• Kamis, 1 Oktober 2026
Inovasi

Kenali Tanaman Kelapa Sawit yang Terserang Hama Penggerek Buah Sawit dan Insektisida Pengendaliannya

Kelapa Sawit merupakan komoditi perkebunan yang masih menjadi primadona karena mampu mendorong devisa non migas di Indonesia. Perkembangan industri perkebunan kelapa sawit terbilang sangat menjanjikan, sebab permintaan pasar ekspor terusnaik dan harga jual minyak nabati dan produk turunan lainnya juga tinggi. Salah satu tantangan dalam budidaya kelapa sawit adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Salah satu hama yang paling populer di perkebunan kelapa sawit yaitu hama penggerek buah sawit.

Hama penggerek buah sawit atau Tirathaba mundella merupakan salah satu hama pentingtanaman kelapa sawit di areal gambut. Awalnya hama tersebut akan menyerang bunga dan buah muda, tetapi serangan yang lebih berat akan menyebabkan fruitset sangat rendah sehingga petani dan perkebunan mengalami kerugian ekonomi. Populasi Tirathaba mundella dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang lembab, kastrasi yang tidak tuntas, sanitasi buah yang busuk kurang baik, under prunning, dan aplikasi insektisida yang tidak tepat.

  1. Siklus Hidup

Hama Tirathaba mundella meletakkan telurnya pada tandan buah, kemudian akan menetas menjadi larva/ulat yang menggerek serta membuat lubang pada bunga dan buah sawit. Larva muda berwarna putih kusam, sedangkan larva dewasa berwarna coklat muda sampai coklat tua. Larva dewasa memiliki panjang tubuh 4 cm dengan ditumbuhi sedikit rambut halus.

Saat memasuki fase perubahan bentuk ke pupa, larva ini akan membentuk cocon dari sisa gerekan dan kotoran yang melekat pada tandan. Pupa tersebut berwarna coklat gelap, diselimuti benang-benang halus dari hasil metabolisme tubuh. Stadia pupa berlangsung selama 5-10 hari. Kemudian, pupa akan berubah menjadi ngengat berwarna coklat tua, yang akan menyerang kelapa sawit saat berumur 3-4 tahun atau pada saat tanaman baru pertama kali berproduksi. Siklus hidup hama Tirathaba mundella diperkirakan terjadi kurang lebih 1 bulan.

    2. Gejala Serangan

    Gejala serangan diawali dengan adanya bekas gerekan berupa kotoran ulat berwarna merah tua kecoklatan yang mengering. Adanya kotoran berwarna merah tersebut menandakan terdapat ulat yang aktif menggerek buah. Kotoran tersebut terdapat pada bunga jantan yang masih kuncup atau bunga betina yang baru membentuk buah. Hama Tirathaba mundella umumnya menyerang buah yang masih muda. Apabila ditemukan menyerang buah yang sudah tua, maka diduga keseluruhan tandan buah yang ada telah habis digerek oleh hama tersebut.

        Biasanya bunga yang diserang hama Tirathaba mundella akan gugur dan apabila larva sampai ke bagian inti buah, maka buah tersebut akan rontok sehingga menyebabkan fruitset buah menjadi rendah. Buah muda dan buah yang sudah matang akan digerek dibagian luarnya sehingga meninggalkan cacat sampai panen. Sisa dari gerekan tersebut dan kotoran larva melekat pada permukaan tandan buah sehingga kelihatan kusam.

        3. Pengendalian

        Pengendalian hama Tirathaba mundella harus dilakukan dengan tuntas tanpa membahayakan serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus. Menurut beberapa ahli, berkurangnya populasi serangga penyerbuk mempengaruhi turunnya panen hingga 30%. Oleh karena itu, perlu insektisida yang mampu mengendalikan hama Tirathaba mundella sekaligus menjaga ekosistem.

          (Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 153)

          Artikel Terkait