• Kamis, 1 Oktober 2026
Tata Kelola

Memanen Hasil Pertanian Regeneratif di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

Daniel, petani sawit swadaya dari Desa Merarai Satu di Kalimantan Barat, adalah bukti nyata kekuatan transformasi. Setelah menghadiri kelas Sekolah Lapangan (SL) yang mengajarkan pengetahuan pertanian regeneratif, dirinya menjadi sadar akan isu lingkungan yang mendesak. Terinspirasi oleh keberhasilan petani transmigran di desanya, dia mengembangkan minat terhadap budidaya hortikultura sebagai pendapatan alternatif bagi keluarganya selain dari perkebunan kelapa sawit.

Suku Dayak, yang terkenal dengan keterampilan berburu dan meramu tanaman obat, secara tradisional kurang tertarik pada pertanian. Namun, Daniel membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kemauan, siapa pun dapat unggul dalam pertanian. Dirinya mulai mendorong keluarganya sendiri untuk menekuni pertanian. Melalui kelas SL Solidaridad, Daniel memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang praktik pertanian berkelanjutan, khususnya pertanian regeneratif.

Ia menyadari ketergantungannya sebelum ini pada pupuk kimia dan mulai menyeimbangkannya dengan pupuk organik lebih tepatnya kompos, untuk menjaga kesehatan tanah. Termasuk pendekatan yang lebih hati-hati terhadap penggunaan pestisida serta kepatuhan terhadap good agricultural practices (GAP) atau praktik terbaik pertanian yang diterapkan pada tanaman sawit dan tanaman kebun di sela-sela kebun sawitnya.

Artikel Terkait