Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta menjadikan Orientasi Kenal Kampus dan Kebun (OKKABUN) 2026 sebagai langkah awal menyiapkan sumber daya manusia (SDM) perkebunan dan kehutanan yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter untuk menghadapi dunia industri.
Sebanyak 825 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 mengikuti rangkaian OKKABUN yang digelar di Kampus INSTIPER Yogyakarta dan SEAT Ungaran, Jawa Tengah. Mahasiswa yang berasal dari 28 provinsi tersebut dikenalkan langsung dengan dunia perkebunan, kehutanan, dan hortikultura.
Kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar orientasi mahasiswa baru. OKKABUN menjadi bagian dari proses transisi mahasiswa dari lingkungan sekolah menuju perguruan tinggi sekaligus memperkenalkan karakter dan tuntutan dunia industri modern.
Ketua Panitia OKKABUN sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan INSTIPER, Dr. Ir. Adi Ruswanto, MP., mengatakan pembelajaran langsung di SEAT Ungaran memberikan pengalaman awal bagi mahasiswa sebelum mereka mendalami berbagai teori di ruang kelas.
“Melalui metode pembelajaran langsung (experiential learning) di SEAT Ungaran, mahasiswa baru dapat mempelajari secara langsung berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan serta hortikultura sebelum nantinya belajar teori di kelas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, pada Kamis (10 September 2026).
Menurut Dr. Adi, pengalaman tersebut membantu mahasiswa menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada karakter pekerjaan yang nantinya mereka hadapi setelah lulus.
Sementara itu, Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., mengatakan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pemimpin industri perkebunan dan kehutanan.
“Lulusan INSTIPER harus memiliki best knowledge, best skill, dan best character,” tegas Dr. Harsawardana.
Di SEAT Ungaran, mahasiswa diperkenalkan dengan praktik pengelolaan kebun yang baik serta pemanfaatan teknologi modern, seperti drone, Internet of Things (IoT), dan interpretasi peta dalam pengelolaan hutan dan perkebunan.
Selain kompetensi teknis, INSTIPER mulai menanamkan delapan nilai budaya kampus, yakni Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect. Nilai tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Pembentukan karakter dilakukan melalui empat pilar utama, yaitu fisik, mental, logical thinking, dan creativity. Keempatnya diasah melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan kedisiplinan, jelajah alam sejauh 5 kilometer melalui sustainable landscape observatorium track, hingga simulasi ketangkasan malam melalui edutrail.
Mahasiswa juga diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kreativitas melalui kompetisi ilmiah Clash of Agro Champions, INSTIPER Talent, serta Gebyar Talenta.
Penguatan kesiapan memasuki dunia kerja turut diberikan melalui motivasi alumni. Direktur Utama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda), Ir. Totok, AS., alumni INSTIPER angkatan 1990, mengatakan pengalaman selama OKKABUN dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi lingkungan kerja.
“OKKABUN ini akan melatih mental dan attitude yang sangat kalian perlukan saat nantinya memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Ir. Purwadi, MS., menekankan rekam jejak INSTIPER dalam mencetak SDM yang berkiprah di industri perkebunan dan kehutanan.
Ia menyebut sejumlah alumni INSTIPER telah menduduki posisi strategis di industri, termasuk Rujito dan Arif Catur yang menjadi COO Astra Agro Lestari. Selain itu, PT RAPP juga disebut telah memberikan beasiswa ikatan dinas untuk program Sarjana Hutan Tanaman Industri (SHTI) selama 16 tahun.
Melalui OKKABUN 2026, INSTIPER berupaya membangun fondasi mahasiswa sejak awal agar memiliki pemahaman terhadap dunia perkebunan dan kehutanan sekaligus kesiapan menghadapi tuntutan industri.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menumbuhkan kebanggaan terhadap sektor perkebunan dan kehutanan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional, sekaligus membentuk lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.














