Muhamad Nasuha dan Seria Pakpahan membuktikan lulusan AKPY-STIPER dapat meniti karir sampai ke level manajer. Apa kunci suksesnya?
Kisah dua alumni Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) tersebut membuktikan bahwa pendidikan vokasi (Diploma 1/D1) dapat membangun karier hingga posisi strategis di industri kelapa sawit. Kompetensi teknis, pengalaman kerja, kedisiplinan, dan integritas menjadi bekal penting untuk terus berkembang.
Nasuha dan Seria membagikan pengalaman mereka saat memberikan motivasi kepada 862 mahasiswa baru AKPY-STIPER dalam kegiatan Pembukaan Kuliah dan Bintalfisdisbun Tahun Akademik 2026/2027 di SEAT (KP2 STIPER), Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (7 Oktober 2026).
Dari Lulusan D1 hingga Manajer Pabrik
Bagi Nasuha, pendidikan vokasi menjadi jalan untuk mewujudkan keinginannya mengenyam pendidikan tinggi. Berasal dari keluarga sederhana di Lampung, ia sempat terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya dulu ingin kuliah, tetapi tidak punya uang. Ketika ada kesempatan mendapatkan pendidikan D1, saya ambil,” ujar Nasuha.
Menempuh pendidikan yang kala itu setara Diploma 1 (D1) di AKPY-STIPER pada 2010, Nasuha kemudian bergabung dengan perusahaan yang saat itu bernama PT Swakarsa Sinar Sentosa, kini menjadi bagian dari
DSN Group. Ia memulai karier sebagai operator pabrik bersama sekitar 30 lulusan lainnya.
Sembilan bulan kemudian, ia dipindahkan ke bagian administrasi produksi. Meski pekerjaan tersebut sempat kurang sesuai dengan minatnya, Nasuha memilih beradaptasi dan belajar mencintai pekerjaannya.
“Kalau saya tidak percaya dan tidak mengikhlaskan diri sendiri, saya tidak akan sukses. Akhirnya saya belajar mencintai pekerjaan,” katanya.
Pada 2014, ia kembali mendalami proses pengolahan dengan menjadi mandor proses. Dari posisi tersebut, Nasuha mulai melakukan perbaikan operasional, termasuk mencari peluang efisiensi penggunaan bahan bakar.
Kariernya terus berkembang melalui sejumlah penugasan, mulai dari staf gudang, pendukung produksi, hingga bagian proses PKS. Pada 2021, ia bertugas di unit lain, kemudian dipercaya menjadi asisten kepala (askep) pada 2023. Puncaknya, ia diangkat menjadi manajer PKS pada 2025.
Sebagai manajer, Nasuha bertanggung jawab menjaga kelancaran produksi, meningkatkan efisiensi, dan mencari peluang pendapatan baru, salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan serta penjualan cangkang sawit.
Ia mengaku sempat meragukan kemampuannya ketika mendapat promosi. Namun, kepercayaan atasan mendorongnya menerima tanggung jawab tersebut.
“Saya sempat merasa masih prematur. Saya bertanya kepada atasan apakah beliau percaya kepada saya. Beliau menjawab percaya. Kalau orang lain percaya kepada saya, saya harus menjalankan kepercayaan itu,” ujarnya.
Menurut Nasuha, pendidikan AKPY-STIPER membantunya beradaptasi karena telah mengenal tahapan pengolahan dan peralatan pabrik sejak kuliah.
“Di AKPY saya sudah dikenalkan dari stasiun satu sampai stasiun lainnya. Jadi ketika masuk pabrik, saya sudah tahu nama dan fungsi mesinnya,” katanya.
Perempuan Juga Bisa Menempati Posisi Strategis
Perjalanan Seria Pakpahan menunjukkan jalur karier berbeda. Alumni AKPY-STIPER angkatan keenam yang lulus pada 2022 ini memulai karier di PT Astra Agro Lestari setelah menjalani magang selama tiga bulan.
Ia kemudian ditempatkan di Sulawesi Barat sebagai Mandor Rawat Pruning selama tiga tahun. Memasuki tahun keempat bekerja, Seria memperoleh promosi menjadi supervisor sekaligus penanggung jawab SHE di PT Tunggal Perkasa Plantations, Riau.
Seria mengaku awalnya tidak mengenal industri kelapa sawit. Namun, pendidikan di AKPY-STIPER membuatnya memahami potensi industri tersebut sebagai tempat membangun karier.
“Awalnya saya tidak mengenal sawit. Namun, ketika masuk AKPY-STIPER, saya mulai melihat bahwa industri sawit memiliki potensi besar untuk karier,” ujarnya.
Menurut Seria, pendidikan vokasi tidak hanya memberikan pengetahuan teknis perkebunan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, mental, dan kemampuan kepemimpinan.
Pengalaman sebagai mandor perawatan mengajarkannya mengarahkan anggota tim, membangun kerja sama, dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Bekal tersebut terus diterapkan ketika menjalankan tanggung jawab di bidang SHE, yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan kerja, dan pengelolaan lingkungan.
“Pendidikan leadership di AKPY mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang bijaksana dan membangun hubungan yang baik dengan tim. Itu yang saya ingat dan terapkan ketika mulai bekerja,” katanya.
Seria juga menilai pembinaan mental dan praktik lapangan menjadi bekal penting menghadapi tantangan dunia kerja.
“Seberat apa pun tantangan di dunia kerja, mental yang saya dapatkan dari AKPY membantu saya bertahan sampai sekarang,” ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa perempuan agar tidak membatasi pilihan karier karena menganggap perkebunan hanya cocok untuk laki-laki.
“Jangan pernah merasa bahwa dunia perkebunan hanya untuk laki-laki. Perempuan juga memiliki kesempatan untuk belajar, memimpin, dan berkembang di industri ini,” pesannya.
Kompetensi dan Integritas Jadi Kunci
Meski menempuh jalur berbeda, Nasuha dan Seria sepakat bahwa pendidikan merupakan fondasi yang harus diperkuat melalui pengalaman dan kemauan belajar.
Nasuha menekankan pentingnya integritas dalam membangun kepercayaan dan memperoleh tanggung jawab lebih besar. Ia masih mengingat pesan dosennya, Harsunu: boleh salah, tetapi tidak boleh berbohong.
“Kalau kita punya ilmu, disiplin dan kemampuan tetapi tidak punya integritas, semuanya tidak berarti. Integritas yang membuat seseorang dipercaya,” tegasnya.
Sementara itu, Seria mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan praktik lapangan dan magang untuk memperkuat kompetensi serta membuktikan kemampuan melalui hasil kerja.
Kepada mahasiswa baru, Nasuha berpesan agar tidak minder dengan jenjang pendidikan vokasi yang ditempuh.
“Jangan berkecil hati. Yang penting bagaimana kita menjalani pendidikan, membangun kemampuan, menjaga mental dan integritas. Kesempatan untuk berkembang selalu ada,” katanya.
Kisah keduanya menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak berhenti pada keberhasilan memperoleh pekerjaan pertama. Dari operator hingga manajer PKS, serta dari mandor perawatan hingga supervisor SHE, alumni AKPY-STIPER memiliki peluang untuk berkembang melalui perpaduan ilmu, pengalaman, kedisiplinan, kepemimpinan, dan integritas.
















