• Jumat, 25 September 2026
Berita Terbaru

Kalteng Catat 261 Hotspot, Kemenhut Siagakan 61 Armada Udara dan Bentuk BPGMN

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional. Berdasarkan data SiPongi Kemenhut per Kamis (24/9/2026) malam, terdeteksi lonjakan hotspot kategori high confidence menjadi 575 titik secara nasional, dengan konsentrasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 261 titik.

Sebaliknya, dua provinsi prioritas lain, yakni Riau dan Jambi, mencatatkan nihil titik hotspot high confidence. Meskipun demikian, dampak kabut asap dilaporkan masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah, termasuk Buntok (800 meter) dan Muara Teweh (1 kilometer).

Kemenhut menegaskan bahwa lonjakan hotspot merupakan indikasi anomali suhu yang terus diverifikasi lewat groundcheck di lapangan.

Rangkaian tindakan taktis dan penguatan kebijakan yang digulirkan pemerintah mencakup:

  • Mobilisasi Armada Udara & Pemadaman Darat: Sebanyak 61 unit armada udara disiagakan (17 unit patroli/Operasi Modifikasi Cuaca dan 44 unit water bombing), didukung Manggala Agni, TNI, Polri, dan BNPB yang fokus melakukan pembasahan serta pendinginan gambut.

  • Pembentukan BPGMN: Presiden Prabowo Subianto resmi memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) usai berdiskusi dengan para akademisi di Istana Merdeka guna memperkuat mitigasi berbasis sains.

  • Pengaktifan Kembali MPA: Pemerintah menggenjot kembali peran Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa serta mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

  • Penyelamatan Satwa Liar: Kemenhut menginstruksikan warga yang menemukan satwa liar terdesak keluar habitat akibat karhutla untuk segera melapor ke Balai KSDA terdekat dan menghindari penanganan mandiri.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa kelembagaan baru ini ditujukan untuk memperbesar porsi pencegahan permanen. Kemenhut juga mengimbau masyarakat di area terdampak kabut asap untuk mengurangi aktivitas luar ruang serta menggunakan masker demi meminimalkan risiko kesehatan.

Sumber: kehutanan.go.id

Artikel Terkait