memiliki fleksibilitas, kreativitas dan kedekatan yang sangat baik dengan masyarakat yang tidak dimiliki oleh industri skala besar,” ungkap Alfan.

Melalui pelatihan (workshop) UKMK Sawit: ‘Praktik Kewirausahaan Berbasis UKMK Sawit dalam Mendukung Kemandirian Pangan dan Energi’ menjadi ruang strategis dan relevan serta mendesak.

“Kami berharap dari pelatihan tersebut, masyarakat dapat mengambil manfaatnya. Pertama, peserta akan diajak untuk berpikir di luar kebiasaan. Kita akan mengeksplorasi dari tanaman kelapa sawit, bahkan limbahnya pun bisa menjadi berkah. Melihat diversifikasi produk berbasis sawit yang dapat mendukung ekonomi sirkular,” kata Alfan.

“Kedua, peningkatan sumber daya manusia, pada pelatihan ini tidak hanya transfer ilmu melainkan perubahan pola pikir. Kita bisa bertransformasi tidak hanya sebagai pekerja saja melainkan bisa berwirausaha, dari konsumen menjadi produsen. Dan, ketiga, ada kontribusi nyata pada kemandirian pangan dan energi,” tambahnya.

“Kita mampu mengolah produk turunan sawit menjadi makanan, seperti minyak goreng dan produk turunan lainnya. Ini akan mendukung ketahanan pangan. Kita bisa mengolah limbah sawit menjadi energi terbarukan, ini berkontribusi pada kemandirian pangan dan energi mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Ini adalah peran nyata yang bisa dimainkan dari agenda lokal untuk mendukung agenda besar nasional,” ucap Alfan.

Workshop UKMK Sawit dapat menjadi momentum langkah kecil dan menjadi inspirasi bagi orang lain dan masyarakat. “Mari kita buktikan, bahwa UMKM dari Kotawaringin Barat mampu menggerakkan ekonomi yang mandiri, inovatif dan berdaya saing dari potensi besar sawit. Setelah pelatihan ini kami berharap, bapak ibu (peserta) tidak hanya berhenti usai mendapatkan materi, melainkan bisa mengaplikasikan ilmunya, mulailah dengan hal kecil,” pungkas Alfan.

Artikel Terkait