• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kepedulian PTPN IV Regional III Berbagi Kebahagiaan Bersama Santri

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - BUMN Muda PTPN IV Regional III kembali menunjukkan kepeduliannya dengan melaksanakan kegiatan gotong royong serta berbagi kebahagiaan bersama santri di Pondok Pesantren Roudhatul Ulum. Pesantren yang terletak di Dusun Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ini menjadi salah satu pusat pendidikan penting bagi generasi muda di sekitar Sungai Siak. Corporate Secretary and Legal PTPN IV Regional III Andiansyah Hamdani mengungkapkan bahwa kehadiran BUMN Muda yang berkolaborasi dengan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) merupakan bagian dari inisiatif Sobat Aksi Ramadhan Kementerian BUMN.

"Program ini merupakan bentuk hadirnya BUMN di tengah-tengah masyarakat untuk berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan selama bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Selain itu, Aan, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa program ini juga merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ke-8, yakni memperkuat harmoni sosial dan meningkatkan toleransi antarumat beragama. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN dalam memperkuat nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan solidaritas antara BUMN dengan masyarakat.

"Melalui program ini, BUMN fokus pada menciptakan dampak sosial nyata yang kontribusi dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.

Di lapangan, Captain BUMN Muda Region III Syahdan Ryaldi menuturkan bahwa rekan-rekan milenial dan Gen-Z dari BUMN PTPN IV Regional III turut serta dalam kegiatan gotong royong, seperti mengecat dinding dan tiang mushola di kompleks pesantren. Kegiatan tersebut dilakukan bertepatan dengan ujian tengah semester para santri, sekaligus menandai hari terakhir kegiatan belajar mengajar sebelum memasuki masa libur Ramadan. Tidak hanya berkontribusi dalam pengecatan, Syahdan juga menyampaikan bahwa para anggota BUMN Muda mengadakan kuis interaktif untuk para santri.

Suasana semula yang penuh ketegangan akibat ujian berubah menjadi keceriaan ketika para santri menikmati kebersamaan dengan tim BUMN Muda. Para santri yang awalnya tampak kaku akhirnya larut dalam kegembiraan setelah menerima bingkisan yang telah dipersiapkan oleh tim TJSL dan BUMN Muda. Di sisi lain, anggota BUMN Muda juga bergotong royong membersihkan lingkungan pesantren serta mempercantik mushola yang menjadi tempat ibadah utama para santri selama bulan Ramadan.

"Kegiatan ini membuka peluang pemberdayaan bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan selama Ramadan dan mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu," tuturnya.

Pesantren Roudhatul Ulum yang berada di bawah naungan Yayasan Arifin Achmad Tualang merupakan lembaga pendidikan berbasis agama pertama yang berdiri di Dusun Tualang, Siak. Keberadaan pesantren ini mendapat dukungan dari PTPN IV Regional III, yang pada tahun 2023 menyalurkan dana senilai Rp100 juta untuk pembangunan gedung.

“Pesan saya kepada adik-adik santri, teruslah semangat belajar dan jangan pernah lelah mengejar mimpi kalian,” pesan Syahdan.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Arifin Achmad Tualang, Ustadz Afrianto, mengapresiasi program Sobat Aksi Ramadhan yang digagas oleh BUMN Muda PTPN IV. Ia menegaskan bahwa kehadiran PTPN IV Regional III memiliki peran penting dalam perkembangan pesantren yang telah berdiri selama dua tahun tersebut.

"Dulu PTPN IV datang membantu kami, sekarang rekan-rekan kembali lagi dengan program yang berbeda. Atas nama Yayasan dan seluruh anak didik, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian PTPN IV Regional III kepada para santri kami," katanya.

Pesantren Roudhatul Ulum merupakan pesantren pertama di dusun yang terletak di pinggiran Sungai Siak. Pendirian pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda desa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Ada sebagian santri kita yang tidak memiliki keberuntungan finansial sehingga kita memberikan keringanan. Intinya, kita ingin anak-anak di sini mendapat pendidikan yang layak dan berakhlak," jelasnya.

"Santri kami ini tidak seluruhnya mampu. Sebagian dari mereka berangkat dengan modal nekat hanya untuk belajar. Dan kami maklum akan hal itu sehingga kami dari Yayasan memberikan keringanan untuk mereka," tambahnya, sembari berharap dukungan tidak hanya dari PTPN IV, tetapi juga dari berbagai pihak lainnya di masa mendatang.

Sumber: kabarbumn.com

Artikel Terkait