• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Lengkapi Ilmu Budidaya Sawit, Peserta Pelatihan Petani Sawit Kunjungi Kebun Perusahaan

Palembang, SAWIT INDONESIA – Untuk melengkapi pengetahuan dan pemahaman perihal teknis budidaya kelapa sawit, peserta pelatihan mendapat kesempatan mengunjungi kebun yang dikelola perusahaan untuk studi banding.

Hal tersebut menjadi salah satu rangkaian pada pelatihan yang diadakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjen Perkebunan (Kementerian Pertanian), implementasi dari program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, menyampaikan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, setiap kegiatan pelatihan petani sawit yang diadakan AKPY, selalu dilengkapi dengan kunjungan ke kebun milik perusahaan.

"Kegiatan studi banding ini bertujuan sebagai pelengkap kegiatan pelatihan petani sawit (program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit) dari BPDP – Ditjen Perkebunan. Dalam kunjungan para peserta diajak langsung ke kebun milik perusahaan untuk melihat praktik-praktik budidaya kelapa sawit sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP), yang telah diterapkan perusahaan," ujarnya, di sela-sela kegiatan studi banding di kebun PT Bina Sawit Makmur (PT Sampoerna Agro, Tbk), Ogan Komering Ilir – Sumatera Selatan, pada Sabtu (10 Mei 2025).

Menurut Dr. Sri Gunawan, kunjungan atau studi banding dalam pelatihan petani sawit penting dilakukan. Kenapa? ini akan melengkapi pengetahuan dan pemahaman petani sawit terkait teknis budidaya kelapa sawit.

"Setelah mendapatkan teori, kemudian teori dan pengalaman pribadi (mengelola kebun sawit) dibandingkan dengan pengelolaan kebun milik perusahaan. Ini akan menjadi pembelajaran yang baik dan benar bagi petani sawit dalam mengelola kebunnya. Ending-nya, akan meningkatkan produktivitas, keberlanjutan dan kesejahteraan petani sawit," jelas Dr. Sri Gunawan.

Dalam kunjungan itu, sebanyak 114 peserta dari Kabupaten Muara Enim dan Musi Rawas Utara – Sumatera Selatan, mendapatkan penjelasan langsung dari pihak perusahaan perkebunan sawit (PT Bina Sawit Makmur) mulai dari pembibitan dan perawatan kebun sawit tahap Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM).

Manager Kebun PT Bina Sawit Makmur (BSM), Benris Tamba, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan peserta pelatihan petani sawit ke kebun perusahaan (BSM).

"Pada kunjungan ini, petani sawit bisa melihat langsung praktik pengelolaan kebun sawit sesuai Good Agricultural Practices (GAP) yang dilakukan BSM," ujarnya, saat ditemui di sela-sela acara kunjungan petani sawit.

"Yang tidak kalah penting dalam budidaya kelapa sawit yaitu pemilihan bibit unggul dan tersertifikat. Ini yang harus dipahami para petani. Petani sawit harus menanam bibit sawit yang berasal dari benih unggul. Selain itu, perawatan juga harus dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar, sehingga hasilnya pun bisa optimal. Dengan kata lain, proses-proses juga harus dilakukan harus dilakukan dengan baik dan benar," jelas Benris.

Maka, katanya, edukasi kepada petani sawit harus terus dilakukan agar para petani sawit khususnya di Sumatera Selatan memahami budidaya sawit dengan baik dan benar.

"Untuk itu, kami tidak menutup diri atau membuka kesempatan kepada para petani sawit yang berkunjung ke kebun untuk belajar budidaya sawit. Salah satunya menerima kunjungan para peserta pelatihan petani sawit yang berkunjung ke kebun BSM. Kami berikan ilmu budidaya kelapa sawit sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP) dan Best Management Practices (BMP)," sambung Benris.

Artikel Terkait