• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

PAI Dukung Praktik Pertanian Berkelanjutan

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Dalam mendukung komitmen praktik keberlanjutan (sustainability) perusahaan dalam menggunakan pestisida secara bijak, salah satu perusahaan berbasis life-science, Pandawa Agri Indonesia (PAI), menggelar forum edukasi keberlanjutan (sustainability education forum) di Wilmar Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini mengusung tema "Educate to Innovate: Edukasi Keberlanjutan dan Keselamatan Penggunaan Pestisida,” yang diadakan pada Kamis lalu (5 September 2024).

Corporate Sustainability and Communications Manager PAI, Junia Anindya, mengungkapkan program ini (forum edukasi keberlanjutan) merupakan upaya dalam mendukung komitmen sustainability perusahaan, sekaligus membantu meningkatkan awareness terkait praktik pertanian berkelanjutan serta penggunaan pestisida secara bijak.

“Komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan di Pandawa Agri lebih dari sekadar membangun ekosistem pertanian berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kami dapat mendukung pencapaian sustainability goals para mitra. Seperti Wilmar, yang sangat peduli dengan aspek sustainability. Kami berusaha memastikan bahwa inovasi kami memberikan kontribusi yang berarti bagi keberlanjutan perkebunan mereka, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Selasa (17 September 2024).

PAI terus mendorong praktik pertanian berkelanjutan dengan menawarkan solusi inovatif yang mampu mengurangi dampak negatif dari aktivitas pertanian, sekaligus memastikan masa depan pertanian yang lebih sehat bagi pekerja dan lingkungan.

Kegiatan Forum Edukasi Keberlanjutan diikuti lebih dari 60 orang karyawan yang terdiri dari tenaga semprot, Field Coordinator, manager kebun, hingga Plantation Head. Seminar yang bertujuan untuk mempromosikan praktik pertanian yang ramah lingkungan ini dibagi menjadi dua sesi komprehensif.

Dalam pelaksanaannya terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama, ditujukan bagi manajemen tingkat atas, berisi informasi seputar inovasi terkini di bidang pertanian berkelanjutan, termasuk penggunaan WEED Solut-ioN®️ (WS),teknologi reduktan dari PAI yang telah mempublikasikan Environmental Product Declaration (EPD).

Dokumen EPD yang berisi dampak lingkungan dari WS ini sekaligus menegaskan komitmen PAI terhadap keberlanjutan dengan menyediakan alternatif yang secara signifikan mengurangi penggunaan pestisida, aman dan ramah lingkungan, serta memiliki jejak karbon yang rendah.

Sesi kedua, diperuntukkan bagi petugas lapangan dan pekerja penyemprotan, berfokus pada pemberian pengetahuan seputar praktik terbaik dalam penggunaan pestisida secara bijaksana. Tujuannya adalah untuk membekali para pekerja garis depan dengan informasi penting agar mereka dapat bekerja dengan aman dan meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas mereka.

Terkait dengan kegiatan yang diinisiasi PAI, Sarimanah, Head of Department Sustainability Wilmar Region Kalimantan, mengatakan kegiatan ini sangat membantu dalam memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang bahaya pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan kepada para pekerja operasional di lapangan.

“Melalui edukasi ini, diharapkan mereka menjadi lebih sadar akan dampak penggunaan pestisida dan lebih memahami cara menjaga aspek keberlanjutan dalam operasional perkebunan,” katanya.

“Selain memperoleh wawasan mengenai potensi risiko dari penggunaan pestisida yang tidak hati-hati, melalui program yang komprehensif ini para peserta juga mendapatkan informasi mengenai praktik penyemprotan bahan kimia secara bertanggung jawab,” sambungnya.

WEED Solut-ioN®️merupakan reduktan herbisida yang diformulasikan untuk menurunkan dosis herbisida hingga 50% namun tetap memiliki efektivitas yang sama dengan dosis tunggal / aplikasi tunggal (tanpa digabungkan dengan Weed Solut-ion). Produk ini sebagai pengurang herbisida memberikan kontribusi signifikan terhadap aspek sustainability di perusahaan.

“Produk ini ramah lingkungan, mendukung upaya perlindungan kesehatan pekerja, dan turut mengurangi emisi karbon karena secara substansial mengurangi penggunaan herbisida, yang tentunya selaras dengan komitmen Wilmar terhadap praktik sustainability," pungkas Sarimanah.

Artikel Terkait