Jakarta, SAWIT INDONESIA - Asian Agri menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dalam rangka Program Ketahanan Pangan Jagung di Riau. Program tumpang sari jagung di lahan sawit ini setidaknya akan direalisasikan di 10 hektar lahan dari 100 hektar yang ditargetkan.
Kapolda Riau AKBP Isa Iman Syahroni, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Program Ketahanan Pangan Jagung di Riau merupakan insiasinya yang bersifat mandatory atau wajib bagi semua stakeholder sawit.
Menurutnya program tersebut merujuk luas lahan yang dimiliki oleh korporasi yaitu 7 persen dari luas Hak Guna Usaha (HGU) wajib Tumpangsari Jagung-Sawit Muda dan 2% dari luas HGU wajib Monokultur Jagung. Namun, jika pemilik HGU sawit tidak memiliki lahan kosong atau lahan replanting, maka dapat melakukan kerjasama dengan masyarakat, atau pemerintah desa untuk mendayagunakan lahan-lahan kosong atau lahan tidak produktif.
Demikian disampaikan Kapolda dalam kolaborasi yang dilaksanakan di Aula Polda Riau hari ini, Selasa (4/02/2025) yang dihadiri paling tidak 120 perwakilan stakeholder sawit.
Perwakilan Asian Agri Doni Zendarto mengatakan pihaknya mendukung agenda yang merupakan program ketahanan pangan arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Dikarenakan lahan HGU Asian Agri di Riau tidak memungkinkan ditumpangsarikan dengan jagung lantaran tanaman sawit dalam masa usia produktif, maka pihaknya melakukan koordinasi dengan APKASINDO Kabupaten Rokan Hilir.
“..dan lahan kosong untuk monokultur jagung juga tidak tersedia, maka Asian Agri menggandeng APKASINDO. Intinya kami mendukung program ketahanan pangan dan kemitraan ketahanan pangan ini semangat baru buat kami untuk bisa mewujudkan kemandirian pangan melalui tumpangsari jagung dengan sawit masyarakat yang mengikuti program PSR (peremajaan sawit rakyat),” ujar Doni.
Ketua APKASINDO Kabupaten Rokan Hilir, Tommy E Sihombing mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi semua piha yang melibatkan Koperasi Makmur Mandiri Karya. Dia juga turu mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Riau, Kapolres Rokan Hilir, Asian Agri Group, serta Ketua DPW APKASINDO Riau, KH Suher dan Ketua Umum APKASINDO Dr. Gulat Manurung.
“Program Tumpangsari Sawit PSR dengan jagung Tahap I ini total luasnya 10 hektar dari target kami 100 hektar dan semuanya di lahan PSR Program Kementan-BPDPKS. Kami mohon dukungan korporasi sawit untuk bisa mendukung petani sawit mewujudkan kebijakan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Tommy di lokasi acara.
Kapolres Rokan Hilir dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada APKASINDO Rokan Hilir atas kesigapannya mewujud-nyatakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk Ketahanan Pangan.
“Hari ini kita mulai tahap I seluas 10 hektar dan tentunya apresiasi dari Bapak Kapolda atas kemitraan yang sudah dibangun oleh PT Asian Agri, apalagi APKASINDO juga merangkai acara ini dengan berbagi kasih dengan anak yatim semakin menambah kesejukan, terkhusus dibulan suci Ramadan,” ujar Kapolres Rokan Hilir mengakhiri sambutannya yang ditutup dengan pantun.
Acara Tanam Perdana Jagung Tumpang-Sari dengan Sawit PSR ini dihadiri oleh Pengurus dan anggota dari 8 koperasi PSR, Perwakilan Pemkab Rokan Hilir, Perwakilan Dandim Rokan Hilir, Perwakilan Kajari Rokan Hilir, Perwakilan dari Asian Agri Group, Camat, Kepala Desa, Kapolsek, Perwakilan Bank Riau, Bank BRI, APKSINDO Rokan Hilir dan puluhan anak yatim.














