Penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh mitra industri, asosiasi, instruktur, asesor, serta seluruh peserta pelatihan yang telah menjadi bagian dari perjalanan PT Daya Guna Lestari (DGL).
PT Daya Guna Lestari (DGL) kembali mendapat apresiasi atas kinerja yang dilakukan dalam bentuk penghargaan di 4th Sawit Indonesia Award 2025. Kali ini, penghargaan yang diterima kategori Lembaga Pelatihan SDM Sawit Berkualitas.
Penghargaan diterima Wakil Direktur PT Daya Guna Lestari, M. Danang MRQ, dari Direktur Marketing Majalah Sawit Indonesia, Yasin Permana, pada Selasa (16 Desember 2025), di Hotel Royal Kuningan – Jakarta.
M. Danang MRQ menyampaikan bahwa penghargaan Sawit Indonesia Award ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi PT Daya Guna Lestari.
“Bagi kami, ini bukan sekadar pengakuan institusi, tetapi bukti bahwa komitmen PT DGL sebagai lembaga pelatihan, sertifikasi, dan profesi SDM sawit telah berada pada jalur yang tepat. Penghargaan ini menjadi penguat semangat bagi seluruh tim untuk terus menjaga kualitas, integritas, dan relevansi program pelatihan yang kami selenggarakan bagi industri kelapa sawit nasional,” ujarnya.
Diketahui, PT DGL 3 tahun berturut-turut menerima penghargaan di ajang Sawit Indonesia Award, dengan kategori berbeda di setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan atas kinerjanya dalam mendukung industri sawit, dari sisi pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Dikatakan Danang, pencapaian tiga tahun berturut-turut ini dimaknai sebagai tanggung jawab yang semakin besar. Ke depan, PT DGL berharap dapat terus meningkatkan standar mutu pelatihan dan sertifikasi SDM sawit, memperluas jangkauan program hingga ke daerah sentra perkebunan, serta berkontribusi lebih aktif dalam mencetak SDM sawit yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.
“Kami juga berharap penghargaan ini dapat memperkuat kolaborasi dengan industri, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit Indonesia,” katanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Majalah Sawit Indonesia selaku penyelenggara Sawit Indonesia Award atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan kepada PT Daya Guna Lestari. Penghargaan ini juga kami dedikasikan kepada seluruh mitra industri, asosiasi, instruktur, asesor, serta seluruh peserta pelatihan yang telah menjadi bagian dari perjalanan PT DGL. Dukungan dan kolaborasi semua pihak menjadi energi utama bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan SDM kelapa sawit Indonesia yang berkualitas, profesional, dan berkelanjutan,” imbuh Danang.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan profesi SDM kelapa sawit, PT DGL secara konsisten menempatkan kualitas sebagai fondasi utama. Setiap program dirancang berbasis kebutuhan industri, standar kompetensi, serta praktik terbaik di sektor perkebunan sawit.
Pada tahun 2025, PT Daya Guna Lestari juga telah resmi terdaftar dan diakui sebagai Lembaga Pelatihan (LP) ISPO serta Lembaga Konsultan (LK) ISPO, yang semakin menegaskan peran strategis perusahaan dalam mendukung penerapan dan penguatan sistem Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) melalui pengembangan kapasitas dan pendampingan sumber daya manusia di sektor kelapa sawit.
Penghargaan yang diterima menjadi pengakuan bahwa PT DGL tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kompetensi, dan profesionalisme SDM sawit yang siap menghadapi tantangan industri ke depan.
Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025, Qayuum Amri mengutarakan sudah sepatutnya PT DGL mendapatkan apresiasi dalam wujud penghargaaan atas upaya yang telah dilakukan mendukung industri sawit berkelanjutan.
“Seperti diketahui, PT DGL merupakan lembaga yang memiliki konsentrasi dalam pengembangan SDM di perkebunan sawit. Bahkan, turut dan dipercaya oleh stakeholders sawit menyelenggarakan pelatihan SDM perkebunan sawit, dalam hal ini melatih petani sawit,” ucapnya.
“PT DGL, satu dari 45 penerima penghargaan di 4th Sawit Indonesia Award 2025, dengan berbagai indikator penilaian yang dilakukan oleh tim penilai. Penilaian tersebut didasarkan pada komunikasi, konsistensi kontribusi dan berkelanjutan, dalam mendukung sawit berkelanjutan,” pungkas Qayuum.














