• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi Apical, Kao, dan Asian Agri Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA Program SMILE (Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment) dari tiga entitas usaha yaitu Kao, Apical, Asian Agri yang diluncurkan pada 2020 lalu, menunjukkan pencapaian. Pencapaian meliputi partisipasi dari 698 petani plasma untuk program SMILE fase pertama, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Inti Indosawit Subur (unit bisnis Asian Agri) dengan masing-masing koperasi di Provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Jambi serta audit dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Tidak hanya itu, program SMILE juga merayakan 239 petani swadaya di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, yang telah lolos audit RSPO pada 18-21 April 2022 lalu, dengan hasil tanpa temuan. Sertifikat RSPO diserahkan Bernard A. Riedo, Director of Sustainability and Stakeholder Relations Asian Agri; Bremen Yong, Director of Sustainability Apical; Maeda Yasuhiko, President Director of PT Kao Indonesia Chemicals; dan Guntur Cahyo Prabowo, Acting Head of Smallholders RSPO Indonesia, kepada Ketua Koperasi Konsumen Tebing Tinggi Pangkatan Sejahtera, Khairul Anam, pada Kamis (14 Juli 2022). Sebagai informasi, SMILE adalah program bersama antara Kao, Apical, Asian Agri untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian petani dengan mengatasi hambatan yang dapat mempengaruhi produktivitas petani swadaya. Program ini fokus pada penguatan praktik terbaik dan berkelanjutan serta tahan terhadap perubahan iklim. Director of Sustainability & Stakeholder Relations Asian Agri, Bernard A. Riedo mengutarakan industri kelapa sawit sangat penting bagi negara berkembang, termasuk Indonesia karena membantu menciptakan lapangan kerja bagi 2,6 juta petani. “Petani swadaya menyumbang sekitar 40% dari produksi minyak sawit di Indonesia. Kami berharap dengan adanya program SMILE dapat terus meningkatkan kesejahteraan para petani swadaya. Kami sangat bangga dengan para petani mitra kami yang telah berhasil menyelesaikan audit RSPO dengan hasil tanpa temuan,” ujar Bernard. Sementara itu, Bremen Yong mengatakan peluncuran program SMILE untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi yang dapat mempengaruhi mata pencaharian petani swadaya, dengan memberikan pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan pengetahuan teknis. “Sehingga memungkinkan mereka (petani) dalam mencapai sertifikasi RSPO untuk audit fase pertama melalui penerapan praktik manajemen terbaik. Kami bangga atas prestasi yang diraih para petani swadaya. Untuk itu, kami berharap mereka akan terus berkembang di masa depan” kata Bremen Yong. Selanjutnya, Maeda Yasuhiko mengatakan pihaknya merasa terhormat menjadi bagian dari kegiatan sertifikasi ini merupakan pencapaian yang menggembirakan bagi program SMILE. “Melalui program ini, kami dapat membangun rantai pasokan yang berkelanjutan dengan meningkatkan keterampilan petani swadaya untuk mengadopsi praktik perkebunan terbaik untuk penghidupan yang lebih baik,” kata Maeda. Petani yang berada di bawah SMILE Fase Pertama akan menjalani audit utama RSPO pada Q3 di tahun 2022, sementara itu progres sertifikasi untuk para petani terus dipantau. Adapun persiapan yang sedang berlangsung saat adalah proses sertifikasi RSPO untuk para petani yang terdaftar di bawah Fase Kedua. Secara teknis audit dilakukan PT Mutuagung Lestari, lembaga sertifikasi terakreditasi internasional, dan mengikuti proses verifikasi yang ketat. Hal ini sejalan dengan Prinsip & Kriteria RSPO yang ketat untuk Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan. Untuk mendapatkan sertifikasi RSPO, para petani terlebih dulu melewati proses audit yang meliputi nol deforestasi, pengelolaan limbah, dan perlindungan terhadap lahan gambut. Audit untuk memastikan praktik perkebunan yang dilakukan petani adalah praktik terbaik berkelanjutan dan tahan terhadap perubahan iklim. Ending-nya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani yang telah mengadopsi praktik manajemen terbaik untuk meningkatkan produktivitas. Pada kesempatan yang sama, Khairul Anam, Ketua Koperasi sangat senang menerima sertifikat RSPO pertama dari program SMILE menyampaikan dampak program SMILE sangat besar bagi kami (petani). “Kami tidak hanya mendapatkan manfaat dalam mempelajari metode agrofarming yang tepat untuk mengelola perkebunan sawit. Selain itu, kami mendapatkan peralatan tambahan selain premi yang diberikan. Dengan banyaknya manfaat dari program SMILE, kami berharap petani lainnya juga tertarik untuk mengikuti program ini,” kata Anam.

Artikel Terkait