• Selasa, 29 September 2026
Profil Produk

ITS Scale: Solusi Kebutuhan Timbangan Berbasis AI untuk Sektor Sawit

perusahaan sawit dituntut untuk tidak hanya mengandalkan metode konvensional, melainkan juga mengintegrasikan teknologi dalam setiap lini operasional, termasuk dalam proses penimbangan hasil panen.

Industri kelapa sawit Indonesia, sebagai salah satu pilar ekonomi nasional, menghadapi tantangan kompleks pada periode 2023-2025. Isu efisiensi produksi, ketidak akuratan data timbangan, tingginya biaya logistik, hingga tuntutan global akan transparansi dan praktik keberlanjutan menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diselesaikan. Di tengah arus transformasi digital, perusahaan sawit dituntut untuk tidak hanya mengandalkan metode konvensional, melainkan juga mengintegrasikan teknologi dalam setiap lini operasional, termasuk dalam proses penimbangan hasil panen.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa ketidak akuratan penimbangan masih menjadi penyebab kerugian yang tidak sedikit. Data dari riset internal beberapa perusahaan perkebunan pada 2024 mencatat rata-rata deviasi timbangan manual mencapai 3-5% per pengiriman, yang dalam skala tahunan dapat berarti kerugian miliaran rupiah. Selain itu, sistem pencatatan manual rawan manipulasi dan memperlambat proses distribusi, yang berdampak langsung pada produktivitas dan kepercayaan mitra.

Lantas, alat ukur (timbangan) seperti apa yang diperlukan di industri kelapa sawit? Tentu, dalam skala bisnis (industri sawit) memerlukan timbangan yang berkualitas dengan akurasi tepat. Hal inilah yang akan menentukkan dan mendapatkan kepercayaan dari para mitra (petani sawit).

Kini, salah satu perusahaan sebagai penyedia beragam produk timbangan (PT. Internasional Teknik Solusindo), dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha di industri sawit yang sedang dan akan mencari timbangan. Menggantit imbangan yang sudah lama agar akurasi dan transparansi ukuran (berat) tetap akurat.

Sebagai informasi, PT. Internasional Teknik Solusindo (ITS Scale) perusahaan penyedia solusi timbangan industri yang berdiri sejak 2014 dan berkembang pesat melalui pengembangan produk, integrasi sistem, hingga masuk dalam pengadaan proyek skala nasional.

“Kami berfokus pada timbangan digital berkualitas tinggi, mulai dari retail hingga industri berat seperti jembatan timbang. Perusahaan kami juga dikenal atas layanan purnajual yang responsif, serta komitmen dalam mendukung transformasi digital industri melalui sistem otomasi dan integrasi,” ungkap Ninanir Kumala Wati, Direktur PT. Internasional Teknik Solusindo (ITS Scale).

Lebih lanjut, ia menjelaskan Jembatan Timbang ITS didesain untuk menghadapi kondisi operasional berat seperti di industri sawit. Struktur platformnya kokoh, menggunakan material baja berstandar industri, dilengkapi load cell digital MK-PDX dengan proteksi IP68 — tahan air, debu, dan petir — serta indikator digital MK-TS7 yang memiliki koneksif leksibel (ke printer, komputer, dan sistem ERP).

“Software kami juga dapat disambungkan dengan system ERP (Enterprise Resource Planning), serta mendukung laporan real-time yang bisa diintegrasikan dengan manajemen produksi dan pembelian TBS,” imbuh Ninanir.

Sebagai bentuk solusi atas tantangan ini, ITS Scale hadir dengan inovasi timbangan digital terintegrasi, khususnya melalui produk jembatan timbang yang berteknologi Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri sawit modern.

“Jembatan timbang AI dari ITS dapat mempermudah untuk sistem pencatatan keluar masuk kendaraaan, dan juga dapat diintergrasikan dengan sistem manajemen kebun dan logistik perusahaan yang biasanya menggunakan sistem Enterprise Resource Planning(ERP),” jelas Ninanir.

Jembatan Timbang dari ITS ini dilengkapi dengan fitur real-time monitoring dan pengenalan kendaraan otomatis berbasis AI. Timbangan ini mampu mempercepat proses penimbangan, mengurangi antrian kendaraan, dan meminimalkan potensi human error.

Salah satu klien ITS Scale di Kalimantan Tengah berhasil mencatat penurunan waktu tunggu kendaraan di pabrik hingga 35% setelah mengimplementasikan sistem ini. Efisiensi ini berdampak langsung pada pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon, mendukung praktik ramah lingkungan yang kini menjadi syarat utama dalam standar sertifikasi keberlanjutan seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 163)

Artikel Terkait