• Jumat, 25 September 2026
Profil Produk

Multicrane Perkasa Pasarkan Alat Berat Jalan Perkebunan Berteknologi Eropa

PT Multicrane Perkasa terus memperluas penetrasi pasar alat berat di sektor agro, konstruksi, dan pertambangan dengan mengandalkan produk roller dari Ammann. Perusahaan ini menilai kebutuhan alat pemadat tanah di perkebunan dan infrastruktur semakin meningkat seiring ekspansi industri.

Head of Java Operation Multicrane Perkasa, Achmad Yanuar Safari, mengatakan perusahaan yang berdiri sejak 2012 awalnya fokus mendukung proyek infrastruktur dan konstruksi, sebelum merambah sektor pertambangan. Sejak 2023, Multicrane mulai memasarkan produk Ammann di Indonesia.

“Ammann merupakan produsen asal Swiss yang memiliki fasilitas produksi di beberapa negara, seperti Ceko dan India,” ujar Yanuar dalam wawancara dengan Sawit Indonesia, Rabu (22 April 2026).

Ia menjelaskan, untuk sektor agro, perusahaan menawarkan produk vibro single drum roller berkapasitas 10 ton. Alat ini digunakan untuk pembangunan dan perawatan jalan di area perkebunan.

Menurut dia, desain alat tersebut mengedepankan aspek ergonomi agar operator dapat bekerja lebih nyaman dan produktif. “Dari kursi, kemudi, hingga pedal dirancang untuk mendukung kenyamanan kerja,” katanya.

Berbeda dengan sektor pertambangan yang umumnya menggunakan kabin tertutup dengan standar keselamatan ROPS dan FOPS, penggunaan alat di sektor perkebunan masih didominasi model kanopi. “Di kebun, mayoritas masih menggunakan kanopi, meskipun beberapa sudah memakai kabin,” ujarnya.

Yanuar menambahkan, keunggulan utama alat ini terletak pada keandalan mesin dan efisiensi operasional. Multicrane menyesuaikan spesifikasi mesin untuk pasar Indonesia dengan menggunakan standar Tier 1, lebih rendah dibandingkan Tier 3, agar lebih adaptif terhadap kualitas bahan bakar di lapangan.

“Mesin ini lebih tahan terhadap kandungan air dan sulfur pada bahan bakar. Itu menjadi keunggulan bagi sektor agro,” katanya. Mesin tersebut memiliki tenaga 102 horsepower atau setara 76 kW.

Ia juga menilai penggunaan mesin Tier 1 lebih relevan di tengah implementasi biodiesel seperti B40 hingga rencana B50. “Dengan spesifikasi ini, operasional menjadi lebih aman dan stabil,” ujarnya.

Dari sisi operasional, alat ini dirancang untuk memiliki waktu henti (downtime) yang rendah serta interval perawatan yang efisien. Yanuar menyebut sejumlah unit bahkan masih beroperasi optimal setelah digunakan lebih dari 10 tahun.

Untuk mendukung layanan purna jual, Multicrane menyediakan mekanik dan suku cadang di berbagai wilayah operasional, seperti Palembang, Muara Enim, Medan, Balikpapan, dan Banjarmasin. Perusahaan juga menawarkan skema consignment stock bagi pelanggan dengan jumlah unit besar.

Selain itu, perusahaan mengklaim harga produk yang ditawarkan cukup kompetitif dibandingkan merek global lain, meskipun berada di atas produk asal China.

“Dengan kombinasi harga yang kompetitif, keandalan mesin, dan kenyamanan operator, kami optimistis produk ini dapat diterima lebih luas di pasar Indonesia,” kata Yanuar.

Artikel Terkait