• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Lewat Pelatihan Teknis Budidaya, BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training Dorong Produktivitas Pekebun Musi Rawas

Palembang, SAWIT INDONESIA – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan benih unggul atau perluasan areal tanam. Kunci utamanya terletak pada kemampuan pekebun menerapkan teknik budidaya yang benar sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Atas dasar itu, sebanyak 99 pekebun asal Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengikuti pelatihan ‘Teknis Budidaya Kelapa Sawit’ sebagai bekal untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengelola kebun secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Pelatihan yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 di hotel termana di Palembang, merupakan bagian implementasi dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pekebun agar mampu meningkatkan produktivitas kebun melalui penerapan teknik budidaya yang tepat sejak tahap pembibitan hingga pemeliharaan tanaman menghasilkan.

Selama enam hari, peserta memperoleh pembelajaran yang memadukan teori, diskusi interaktif, praktikum, simulasi, dan praktik lapangan. Metode tersebut diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi sekaligus memudahkan pekebun menerapkan berbagai inovasi budidaya di kebun masing-masing setelah pelatihan berakhir.

Kegiatan dibuka secara resmi dengan kehadiran sejumlah perwakilan pemerintah pusat dan daerah. Hadir mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dr. M. Apuk Ismane selaku Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan. Turut hadir mewakili Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Mula Putra, S.E., M.Sc., selaku Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma. Hadir pula Herlan Kagami, S.P., M.Si., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, serta Kgs. M. Effendi Fery, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Rawas.

Pelatihan menghadirkan akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang perkebunan kelapa sawit, antara lain Prof. Dr. Ir. Hariyadi, M.S., Prof. Dr. Ir. Suwardi, M.Agr., Dr. Ir. Supijatno, M.Si., Dr. Ir. Budi Nugroho, M.Si., Dr. Ir. Ruly Anwar, M.Si., Dr. Ir. Abdul Qadir, M.Si., Dr. Ari Agung Nugroho, S.E., MBA, Dr. Cecep Ijang Wahyudin, S.P., M.Si., Ir. Sri Hermawan, Ir. Sofyan Zaman, M.P., Abdul Rosid, S.E., dan Ismail, S.P., M.Si. Kehadiran para narasumber memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari praktik budidaya berdasarkan pengalaman lapangan serta hasil penelitian terbaru yang relevan dengan kondisi perkebunan rakyat.

Materi yang diberikan berfokus pada teknik budidaya yang berpengaruh langsung terhadap produktivitas tanaman. Mulai dari penggunaan benih unggul dan legal, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemanfaatan legume cover crop, pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), hingga pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM). Selain itu, peserta juga dibekali teknik pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman, pengendalian gulma, serta pengelolaan hama dan penyakit tanaman agar produktivitas kebun dapat dipertahankan secara optimal.

Penguatan keterampilan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Berbagai sesi praktikum diselenggarakan agar peserta mampu mempraktikkan langsung materi yang diperoleh. Praktikum meliputi pengujian pupuk melalui proses pelarutan untuk mengenali karakteristik pupuk, penggunaan pH meter dan kertas lakmus untuk mengukur tingkat keasaman tanah sebagai dasar rekomendasi pemupukan, penggunaan alat ponjok dalam kegiatan pembibitan, hingga praktik pengajiran untuk menentukan titik dan jarak tanam sesuai standar.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para pekebun aktif berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, seperti penggunaan bibit unggul, teknik pemupukan yang tepat, pengendalian gulma, hingga penanganan hama dan penyakit tanaman. Berbagai persoalan tersebut dibahas bersama narasumber sehingga peserta memperoleh solusi yang dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing.

Sebagai penguatan pembelajaran, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke PPK Sembawa. Pada kegiatan ini, peserta mengunjungi area pembibitan (nursery), Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), dan Tanaman Menghasilkan (TM) untuk melihat secara langsung penerapan teknik budidaya yang telah dipelajari selama pelatihan.

Di area pembibitan, peserta mempelajari proses produksi bibit unggul yang menjadi fondasi produktivitas tanaman. Sementara di areal TBM, peserta mengamati teknik pemeliharaan tanaman muda agar mampu tumbuh optimal hingga memasuki fase produksi. Adapun di areal TM, peserta mempelajari praktik pemangkasan, pemeliharaan tanaman menghasilkan, hingga teknik pengelolaan kebun yang bertujuan mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas tandan buah segar (TBS).

Perpaduan pembelajaran di kelas, praktikum, dan kunjungan lapangan memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Pekebun tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat secara langsung penerapan teknik budidaya yang terbukti efektif meningkatkan produktivitas kebun.

Melalui pelatihan ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training terus mendorong lahirnya pekebun sawit yang lebih kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menerapkan praktik budidaya berkelanjutan. Dengan meningkatnya kemampuan teknis pekebun, produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Musi Rawas diharapkan terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan, kesejahteraan pekebun, serta daya saing industri sawit nasional.

Artikel Terkait