BELITUNG, SAWIT INDONESIA - Hembusan angin kencang dan sulitnya akses jalan tidak menyurutkan langkah gabungan petugas, pemerintah setempat, dan dunia usaha dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Lasar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Aksi tanggap cepat dilakukan menjelang malam setelah kobaran api dilaporkan mulai mendekati kawasan permukiman warga.
Kondisi darurat tersebut direspons cepat oleh Camat Membalong, Indrawansyah, yang mengoordinasikan permintaan bantuan tambahan pada pukul 17.30 WIB untuk memperkuat personel pemadam di lapangan.
Merespons laporan tersebut, PT Palmindo Billiton Berjaya (unit operasional dari Sinar Mas Agribusiness and Food) langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran, tiga personel damkar, serta dua staf pendukung ke lokasi titik api.
Poin-poin utama tantangan medan di lapangan, durasi pemadaman, serta bentuk apresiasi pemerintah kecamatan meliputi:
Tantangan Medan dan Angin Kencang:
- Luas area kebakaran yang ditangani diperkirakan mencapai sekitar 0,3 hektare.
- Proses kendali api menghadapi tantangan berat akibat tiupan angin kencang yang memicu potensi penyebaran api secara cepat, ditambah akses jalan menuju titik lokasi yang sulit dilalui armada standard.
Operasi Pemadaman Terpadu 2 Jam:
- Operasi pemadaman berlangsung selama kurang lebih dua jam, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
- Sinergi antara tim pemadam perusahaan, aparat pemerintah, dan masyarakat setempat berhasil melokalisasi kobaran api serta mencegah karhutla meluas ke area perumahan warga.
Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Membalong:
- Camat Membalong, Indrawansyah, menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan tanggap darurat dan pengerahan armada dari PT Palmindo Billiton Berjaya.
- "Tambahan armada dan personel di lapangan sangat berarti, terutama ketika api mulai mendekati permukiman warga. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran di wilayah Membalong semakin baik," ujar Indrawansyah.
Peristiwa di Desa Lasar menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya menuntut kecepatan respons teknis, tetapi juga keterpaduan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta di sekitar wilayah operasional.
Sumber: smart-tbk.com
















