• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi Pendidikan dan Industri, INSTIPER Bangun Teaching Plant Sawit Berteknologi SPOT

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Langkah konkret dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri kembali ditunjukkan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), yayasan yang menaungi INSTIPER Yogyakarta dan AKPY - STIPER. Melalui kerja sama strategis dengan PT Nusantara Green Energy, sebuah terobosan pengembangan teknologi pengolahan kelapa sawit berbasis Teaching Plant Steamless Palm Oil Technology (SPOT) resmi dimulai.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di kampus Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) pada Selasa (14 April 2026) menjadi penanda awal kolaborasi ini. Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Ir. Purwadi, M.S., bersama Direktur Utama PT Nusantara Green Energy, Iman Dermawan, menandatangani kesepakatan yang diharapkan membawa dampak luas bagi penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan teknologi di sektor perkebunan.

Tak berhenti pada seremoni, agenda dilanjutkan dengan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa sawit berbasis teknologi SPOT yang berlokasi satu kawasan dengan Technology and Innovation Center INSTIPER. Pabrik ini dirancang sebagai teaching plant atau learning factory yang akan menjadi pusat pembelajaran praktis sekaligus laboratorium riset hilirisasi teknologi sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Purwadi, menjelaskan pembagian peran dalam kolaborasi tersebut. Pada kerja sama ini, YPKPY akan menyediakan lahan dan infrastruktur pendukung, sementara PT Nusantara Green Energy bertanggung jawab dalam penyediaan teknologi serta peralatan pengolahan sawit berbasis sistem SPOT.

“Kedua pihak juga sepakat untuk berkolaborasi dalam penyediaan sumber daya manusia atau ahli dibidang masing-masing dalam operasional Pengembangan Teaching Plant SPOT. Pabrik ini juga dapat menjadi tempat riset dosen dan mahasiswa INSTIPER dan AKPY,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Nusantara Green Energy, Petrus Tjandra, yang juga merupakan alumni INSTIPER, mengutarakan keunggulan teknologi yang diusung.

“Pabrik kelapa sawit dengan teknologi SPOT atau Steamless Palm Oil Technology merupakan pabrik kelapa sawit sistem kering yang merupakan solusi dari permasalahan pabrik kelapa sawit konvensional saat ini. Yang membedakan pengolahan kelapa sawit teknologi SPOT dengan sistem basah konvensional adalah tidak menggunakan uap panas namun menggunakan udara panas sehingga tidak memelukan sterilizer dan boiler sehingga tidak menghasilkan limbah cair,” ujarnya.

“Dengan tidak adanya limbah cair maka sistem ini menjadi lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu pabrik ini juga memiliki kapasitas produksi yang lebih kecil daripada pabrik konvensional sehingga cocok untuk petani rakyat di Indonesia dan dapat ditempatkan dekat dengan kebun,” imbuh Petrus.

Melalui sinergi ini, INSTIPER diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri perkebunan. Lebih dari itu, kehadiran teaching plant berbasis SPOT ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong inovasi pengolahan kelapa sawit yang berkelanjutan, efisien, dan inklusif bagi petani di Indonesia.

Artikel Terkait