• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Paguyuban Batik Sawit DIY Didirikan, Ihsan Smart Batik Jadi Ketua

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Pembatik berbahan malam sawit terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari stakeholders. Hal tersebut dibuktikan dengan pendirian Paguyuban Batik Sawit DIY, melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3448 Tahun 2025 tentang Pembentukan Pengurus Paguyuban Batik Sawit Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 29 Oktober 2025.

“Hal ini merupakan bentuk nyata dukungan dari Pemerintah Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap penumbuhan dan pengembangan industri batik sawit di DIY,” ujar Miftahudin Nur Ihsan Owner dari CV. Smart Batik Indonesia (Smart Batik), yang kini dipercaya menjadi Ketua Umum Paguyuban Batik Sawit DIY.

Dalam Surat Keputusan tersebut sebagai Dewan Pembina GKBRAA Pakualam (Ketua Harian Dekranasda DIY), Robby Kusumaharta (Wakil Ketua Umum Kadin DIY), Kepala BBSPJIKB, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Kepala Balai Diklat Industri Yogyakarta. Sedangkan, Miftahudin Nur Ihsan dipercaya sebagai Ketua Umum Paguyuban Batik Sawit, dengan anggota 55 orang yang semuanya berdomisili di DIY.

Batik Sawit sendiri merupakan sebuah inovasi baru produk batik ramah lingkungan dengan pengolahan malam (lilin batik) bekas dengan memanfaatkan produk turunan dari kelapa sawit. Pembentukan Paguyuban Batik Sawit di DIY menjadi yang pertama di Indonesia. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati menyampaikan bahwa pembentukan Paguyuban Batik Sawit ini sangat positif dan dapat menguatkan ekosistem inovasi batik di DIY.

Dikatakan Ihsan, pembentukan Paguyuban Batik Sawit yang didirikan pada 29 Oktober 2025 di Yogyakarta ini, dapat mendukung pelestarian dan pengembangan batik di DIY sebagai salah satu upaya mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.

“Harapannya ke depan, paguyuban ini dapat menjadi ekosistem yang baik untuk mengembangkan inovasi-inovasi batik melalui sinergi-sinergi dengan stakeholder terkait,” katanya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Batik Sawit mulai dikembangkan di Yogyakarta sejak akhir tahun 2023 oleh pasangan muda inovatif, Miftahudin Nur Ihsan dan Dinar Indah Lufita Sari melalui CV. Smart Batik Indonesia (Smart Batik). Selama dua tahun dikembangkan, Batik Sawit terus menunjukkan tren positif.

Pada tahun 2024, bahkan Ihsan dan Dinar mendapat undangan ke Suzhou, China untuk menampilkan karyanya dalam ajang Innovation Festival. Inovasi ini juga sudah dikenalkan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada gelaran APKASI 2025. Terakhir, pada bulan September 2025, CV.Smart Batik Indonesia memenangkan kompetensi nasional bergengsi dari Kementerian Perindustrian RI, Indonesia Halal Industry Awards Kategori Industri Tekstil dan Apparel Terbaik.

Artikel Terkait