• Kamis, 15 Oktober 2026
Berita Terbaru

Menuju Kebun Sawit Produktif, BPDP & Ditjenbun Menggandeng BPI Mengadakan Pelatihan Benih Unggul Untuk Petani Aceh Timur

SAWIT INDONESIA - Keberhasilan budidaya kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan tanaman yang digunakan. Bibit kelapa sawit merupakan investasi jangka panjang karena tanaman dapat berproduksi sampai umur 25 tahun. Oleh sebab itu, pemilihan bibit yang tepat sejak awal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan produktivitas kebun.

Penggunaan bibit yang berkualitas, sehat, seragam, dan berasal dari sumber benih yang terpercaya akan memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh tanaman dengan pertumbuhan optimal serta produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang tinggi. Namun di sisi lain, masih banyak dijumpai petani sawit yang awam terhadap pengetahuan terkait pemilihan bibit yang legal, resmi (sertifikat) dan berkualitas. Hal ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi saat ini di industri hulu kelapa sawit.

Dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit dan kesejahteraan petani swadaya serta mewujudkan tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh serta Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Aceh Timur, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menggelar kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia – Perkebunan (SDM-Perkebunan). BPDP menunjuk Best Planter Indonesia (BPI) sebagai salah satu lembaga pelatihan yang sudah terpercaya menyelenggarakan pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit tahun 2022, 2023, 2024, 2025 dan 2026 untuk kegiatan saat ini.

Pelatihan diikuti sebanyak 145 petani swadaya dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan dilaksanakan selama seminggu dimulai dari tanggal tanggal 28 September – 03 Oktober 2026 di Hotel Ayani Kota Banda Aceh. Tujuan pelatihan adalah membekali petani dengan pemahaman mengenai teknik budidaya yang efisien dan berkelanjutan. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis budidaya kelapa sawit dari para mentor dan narasumber BPI. Salah satu materi yang disampaikan adalah Persiapan Benih dan Bahan Tanam.

Penyampaian materi dari para narasumber BPI diawali dengan penjelasan mengenai sejarah tanaman kelapa sawit di Indonesia, karakteristik dari bahan tanam unggul jenis Dura yang disilangkan dengan Pisifera kemudian menghasilkan jenis bibit Tenera. Sampai saat ini terdapat 19 Perusahaan penghasil benih unggul Tenera yang terdaftar resmi di Kementerian Pertanian, dan sudah mengeluarkan sebanyak 60 varietas unggul yang dapat digunakan oleh petani sawit.

Peserta dibekali materi tentang karakteristik benih unggul (legitimate) yang bisa menjadi langkah awal untuk jaminan produksi tanaman kelapa sawit selama 25 tahun. Materi dilanjutkan dengan pembahasan prosedur pengadaan kecambah benih kelapa sawit baik untuk petani perorangan, Kelompok Tani/ Gapoktan dan Koperasi serta Perusahaan Perkebunan. Sebagai bekal untuk membuat kebun bibitan (penangkar bibit), petani juga diberi pemahaman mengenai teknis kegiatan Pembibitan Awal (Pre Nursery/ PN) dan Pembibitan Utama (Main Nursery/ MN). Dibagian akhir materi, dibahas tentang pengelolaan bibit APM (Advance Planting Material) dan kondisi bibit poliembrio (bibit kembar).

Dengan mempelajari materi persiapan benih dan bahan tanam ini, petani lebih mantap dan yakin untuk memulai usaha berkebun kelapa sawit, sesuai jaminan mutu dan kualitas bibit yang dibudidayakan.

Artikel Terkait