• Rabu, 23 September 2026
Berita Terbaru

Menkeu Purbaya Bidik Penerimaan Negara Melesat 30 Persen Lewat Pengawasan Ekspor SDA oleh PT DSI

JAKARTA, SAWIT INDONESIA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematok target ambisius berupa lonjakan penerimaan negara hingga 30 persen. Kenaikan signifikan ini disandarkan pada efektivitas kinerja PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam mengawasi lalu lintas ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional, mulai dari batu bara, minyak mentah kelapa sawit (CPO), hingga ferro alloy.

Purbaya menjelaskan, proyeksi pertumbuhan pada sektor perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tersebut diasumsikan dari kemampuan PT DSI dalam menutup celah kebocoran devisa dan pendapatan negara dari hasil ekspor komoditas yang disinyalir telah terjadi selama bertahun-tahun.

"Dari bagian pemerintah, pajak dan lain-lain. Harusnya minimal tumbuh 30%," ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Sebagai catatan, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2027, pemerintah menargetkan total pendapatan negara mencapai Rp3.426 triliun—tumbuh sekitar 6,8 persen dari outlook penerimaan 2026 yang sebesar Rp3.208,1 triliun. Postur tersebut dirinci melalui target penerimaan perpajakan sebesar Rp2.908 triliun (naik 10,5 persen dari outlook 2026 senilai Rp2.631,4 triliun) serta PNBP sebesar Rp517,4 triliun.

Kendati proyeksi awal dalam RAPBN tampak moderat, Purbaya optimistis kehadiran PT DSI mampu menjadi katalisator kuat untuk mendongkrak setoran pajak dan PNBP jauh melampaui target normal.

"Harusnya meningkat dengan signifikan. Kalau kita asumsikan sumber daya alam ini ngibulnya separuhnya, let's say kita ambil itu, paling enggak saya bisa dapat 30% naik dari bagi hasil," tegasnya.

PT DSI sendiri telah resmi beroperasi sejak 1 Juni 2026 guna memperketat transparansi transaksi ekspor pada tiga komoditas unggulan utama. Operasional korporasi di bawah naungan Danantara Indonesia ini dikendalikan oleh jajaran pengurus profesional berpengalaman, dengan susunan lengkap sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Presiden Komisaris: M. Syaifurrahman Noer
  • Komisaris: Harold Tjiptadjaja
  • Komisaris: Tony Wenas
  • Komisaris: Mari Elka Pangestu

Direksi

  • Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
  • Direktur Keuangan: Sinthya Roesly
  • Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
  • Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely

Melalui tata kelola pengawasan ekspor yang lebih ketat dan integritas sistem yang dibangun PT DSI, pemerintah berharap optimalisasi kekayaan alam nusantara dapat benar-benar dirasakan langsung untuk memperkuat fondasi fiskal dan kemandirian ekonomi nasional.

Sumber: cnbcindonesia.com

Artikel Terkait