• Kamis, 1 Oktober 2026
Sajian Utama

Inovasi Baru Menjawab Kebutuhan SDM Sawit

AKPY STIPER berinovasi dan membuat beragam terobosan untuk memenuhi sumberdaya manusia dari hulu sampai hilir industri sawit.

Tantangan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) industri sawit terus meningkat di sektor hulu dan hilir. Peranan lembaga pendidikan seperti AKPY STIPER menjadi strategis untuk mewujudkan link-match lulusannya dengan industri.

Berdiri sejak 2016, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY- STIPER) telah mencetak SDM sawit sebagai calon pimpinan di tingkat mandor di kebun dan pabrik kelapa sawit. Bahkan, prosentase lulusannya sudah lebih dari 75% terserap di kebun dan pabrik kelapa sawit.

AKPY – STIPER merupakan institusi pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) sebagai badan penyelenggara pendidikan. Kampus ini menyelenggarakan pendidikan vokasi dan pelatihan-pelatihan Terakreditasi BAN-PT No. 424/SK/BAN-PT/Ak/PT/VIII/2022.

Pendirian AKPY-STIPER memiliki orientasi pada pengembangan perkebunan khususnya perkebunan kelapa sawit. Mencetak SDM yang implementatif dengan waktu tempuh pendidikan yang relatif singkat namun dapat menghasilkan tenaga kompeten dan tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) hingga dapat tercipta SDM yang profesional di masa depan serta mendorong inovasi demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.

Diketahui, AKPY STIPER sejak 2016 mendapat kepercayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi jenjang Diploma I, program studi (prodi) Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit dan prodi Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit. Bahkan, di tahun ini telah membuka jenjang Diploma II prodi Budidaya Tanaman Kelapa sawit dan Program Studi Teknik Pengolahan Kelapa Sawit.

Sejak beberapa tahun lalu, kampus yang berlokasi Sleman (Yogyakarta) ini terus melakukan terobosan guna memenuhi kebutuhan industri sawit, terutama di kebun dan pabrik kelapa sawit.

Direktur AKPY STIPER, Dr. Sri Gunawan,SP,MP,IPU mengatakan dalam rangka menjawab kebutuhan industri kelapa sawit di perkebunan dan pabrik (mill), rencana besar sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir.

“Kami menginginkan AKPY STIPER Naik Kelas, ini menjadi tema besar dan rencana sebagai upaya mendukung industri kelapa sawit berkelanjutan,” katanya, saat ditemui dan berbincang dengan tim redaksi Majalah Sawit Indonesia di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

“Rencana ini sudah kami susun dalam kerangka besar. Dan, sudah kami jalankan atau implementasikan bersama tim di AKPY STIPER,” imbuh Dr. Sri Gunawan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, AKPY STIPER terus berupaya menjadi institusi pendidikan vokasi dengan tagline baru‘One Stop Solution in Oil Palm Plantation and Industry (OSS New AKPY STIPER)’. Dalam hal ini, kampus pendidikan tinggi vokasi yang mengkhususkan di industri sawit ini, menyiapkan SDM untuk perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS).

“AKPY STIPER sebagai lembaga atau institusi pendidikan dan pelatihan menjadi penyedia SDM di industri kelapa sawit dengan berbasis program studi yang ada, dan skill tambahan (bagi alumni). Selain itu, menyediakan jasa konsultasi dan bisnis untuk Estate, Mill, Manajemen serta penyedia aplikasi,” terang pria lulusan doktor dari perguruan tinggi negeri ternama.

Selanjutnya, kata Dr. Sri Gunawan, pihaknya melangsungkan aktivitas sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma (perguruan tinggi) menjadi acuan dalam menjalankan aktivitas akademi.

“Dari sisi pendidikan. Menggunakan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI). Memiliki kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan di era transformasi digital.Agar dapat memanfaatkan potensi teknologi dalam mengelola sumberdaya manusia dengan efektif, Pemahaman tentang mekanisasi, teknologi informasi, digitalisasi, automasi. Kemampuan literasi data dan analisa data. Dan memanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas karyawan,” lanjutnya.

“Sedangkan, dari aktivitas Penelitian Terapan, terus melakukan riset pengembangan. Yaitu, sudah membuat project Pabrik Mini SPOT (Steamless Palm Oil Technology), dan berkolaborasi melalukan riset pengembangan galah sawit (Gen-Tere Sawit Carbon). Dan, sedang melakukan riset lainnya seperti Nano Fertilizer TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit), Dewatering POME, Bio POME 17, Biomassa in situ (Sirkular Ekonomi), Truk-Conveyor TBS,” urai Dr. Sri Gunawan.

Sementara, dari aktivitas (kegiatan) pengabdian. Di antaranya Pemberdayaan UMKM di smallholder (petani), pelatihan petani di sentra-sentra sawit dan membangun desa binaan.

“Kegiatan pemberdayaan UMKM melalui desa mandiri pangan dan energi yang digagas AKPY STIPER, Sawit Center Indonesia, Sekolah Desa Berdaya (PT BGA), dan beberapa perusahaan lain tidak hanya pada tataran konsep.

“Melainkan, sebuah gerakan nyata yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa agar mampu memproduksi kebutuhan pangan dan energi mereka secara mandiri. Dengan demikian, kita dapat mengurangi ketergantungan pada sumberdaya dari luar, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui optimaslisasi pemanfaatan sumberdaya lokal,” kata Dr. Sri Gunawan.

