• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Mendag Zulhas: Pemerintahan Prabowo Akan Ciptakan Bioavtur dari Sawit

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas membeberkan pemerintahan Prabowo Subianto nantinya akan memfokuskan industri sawit yang berorientasi pada pasar dalam negeri. Zulhas mengatakan, nantinya sawit akan dimanfaatkan untuk pengembangan biodiesel dan bahan bakar pesawat avtur hijau atau bioavtur.

“Sebentar lagi investasi untuk pesawat avtur, kalau avtur itu bikin lagi 3 juta [kelapa sawit] lagi kesedot, justru kita sekarang akan perlu banyak dari CPO [crude palm oil],” ujarnya dalam acara CNBC Indonesia: Trade Corner Special Dialogue bertajuk ‘Strategi & Optimisme Kebijakan Perdagangan Luar Negeri hingga tantangan di WTO’ di Auditorium Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (29/8/2024).

Zulhas juga menyampaikan pemerintah dalam akan terus meningkatkan komposisi biodiesel dari 35% (B35) menjadi 50% (B50), sehingga Indonesia tidak perlu khawatir jika Uni Eropa tidak membeli kelapa sawit milik Indonesia.

“Kita nggak usah khawatir, itu sebagian besar soal palm oil. Kita nanti kurang karena nanti Pak Prabowo akan naikin dari B20 sekarang B35, naik ke B40, naik B60, selesai, jadi terima kasih [kalau Uni Eropa tidak ekspor],” kata.

Meski begitu, Zulhas memastikan Indonesia akan tetap melakukan ekspor kelapa sawit. Sebelumnya, presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku bersyukur jika Uni Eropa tidak ingin membeli kelapa sawit Indonesia. Prabowo mengatakan bahwa Presiden Perancis Emmanuel Macron sempat membicarakan terkait kebijakan boikot kelapa sawit Indonesia di Uni Eropa.

Namun, Prabowo mengaku bersyukur jika Uni Eropa tidak ingin membeli kelapa sawit Indonesia.
“Oh Yang Mulia, nda-nda, nggak usah, kami merasa justru kalau Eropa tidak mau beli kelapa sawit kita, kita bersyukur, blessing in disguise.’ Agak kaget juga beliau [Macron],” kata Prabowo dalam acara Penutupan Kongres PAN 2024, dikutip pada Minggu (28/8/2024).

Keesokan harinya, Prabowo mengaku dirinya bertemu jajaran pengusaha Prancis dan memahami kebijakan Uni Eropa atas embargo kelapa sawit.

Dia menyampaikan bahwa Uni Eropa menuduh Indonesia melakukan perusakan hutan sehingga memboikot kelapa sawit Indonesia.

“Mereka yang datang ke kita, mereka yang rusak hutan, habis itu kita yang disalahkan,” ujarnya. Alih-alih khawatir, Prabowo justru berterima kasih dengan larangan masuknya kelapa sawit Indonesia ke Uni Eropa. Dengan begitu, akan tercipta swasembada energi, termasuk dari kelapa sawit.

“Kalian mau larang, kalian larang kelapa sawit kita masuk ke Eropa, saya katakan thank you very much, terima kasih. Kami akan gunakan kelapa sawit kami untuk kepentingan rakyat kami, kami akan swasembada energi,” jelasnya.

Menurut Prabowo, setidaknya ada dua kunci yang harus dipegang Indonesia, yaitu pangan dan energi. Prabowo menekankan Indonesia tidak perlu risau jika sudah menggunakan dua kunci itu. “Kalau kita sudah aman pangan, aman energi, kita tidak perlu takut siapapun di dunia ini. Nggak usah kita khawatir ‘rupiah berapa? Rp16.000.’ Kita amankan pangan kita, kita amankan energi kita, baru kita lakukan hilirisasi,” tandasnya.

Artikel Terkait