Program learning factory bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki wawasan akademik yang kuat melainkan keterampilan teknis yang siap diterapkan di dunia kerja khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.
Untuk membekali mahasiswanya agar lebih siap terjun ke dunia usaha dunia industri (DUDI), Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY ‘STIPER’) memiliki program yang sangat impelentatif. Melalui program Learning Factory yaitu kegiatan praktik lapangan dengan konsep learning by doing.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi mahasiswa, tidak hanya teori melainkan praktik langsung di lapangan (perkebunan kelapa sawit), yang dilaksanakan di Stiper Edu Agro Tourism (SEAT) Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2), di Ungaran - Semarang, Jawa Tengah.
Untuk diketahui, SEAT KP2 ini merupakan asset yayasan yang menaungi AKPY ‘STIPER’ yang diperuntukkan “kawah candra dimuka” bagimahasiswa.
Secara rinci dalam pelaksanaannya program learning factory dibagi menjadi empat gelombang, untuk gelombang pertama dilaksanakan pada 12 – 23 Januari 2025 (10 hari kerja efektif), diikuti 159 orang dari total 596 orang. Dilanjutkan gelombang berikutnya hingga berakhir pada 25 Februari 2025. Program inidiikuti oleh seluruh mahasiswa AKPY ‘STIPER’ (dari program Beasiswa Sawit BPDP, KIP Kuliah dan Reguler jenjang Diploma I prodi Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit dan Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit.
Direktur AKPY ‘STIPER’, Dr. Sri Gunawan, SP,MP,IPU menyampaikan kegiatan praktik kerja lapangan yang disebut Learning Factory berbasis learning by doing. Jadi maksudnya, mahasiswa belajar dan mengerjakan secara langsung di kebun kelapa sawit.
“Melalui Learning Factory, kami ingin menyiapkan mahasiswa-mahasiswi AKPY ‘STIPER’ sebelum memasuki dunia kerja dunia industri. Menyiapkan mahasiswa dengan pengetahunan perkebunan kelapa sawit secara komprehensif, mental yang tangguh serta kedisiplinan yang tinggi agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja setelah selesai menjalani pendidikan,” ujarnya saat ditemui di Ungaran, Jawa Tengah, pada Selasa (14 Januari 2025).
“Secara teknis dalam pelaksanaan Learning Factory, mahasiswa diberikan beragam materi mulai dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan hingga panen, yang disampaikan oleh praktisi perkebunan dan didampingi oleh dosen. Bahkan, ada dari pihak perusahaan yang turut hadir dan memberikan materi tambahan,” jelasDr. Sri Gunawan menambahkan.
Kegiatan Learning Factory sebagai bagian dari tahapan pembelajaran mahasiswa-mahasiswi AKPY ‘STIPER’ yang sudah belajar selama kurang lebih empat bulan di kampus.
Dijelaskan Dr. Sri Gunawan, setelah mendapatkan teori mahasiswa dimasukkan ke “kawah candra dimuka-nya” AKPY STIPER (SEAT KP2 Ungaran) untuk melaksanakan kegiatan Learning Factory selama dua pekan (masing-masing gelombang).
“Dengan adanya kombinasi antara teori, praktik, serta fasilitas yang memadai, Learning Factory bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki wawasan akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan teknis yang siap diterapkan di dunia kerja, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit,” jelasnya
"Harapan kami, secara skill dan pengetahuan sudah didapat oleh mahasiswa melalui kegiatan Learning Factory. Menjadi bekal untuk menampaki tahap selanjutnya yaitu magang di perusahaan sekaligus on job training. Terjadwal, mahasiswa akan melaksanakan magang dan on job training pada Mei hingga Agustus 2025," jelasnya.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 161)














