• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi Hai Sawit Indonesia dan BPDPKS Dukung Pengembangan Produk Sawit Skala UKM

Garut, SAWIT INDONESIA – Dalam rangka mendukung pengembangan produk sawit, Hai Sawit Indonesia berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan kegiatan praktik hilirisasi sawit skala UKM.

Kali ini mengusung tema ‘Peran UKMK Sawit Untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Garut’. Kegiatan yang dikemas melalui workshop ini diadakan di salah satu hotel di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Kamis (21 November 2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Asep Mulyana S.IP., M.Si, Kabupaten Garut, Akademisi Sekolah Vokasi IPB, Emil Wahdi, S.Si, M.Si, dan perwakilan dari perusahaan (PT Tugro Indo Bersaudara), Zavied Namah dan Krisroman, dan para peserta.

Direktur, PT. Hai Sawit Indonesia (Hai Sawit Indonesia), M Danang MRQ menyampaikan Usaha Kecil dan Menengah serta Koperasi menjadi bagian dari penggerak ekonomi Masyarakat.

“Dalam mendukung dan berkontribusi terhadap peningkatan dan pengembangan UKM Sawit di berbagai daerah, Hai Sawit sebagai sebuah media turut berperan melalui sarana promosi maupun kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

“Untuk kegiatan praktik hilirisasi sawit skala UKM, peserta akan mempelajari cara membuat sabun dengan bahan dasar minyak sawit. Dengan harapan produk ini dapat menjadi ciri khas daerah Garut sebagai salah satu wilayah penghasil sawit,” imbuh Danang.

Pada kegiatan ini peserta bukan hanya mempelajari cara membuat sabun dengan bahan dasar minyak sawit tetapi juga mempraktekkan pembuatan akun platform penjualan online untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Pada kesempatan yang sama, Senior Staff BPDPKS, Anwar Sadat mengutarakan kelapa sawit tidak hanya berfungsi sebagai bahan baku untuk produk-produk seperti sabun, sampo, margarin, dan lipstik, tetapi juga memiliki potensi sebagai bahan energi terbarukan.

“Inovasi dalam penggunaan kelapa sawit ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UKMK di pasar global. Dengan adanya inovasi dalam pembuatan produk dekomposit berbasis sawit, dapat menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi Masyarakat,” jelasnya.

Sebagai informasi, BPDPKS memiliki beberapa program yang fokus dalam pengembangan UKM Sawit di berbagai daerah melalui beberapa program yaitu Program kemitraan UKMK, Gebyar UKMK Berbasis Sawit, Workshop Pengembangan Produk Kerajinan dan Batik Sawit Skala UKMK, dan Beasiswa Sawit BPDPKS.

Adapun produk UKMK berbasis sawit yang saat ini sudah dikembangkan diantaranya Batik Sawit, Kerajinan Lidi Sawit, Lilin Sawit, Handsoap, Helm Sawit, Produk Kecantikan, Handsanitizer, Pakan Ternak, Gula Sawit, dan Aneka Produk Pangan.

Untuk mendukung salah satu program BPDPKS, Hai Sawit ikut berkolaborasi dalam kegiatan gebyar UKMK berbasis sawit UKMK untuk mendukung UKMK sawit go international dengan mengadakan kegiatan praktek hilirisasi sawit skala UKM dimana dalam kegiatan ini peserta di berikan materi dan praktek dalam pembuatan sabun berbahan dasar minyak sawit.

Terselenggaranya kegiatan kegiatan praktik hilirisasi sawit skala UKM yang diadakan Hai Sawit Indonesia dan BPDPKS mendapat apresiasi dari pemerintah kabupaten Garut, yang disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kabupaten Garut, Asep Mulyana S.IP., M.Si.

“Langkah ini dapat memperkuat sektor UKM di Jawa Barat salah satunya di Garut. Saat ini pemerintah Jawa Barat akan meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru yang dinamakan KUR Ca'ang, sebagai bentuk dukungan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah ini,” ucapnya.

Program KUR Ca'ang memberikan subsidi berupa pengurangan bunga, yang akan diberikan melalui Bank Jabar (Bank Jawa Barat), untuk meringankan beban pembiayaan UKM dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Program ini dirancang untuk memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau bagi para pelaku UKM, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing di pasar,” sambung Asep.

“Harapannya melalui kegiatan praktik hilirisasi sawit skala UKM dapat menciptakan lebih banyak inovasi dan peningkatan produktivitas di sektor UKM, khususnya yang berbasis perkebunan sawit,” pungkasnya.

Artikel Terkait