Parit Tray adalah produk multi fungsi bagi pembudidaya tanaman di fase pre nursery agar lebih efisien dan memudahkan monitoring perawatan bibit sawit.
Pada budidaya tanaman kelapa sawit mempersiapkan bibit unggul menjadi hal yang penting. Sebab, bibit unggul akan menentukan hasil atau dengan kata lain awal yang baik dengan menanam bibit yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Diketahui, pada budidaya tanaman kelapa sawit ada dua fase pembibitan yaitu pre nursery dan main nursery. Di fase pre nursery inilah benih kelapa sawit dikembangbiakan dari kecambah dengan treatment khusus, ibarat bayi membutuhkan penanganan yang baik agar pertumbuhannya sesuai yang diharapkan.
Pada umumnya di fasepre nursery benih kelapa sawit dari kecambah dikembangbiakan (disemai) di media tanam hingga (2 – 3 bulan). Selanjutnya, masuk pada treatment; pemupukan, penyiraman, pengendalian gulma serta pengendalian hama dan penyakit. Di fase ini secara umum sebagai wadah (tempat) media tanam masih menggunakan polybag dengan alasan lebih praktis dan mudah dipindah-pindah jika terjadi kendala.
Namun, kini ada inovasi pengganti polybag dari salah satu perusahaan penyedia utama solusi pertanian inovatif yang beroperasi sejak medio 1992, yaitu Humibox (M) Sdn Bhd.
Perusahaan asal Malaysia ini memiliki produk yang fungsinya menyerupai polybag (wadah media tanam) untuk mendukung pembudidaya tanaman di fase pre nursery yaitu produk ‘Parit Tray’ yang telah diluncurkan 6 tahun lalu, di Malaysia.
Managing Director, Humibox (M) Sdn Bhd, Lee Boon Kok menjelaskan produk System Pre-Nursery ‘Parit Tray’ yang telah diluncurkan sejak tahun 2019 adalah penyempurnaan dari system sebelumnya, yakni BX1-50.
“Kami melihat bahwa pre nursery adalah inti dari Nursery. Ibarat seperti bayi yang baru lahir, Pre Nursery benar-benar membutuhkan perhatian dan perawatan yang lebih seksama, terutama harga benih sawit juga tidak murah,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima tim redaksi Majalah Sawit Indonesia.
“Dengan system pre nursery yang bagus pasti dapat dihasilkan seedlings yang bagus dan bermutu. Dan, bisa meminimalisir kurangnya bibit sawit yang tidak terawat,” imbuh Lee Boon Kok.
Diungkapkan Lee Boon, dilapangan pihaknya kerap menjumpai banyak estate yang tidak dapat membuat pre nursery sendiri, karena keterbatasan lahan. Selain itu juga banyak dijumpai tanaman pokok kelapa sawit yang bermasalah karena kurang terawat sejak dini.
10 keunggulan Parit Tray
Dari informasi yang dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, ada sekitar 10 keistimewaan dan keunggulan dari produk Parit Tray. Di antaranya, (1). Mengurangi sampah plastic. Plastik adalah masalah krusial di seluruh dunia, tidak hanya Indonesia (2). Bahan material dari Parit Tray ini adalah Polypropylene (PP). Bahan yang digunakan dapat bertahan lama. Minimal dapat digunakan 20 circle (pemakaian).
(3). Hanya membutuhkan luasan lahan yang lebih kecil untuk mendapatkan hasil yang lebih maximal dibandingkan dengan konvensional; sebagai contoh 1 bedeng pre nursery dengan ukuran1 meter x 9,5m, jika menggunakan polybag bedeng tersebut hanya memuat 1000 seedlings. Sedangkan jika menggunakan parit tray (dengan ukuran tray 380 (W) x 630 (L) x 93 (H) mm, dengan luasan lahan yang sama dapat memuat 2000 seedlings.
(4). Penggunaan air yang lebih efisien, air langsung jatuh di inti tanah. Semua tunas dalam cells tray mendapatkan kapasitas air yang sama. Sistem pengairan juga bisa di-handle dari jarak jauh. Dapat diperhatikan bahwa Parit tray menggunakan warna silver, mengapa? Karena warna hitam menyerap panas, sedangkan warna silver menolak panas.
(5). Efisiensi terhadap tenaga kerja, waktu monitoring dan evaluasi. (6). Setting untuk fasilitas Parit Tray yang simple dan flexible. (7). Efiensi waktu pada saat penyemaian. Contoh, jika menggunakan polybag, dengan ukuran bedeng 1 x 9,5 mtr ; untuk menyemai 1000 polybag membutuhkan waktu 2,5 hari kerja Jika menggunakan Parit Tray, 2000 tray cells hanya membutuhkan 0,5 hari kerja (sumber salah satu estate di Sampit – Kalimantan Tengah).
(8). Pengawas dalam melakukan monitoring tidak perlu bersusah payah untuk jongkok di tanah. Setting penempatan Parit Tray dapat diatur dengan ketinggian yang flexible. Pada umumnya adalah 70-80 cm diatas permukaan tanah.
(9). Mengurangi pemborosan pupuk dan pestisida, dimana jika menggunakan system convensional, pupuk/pestisida akan mengalir keluar bersamaan dengan air yang berlebih. Sedangkan dengan menggunakan Parit Tray, debit air yang dikeluarkan pada waktu pengairan dapat diatur sehingga tidak mendorong pupuk/pestisida. (10). Efisiensi waktu dan tenaga pada saat pemindahan dari Pre Nursery ke Main Nursery.
Parit Tray diciptakan dan dikembangkan untuk pemakaian jangka panjang. System Parit Tray ini dapat digunakan minimum 20 kali/circle. Jika 1 circle adalah 3 bulan, maka dapat digunakan 60 bulan. Hal itu sudah terbukti dengan pemakaian di beberapa estate di Malaysia.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 161)














