Nusa Dua, SAWIT INDONESIA - Pemerintah tengah mendorong pemanfaatan palm kernel expeller pemanfaatan Palm Kernel Expeller (PKE) menjadi bahan baku SAF dan Pembentukan Sistem Dasbor Nasional dalam upaya peningkatan nilai tambah industri sawit.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Dida Gardera mengungkapkan Pemerintah telah merencanakan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) 2% akan diberlakukan secara mandatori mulai tahun 2026. Salah satu potensi bahan baku SAF, yaitu Produk PKE dimana saat ini sebagian besar produk tersebut diekspor dengan harga rendah sebagai produk pakan ternak.
“Untuk percepatan pemanfaatan PKE dimaksud, Pemerintah sedang membentuk Tim Percepatan Pemanfaatan PKE untuk Bahan Baku Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang melibatkan K/L terkait. Pemerintah mengharapkan dukungan BPDPKS terkait pembiayaan riset dan hal-hal terkait untuk mendukung percepatan pemanfaatan PKE untuk SAF,” ujar Dida dalam Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2024 BPDPKS yang diselenggarakan di BNDCC Nusa Dua, Kamis (3/10/2024).
Disamping mandatori SAF, Dida juga menyampaikan pemerintah juga sedang membangun Sistem Dasbor Nasional untuk melakukan perbaikan tata kelola pengelolaan kelapa sawit Indonesia. Sistem ini diharapkan menjadi salah salah solusi dalam penguatan tata kelola, integrasi, dan optimalisasi rantai pasok komoditas nasional, menuju daya saing industri yang efisien dan berkualitas.
“Prinsip inisiatif dasbor nasional ini meliputi: 1) Transparansi dan Akuntabilitas; 2) Integrasi Data; 3) Keamanaan Data; 4) Optimalisasi Rantai Pasok; 5) Efisiensi Operasional; dan 6) Efektivitas Koordinasi Antar Stakeholders,” jelas Dida.
Untuk pelaksanaan Sistem Dasbor Nasional tersebut, Dida juga mengharapkan dukungan dari BPDPKS agar Dasbor Nasional ini segera diimplementasikan agar dapat meningkatkan daya saing produk kelapa sawit dan produk terkait lainnya, serta meningkatkan keberterimaan produk di pasar global.
"Pada akhirnya, Dasbor Nasional dapat meningkatkan kontribusi komoditas kelapa sawit khususnya terhadap perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit rakyat," tandasnya.














