• Jumat, 2 Oktober 2026
Artikel

Olah Limbah Sawit Jadi EBT, PTPN IV PalmCo Dukung Kesiapan Peta Jalan Bioetanol E50 Bersama DEN

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mempertegas komitmennya dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri kelapa sawit menjadi Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendukung penyiapan peta jalan program campuran bioetanol (E50) yang diusung pemerintah.

Komitmen tersebut ditegaskan saat kunjungan tim Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Anggota Unsur Pemangku Kepentingan Bidang Teknologi DEN, Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc., ke PTPN IV Regional III di Pekanbaru, Riau, Jumat (2/10/2026).

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menyampaikan bahwa PalmCo saat ini menjadi salah satu pionir transformasi limbah sawit—mulai dari cair (palm oil mill effluent/POME) hingga padat (tandan kosong dan cangkang)—menjadi sumber energi hijau yang bernilai tambah tinggi.

“Kami berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan limbah yang kami hasilkan. Potensinya cukup besar dan kami terus berupaya agar limbah ini dapat memberikan nilai tambah serta mendukung operasional perkebunan yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Bambang.

Poin-poin capaian infrastruktur EBT PalmCo dan arahan strategis DEN mencakup:

  • Infrastruktur Biogas di Riau: PTPN IV Regional III saat ini mengoperasikan 6 instalasi pemanfaatan biogas di Riau, mencakup 2 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di PKS Tandun dan Terantam, serta 4 instalasi biogas co-firing di PKS Sei Pagar, Lubuk Dalam, Sei Tapung, dan Sei Rokan.

  • Optimalisasi Limbah Cair & Padat: POME diolah menggunakan teknologi penangkapan metana (covered lagoon dan CSTR) untuk pembangkit listrik dan bahan bakar produksi. Sementara cangkang/serat digunakan sebagai biomassa pabrik, serta tandan kosong sawit (TKS) yang berpotensi dikembangkan menjadi bioetanol dan syngas.

  • Penyiapan Peta Jalan Bioetanol E50: Unggul Priyanto mengungkapkan bahwa Presiden mengarahkan DEN menyiapkan pengembangan program E50 (campuran etanol 50% pada bensin) pasca-implementasi mandatori B50. Tandan kosong sawit dibidik sebagai salah satu bahan baku biomassa utama untuk bioetanol generasi kedua.

  • Reduksi Impor & Nilai Tambah Domestik: DEN menilai pengkonversian limbah biomassa domestik menjadi energi hijau tidak hanya menaikkan bauran EBT nasional, tetapi juga memangkas ketergantungan impor BBM dan memperkuat rantai pasok energi dalam negeri.

Melalui integrasi teknologi penangkap metana dan riset konversi tandan kosong menjadi bioetanol, PalmCo membuktikan peran aktif BUMN perkebunan sebagai pilar utama transisi energi hijau di Indonesia.

Sumber: riauaktual.com

Artikel Terkait