• Minggu, 18 Oktober 2026
Berita Terbaru

INSTIPER Jadi Hub Pengembangan Teknologi SPOT, Plt Dirjen Industri Agro Kunjungi Teaching Plant

YOGYAKARTA, SAWIT INDONESIA — Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta memperkuat perannya sebagai pusat riset dan pengembangan teknologi industri kelapa sawit melalui kehadiran prototype SPOT (Steamless Palm Oil Technology) di lingkungan kampus. Fasilitas ini diharapkan menjadi hub kolaborasi bagi peneliti, pengembang teknologi, dan pelaku industri untuk menyempurnakan inovasi pengolahan minyak sawit.

Hal tersebut disampaikan Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng, saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, pada Jumat (16 Oktober 2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung SPOT Teaching Plant sekaligus memberikan kuliah umum mengenai peran teknologi agroindustri dalam meningkatkan pertumbuhan dan kinerja industri.

Dr. Harsawardana menjelaskan, pembangunan prototype SPOT merupakan tindak lanjut dari gagasan yang telah dirintis Putu Juli Ardika bersama Petrus Tjandra dan Dr. Purwadi sejak beberapa tahun lalu. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja sama antara Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) dan PT Agro Investama.

INSTIPER dipilih sebagai lokasi pengembangan teknologi tersebut. Fasilitas SPOT dibangun di belakang gedung Innovation and Technology Development Center yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

“Para pihak sudah menetapkan hati bahwa INSTIPER akan menjadi hub untuk riset dan pengembangan teknologi SPOT,” ujar Harsawardana.

Menurutnya, kehadiran SPOT Teaching Plant menjadi babak baru bagi INSTIPER dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan industri. Kampus tidak hanya berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia, tetapi juga diharapkan berkontribusi langsung dalam menghasilkan inovasi teknologi yang menjawab kebutuhan industri.

Dr. Harsawardana menyampaikan apresiasi kepada Putu Juli Ardika (Dirjen), Petrus Tjandra (Direktur Utama PT Agro Investama), dan Dr. Purwadi Ketua YPKPY) atas inisiatif serta kepercayaan yang diberikan kepada INSTIPER untuk menjadi lokasi pengembangan teknologi SPOT.

Menurutnya, penempatan prototype tersebut di lingkungan kampus merupakan peluang strategis untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi serta dunia usaha. Melalui kolaborasi tersebut, teknologi SPOT diharapkan dapat terus disempurnakan sebelum dikembangkan lebih luas.

Teknologi SPOT menjadi salah satu inovasi yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit. Prototype yang telah berdiri tersebut menghasilkan minyak sawit dengan kandungan nutrisi yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

Tahap pengembangan berikutnya diarahkan pada pembangunan industri hilir yang menghasilkan olein dan stearin melalui proses fraksinasi minyak sawit. Langkah ini diharapkan membuka peluang pengembangan produk turunan sawit dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kami berharap langkah ini menjadi platform bagi para pengembang dan peneliti di bidang industri berbasis teknologi SPOT. Semoga teknologi ini terus disempurnakan dan dapat dikembangkan untuk masyarakat serta industri yang membutuhkan,” ungkap Dr. Harsawardana.

Selain meninjau SPOT Teaching Plant, Putu Juli Ardika juga memberikan kuliah umum kepada sivitas akademika INSTIPER. Dalam kegiatan tersebut, ia membahas peranan teknologi agroindustri dalam mendorong pertumbuhan dan meningkatkan kinerja industri.

Kuliah umum ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pentingnya penguasaan teknologi dalam menjawab tantangan industri, meningkatkan efisiensi proses produksi, dan menciptakan nilai tambah dari komoditas perkebunan.

Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat komitmen INSTIPER untuk mengembangkan ekosistem pendidikan, penelitian, dan inovasi yang terhubung dengan kebutuhan industri. Melalui SPOT Teaching Plant, INSTIPER diharapkan semakin berperan dalam pengembangan teknologi pengolahan kelapa sawit sekaligus mendukung transformasi industri sawit Indonesia.

Artikel Terkait