ITS Scale tidak hanya menyediakan dan menawarkan beragam produk timbangan untuk skala industri, melainkan lebih dari perusahaan yang telah berpengalaman di bidang timbangan di industri sawit.
Bagi pelaku usaha perkebunan sawit, perangkat timbangan sudah bukan lagi perangkat yang asing bahkan menjadi perangkat penting. Kenapa, sebab tanpa perangkat timbangan akan menimbulkan “kekacauan”, akurasi dalam proses penimbangan memiliki dampak besar terhadap profitabilitas dan ketertelusuran.
Salah satunya jembatan timbang, sangat penting dalam industri sawit karena digunakan untuk menimbang truk yang membawa tandan buah segar (TBS) dari kebun ke pabrik. Bahkan, untuk memastikan ketepatan penimbangan, mencegah pengangkutan yang berlebihan atau kurang, dan membantu pengelolaan persediaan. Selain itu, jembatan timbang berperan dalam mencegah penipuan dan mengontrol produktivitas industri sawit.
Dikky Susanto selaku Engineering PT Internasional Teknik Solusindo (ITS Scale), menjelaskan dalam dunia industri sawit yang padat dan dinamis, efisiensi dan akurasi dalam proses penimbangan memiliki dampak besar terhadap profitabilitas dan ketertelusuran.
“Selama ini, jembatan timbang menjadi pilihan utama untuk mengukur berat kendaraan bermuatan hasil panen atau pengangkutan.Namun, masih banyak kebutuhan penimbangan lain di sektor industri sawit yang juga krusial dan dapat dioptimalkan dengan solusi alternatif yang lebih fleksibel dan ekonomis,” jelasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia, beberapa waktu lalu.
Dari informasi yang dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, ada beberapa prinsip kerja dari jembatan timbang di industri sawit. Di antaranya, truk yang berisi TBS melewati pos penimbangan dan berhenti di atas platform penimbang, dilakukan penghitungan berat truk beserta muatannya, hasil berat truk beserta muatannya kemudian dibandingkan dengan berat truk sebelum terisi muatan, hasi lselisih dari kedua data berat tersebut merupakan berat TBS, dan jika berat TBS tidak sesuai dengan standar perusahaan, maka muatan truk pengangkut harus kembali dibongkar ulang hingga berat muatan sesuai dengan standar.
Hal di atas akan memudahkan pihak manajemen mengontrol TBS yang masuk kepabrik untuk masuk proses pengolahan hingga menjadi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hingga masuk proses selanjutnya seperti refinery dan proses berikutnya.
Jembatan timbang adalah alat yang sangat penting dalam industri sawit, membantu memastikan ketepatan penimbangan, optimalisasi pengangkutan, pengelolaan persediaan, dan mencegah penipuan. Dengan jembatan timbang yang akurat dan modern, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko kehilangan stok, dan memastikan transaksi yang adil antara petani dan pabrik.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 164)














