Jakarta, SAWIT INDONESIA — Kompleksitas operasional pertambangan mendorong kebutuhan terhadap teknologi yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan akurat, termasuk untuk membantu operator mengenali potensi risiko di lapangan. Pemanfaatan sistem pemantauan berbasis real-time pun menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk memperkuat pengambilan keputusan selama kegiatan penambangan berlangsung.
PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat dan pertambangan, menyoroti pemanfaatan teknologi tersebut melalui Cat® MineStar™, ekosistem teknologi pertambangan Caterpillar, dalam gelaran Mining Expo 2026.
Salah satu teknologi yang ditampilkan adalah Cat® MineStar™ Detect, yang dirancang untuk membantu meningkatkan visibilitas operator terhadap kondisi di dalam maupun sekitar alat berat. Sistem tersebut mencakup pemantauan kondisi operator, deteksi potensi interaksi dengan kendaraan lain, hingga pemberian peringatan secara real-time.
Product & Lifecycle Manager, Mining Marketing and Sales Trakindo, Ikwan Setiobhekti, mengatakan perkembangan teknologi di sektor pertambangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produktivitas, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat mengelola risiko operasional secara lebih terukur.
“Operasional tambang memiliki dinamika yang tinggi, dengan perubahan kondisi di lapangan yang dapat terjadi dalam waktu singkat. Karena itu, ketersediaan informasi yang relevan secara real-time menjadi semakin penting untuk membantu operator maupun tim di lokasi mengambil keputusan yang tepat,” ujar Ikwan dalam jumpa pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (9 September 2026).
Menurut dia, kehadiran MineStar™ di Mining Expo 2026 menjadi momentum bagi Trakindo untuk memperlihatkan bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan operasional pelanggan yang semakin beragam.
MineStar™ sendiri telah diperkenalkan sejak pertengahan 1990-an dan terus dikembangkan sebagai ekosistem teknologi pertambangan Caterpillar. Saat ini, MineStar™ mencakup enam kapabilitas utama, yakni Fleet, Terrain, Detect, Health, Command, dan Edge.
Keenam kapabilitas tersebut dapat diterapkan secara modular menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik masing-masing site. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi di sektor pertambangan semakin bergeser dari sekadar mendukung produktivitas menuju pengelolaan operasional yang lebih terintegrasi.
Chief Innovation Officer (CIO) Trakindo, Daniel Setyadi, mengatakan MineStar™ Detect memanfaatkan informasi real-time untuk membantu meningkatkan situational awareness operator.
“Dalam operasional tambang, operator perlu merespons berbagai kondisi yang dapat berubah dengan cepat. Karena itu, informasi yang relevan pada saat yang tepat menjadi sangat penting,” jelas Daniel.
Dia menambahkan, MineStar™ Detect memiliki sejumlah fitur yang mendukung kebutuhan tersebut, di antaranya Fatigue Monitoring System dan Collision Awareness System.
Pantau Kewaspadaan Operator
Fatigue Monitoring System menggunakan Driver Safety System (DSS) untuk membantu mengidentifikasi indikasi kelelahan dan distraksi operator secara real-time.
Sistem tersebut menggunakan kamera pintar yang dipasang di dalam kabin untuk memonitor sejumlah indikator, seperti durasi mata tertutup dan posisi kepala operator.
Apabila sistem mendeteksi indikasi kelelahan atau distraksi, peringatan diberikan melalui alarm suara dan getaran pada kursi. Mekanisme tersebut ditujukan untuk membantu operator kembali meningkatkan kewaspadaan selama bekerja.
Selain memberikan peringatan secara langsung, data kejadian yang dihasilkan sistem dapat dimanfaatkan pelanggan untuk melihat pola kelelahan dan distraksi selama kegiatan operasional. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pengelolaan risiko dan peningkatan praktik keselamatan di site.
Identifikasi Risiko Interaksi Kendaraan
Sementara itu, Collision Awareness System berfokus pada peningkatan visibilitas terhadap kondisi di sekitar alat berat.
Sistem ini memanfaatkan informasi posisi berbasis GPS dan real-time detection untuk membantu operator mengenali keberadaan kendaraan atau alat berat lain di sekitar unit. Informasi tersebut disampaikan secara real-time sehingga operator memiliki gambaran yang lebih baik mengenai potensi interaksi antarunit.
Ketika sistem mengidentifikasi kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko benturan atau tabrakan, peringatan visual dan audio diberikan kepada operator.
Collision Awareness System menggunakan digital boundary di sekitar alat berat dengan beberapa tingkat peringatan berdasarkan jarak antar kendaraan. Parameter seperti avoidance zone dan batas kecepatan dapat disesuaikan dengan desain tambang serta pola lalu lintas pada masing-masing site.
Data yang dihasilkan juga dapat digunakan tim operasional untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, seperti jalan angkut dan persimpangan dengan tingkat interaksi kendaraan yang relatif tinggi.
Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendukung pengelolaan lalu lintas, kondisi area operasional, maupun kebutuhan pelatihan operator. Sistem ini juga dapat diterapkan pada berbagai jenis dan merek kendaraan serta alat berat sehingga dapat mendukung site dengan komposisi armada yang beragam.
Baik Fatigue Monitoring System maupun Collision Awareness System pada dasarnya berfungsi sebagai sistem pendukung. Informasi yang dihasilkan membantu operator dan tim di lokasi memperoleh gambaran lebih cepat mengenai kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko, sementara keputusan dan tindakan operasional tetap mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku di masing-masing site.
Ikwan mengatakan pengembangan solusi teknologi akan terus diarahkan pada kebutuhan nyata pelanggan di lapangan.
“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana setiap solusi dapat memberikan nilai yang nyata bagi operasional pelanggan. Ke depan, Trakindo akan terus memperkuat perannya sebagai mitra pelanggan melalui produk, layanan, dan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tutur Ikwan.














