Jakarta, SAWIT INDONESIA – Sebagai upaya merespon dinamika yang penuh ketidakpastian industri sawit di level global, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menggelar 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2024).
Konferensi yang diadakan setiap tahun oleh GAPKI, di tahun ini mengusung tema ‘Seizing Opportunities Amidst Global Uncertainty’, menjadi forum strategis untuk membahas berbagai peluang di tengah ketidakpastian global, 7 - 8 November 2024 di Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua, Bali.
IPOC telah menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan di industri kelapa sawit, baik di tingkat nasional maupun internasional selama 19 tahun terakhir. Dalam penyelenggaraan dua hari tersebut mencakup konferensi, pameran produk, perkembangan teknologi, dan layanan terbaru di industri kelapa sawit.
Bendahara Umum GAPKI sekaligus Ketua Panitia Pelaksanaan IPOC 2024, Mona Surya, menjelaskan bahwa konferensi ini juga akan menyajikan analisis mendalam mengenai situasi pasar minyak nabati global, dengan fokus pada perkembangan dan dinamika terkini yang memengaruhi industri minyak sawit.
“Berbagai kebijakan minyak sawit Indonesia, perspektif pasar dari negara-negara pengimpor, serta analisis pasokan dan permintaan minyak sawit dunia akan menjadi topik pembahasan utama dalam IPOC 2024 ini,” ujarnya, di hadapan awak media, pada Selasa (22 Oktober 2024), di Jakarta.
Konferensi sawit bertaraf internasional ini akan menghadirkan para pakar terkemuka di bidang minyak nabati seperti Thomas Mielke (Oil World), Julian McGill (Glenauk Economics), Nagaraj Meda (Transgraph), dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd) untuk memberikan pandangannya mengenai tren harga di masa depan.
Yang menarik, IPOC 2024 diagendakan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, serta menghadirkan sejumlah menteri lain, seperti Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.














