Sajian Utama
Panca Traktor Indonesia Siap Merebut Pasar di Sektor Perkebunan Sawit
Strategi Panca Traktor Indonesia dalam meningkatkan penjualan produk LiuGong di sektor perkebunan kelapa sawit adalah dengan memberikan solusi yang terbaik untuk dukungan pelayanan produk bagi para pelanggan.
Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia sejak beberapa tahun terakhir sedang melakukan pembangunan di berbagai sektor di berbagai daerah. Tak terkecuali pembangunan infrastruktur dan perkebunan kelapa sawit di daerah-daerah yang menjadi sentra kelapa sawit.
Untuk mendukung pembangunan selain sumber daya manusia (SDM), juga diperlukan alat berat sebagai pendukung. Maka tak heran, permintaan masyarakat khususnya pelaku usaha yang bergerak di bidang infrastrukur dan perkebunan kelapa sawit menyebabkan permintaan akan kebutuhan alat berat terus meningkat.
Merespon kondisi tersebut, Direktur Utama PT Panca Traktor Indonesia (PTI), Andianto Hasnan menyampaikan pihaknya merencanakan dan mempertimbangkan strategi khusus salah satunya dengan terus meningkatkan interaksi dengan para pelanggan. “Serta memastikan para pelangga puas dengan layanan service dan ketersediaan suku cadang untuk memastikan machine availability terus tinggi sehingga para konsumen dapat memperoleh Return on Investment (ROI) yang terbaik dan optimal,” jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia.
Selain itu, lanjut Andianto pihaknya juga memberikan solusi kepada pelanggan berupa solusi kreatif misalnya dengan memberikan solusi keuangan yang ingin membeli alat berat tetapi keuangan tidak mencukupi. “Strategi tersebut ditujukan untuk mendorong pangsa pasar produk LiuGong tetap tumbuh,” imbuhnya.
Strategi yang dilakukan PTI selaku perusahaan distributor yang mengageni alat berat pabrikan asal Cina dengan merek LiuGong, sejalan dengan LiuGong Machinery Indonesia sebagai principle yang memperkuat solusi pembiayaan dengan menggandeng perusahaan financial lokal.
Berkaitan dengan target penjualan unit LiuGong, di tahun ini PTI menargetkan pertumbuhan pasar 25% untuk sektor perkebunan. “Demi mewujudkan pertumbuhan pasar, PTI berencana menyasar wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sementara, itu dari sisi SDM, manajemen akan menyediakan berbagai program pelatihan dan pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi seluruh karyawan untuk meningkatkan support kepada para pelanggan,” terang Andianto.
Menghadapi persaingan bisnis alat berat setiap perusahaan alat berat baik produsen maupun mitra (distributor) terus melakukan berbagai cara agar dapat meningkatkan penjualan unit. Salah satu kunci untuk bersaing yang cukup efektif dalam bisnis alat berat adalah melakukan strategi pemasaran (marketing) dalam melakukan pendekatan pada konsumen.
Oleh sebab itu, untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen perusahaan harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga konsumen merasa tertarik untuk berinvestasi dan menggunakan produk yang ditawarkan.
Produsen dan distributor alat berat agar dapat menjaga eksistensinya harus dapat melihat peluang pasar yang ada, terutama dalam pemasaran produk. Tim pemasaran (marketing) dan pelayanan purna jual harus bersinergi menjadi ujung tombak perusahaan untuk berhadapan langsung dengan lingkungan eksternal perusahaan serta menjadi salah satucara agar perusahaan dapat memenangkan pangsa pasar yang ada.
Tidak hanya itu, perusahaan juga harus memberikan perhatian pada kompetitor agar perusahaan dapat mengantisipasi sejak awal dengan strategi pemasaran yang lebih baik dari pesaing.
Berkenaan dengan persaingan bisnis alat berat, Andianto menjelaskan keunggulan-keunggulan unit LiuGong yang ditawarkan. “LiuGong telah membuat terobosan luar biasa dengan produksi CE di pasar yang telah matang. Dan, terus melalukan Research and Development (R&D) dalam pengembangan produk dan teknologi untuk menciptakan mesin dengan kualitas terbaik dan paling cocok untuk pasar di Indonesia,” jelasnya masih dalam keterangan tertulis.
“Selain itu, LiuGong telah bermitra dengan pemasok komponen terkemuka dengan kualitas dunia, ditambah kemahiran LiuGong dalam menekan biaya operasional membuat alat yang kami tawarkan ke pasar Indonesia tidak hanya canggih dan handal tetapi tetap kompetitif,” tambah Andianto.
Sebagai informasi, PTI bukanlah satu-satunya distributor produk LiuGong melainkan masih ada beberapa perusahaan distributor lain yang memasarkan alat berat pabrikan asal Negeri Tirai Bambu. Sehingga dalam memasarkan produk LiuGong ada pembagian wilayah.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 123)