Sedangkan, untuk kegiatan pelatihan petani. Terlibat dalam pengembangan sumberdaya manusia perkebunan kelapa sawit (SDM PKS) melalui skema pelatihan petani sawit dengan dukungan BPDPKS.

“Dan, untuk kegiatan pengabdian masyarakat dilangsungkan bekerjasama dengan Kelurahan Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini mengusung tema ‘Added Value Product Development Dengan Mencari Segmen Pasar Baru Berbasis Spasial Agroindustri Gula Semut Kelapa’,” imbuh Dr. Sri Gunawan.

AKPY STIPER Naik Kelas

Dr. Purwadi, M.S, Ketua Harian Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY)yang menaungi AKPY STIPER, menyampaikan sesuai dengan keputusan dari yayasan AKPY STIPER harus bertumbuh agar dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan industri sesuai dengan jamannya.

“AKPY STIPER didesain kembali untuk memanfaatkan smart technology di perkebunan kelapa sawit. Hal ini, menjadikan AKPY STIPER menjadi All New AKPY STIPER. Nantinya, kampus ini akan ada tambahan "fitur baru" yang berbasis smart technology, misalnya pemanfaatan Drone, AI, IoT dan lainnya yang dimasukkan kedalam pembelajaran di AKPY STIPER,” ujarnya melalui pembicaraan melalui telepon pada pertengahan Oktober 2024.

"Jadi, kedepan lulusan AKPY STIPER, minimal bisa mengoperasikan teknologi seperti drone, dan memanfaatkan AI, IoT serta teknologi terbaru di perkebunan sawit sebagai bekal di dunia kerja. Di tahun mendatang, All New AKPY STIPER akan memberikan peningkatan peminatan, dibarengi dengan SDM yang dapat mengoperasikan berbagai teknologi yang saat ini banyak digunakan di perkebunan sawit,” terang Dr. Purwadi menambahkan.

Lalu, apa saja fasilitas yang sedang dipersiapkan AKPY STIPER? Dr. Purwadi, mengutarakan saat ini yayasan dan AKPY STIPER sedang mempersiapkan beragam fasilitas terkait dengan teknologi yang saat ini banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit.

“Fasilitas sedang dipersiapkan baik di kampus maupun di kebun (KP2 SEAT Ungaran), seperti drone, IoT (hasil riset yang dikembangkan), Pabrik Mini (SPOT) serta pemanfaatan teknologi yang ada di kampus AKPY STIPER dan INSTIPER. Dalam konteks resources sharing antar lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh yayasan (YPKPY),” ungkapnya.

Dalam konteks naik kelas (AKPY STIPER), bukan berarti semua fasilitas harus baru, sebab AKPY STIPER punya "kakak kandung" yaitu INSTIPER yang sudah memiliki beragam fasilitas (teknologi) bisa dimanfaatkan oleh AKPY STIPER.

"Yayasan sudah memutuskan di tahun mendatang (2025), akan ada All New AKPY STIPER. Maka, sudah banyak dosen-dosen lulusan Doktor yang akan bergabung di AKPY STIPER, bahkan akan ada lulusan luar negeri. Semua lembaga pendidikan di bawah yayasan (YPKPY) harus bisa bertumbuh mengikuti kebutuhan industri pada jamannya dengan mencetak SDM unggul. Maka, institusi (AKPY STIPER) juga harus berubah sesuai dengan jamannya,” pungkas Ketua Harian YPKPY.

Kerjasama dengan stakeholders

Untuk mencapai tujuan bersama yang tak lain berkontribusi dalam pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan, AKPY STIPER melalukan kerja sama atau bermitra dengan stakeholders.

Antara lain, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), melalui program Beasiswa SDM Sawit, Pelatihan Petani, Sarana dan Prasarana, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Kemitraan.

Dr. Purwadi mengatakan kami mewakili yayasan (YPKPY) mengapresiasi AKPY STIPER yang memperoleh kepercayaan besar oleh stakeholders, di antaranya BPDPKS dengan program Beasiswa SDM Sawit. Selain itu, kepercayaan juga didapat dari perusahaan, banyak perusahaan yang menyerap alumni AKPY STIPER, yang angkanya setiap tahun meningkat.

"Maka, harus terus didorong agar AKPY STIPER terus bertumbuh. Menjadi lembaga pendidikan vokasi yang mengkhususkan mencetak SDM unggul dengan berbagai kompetensi dan skill lebih dalam menggunakan teknologi (berbasis smart technology) untuk mendukung industri sawit,” katanya.

Sementara itu, Dr. Sri Gunawan, menambahkan beberapa program (Beasiswa SDM Sawit, Pelatihan Petani, Sarana dan Prasarana, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Kemitraan) sudah dijalankan dan akan terus dijalankan untuk tujuan bersama yakni dalam rangka pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan kerjasama dengan BPDPKS.

“Selain itu, kami menjalin kerjasama dengan perusahaan kelapa sawit untuk meningkatkan sumberdaya manusia (SDM). Diantaranya, Upgrading Knowledge untuk level Mandor, Officer, Asisten dan Manager. Selain itu, Training dan Assesment serta Project Assignment, semua berbasis SKKNI,” kata Dr. Sri Gunawan.

Tidak hanya dalam peningkatan SDM, AKPY STIPER juga bermitra untuk pengelolaan dan pengembangan Estate kebun. Seperti, pembangunan dan pengembangan infrastruktur (jalan, jembatan dan parit), water management (lahan basah, pasir), HPT (pengelolaan hama, Pengelolaan Penyakit, Pengelolaan Gulma), Pemetaan (Penggunaan Theodolith, penggunaan HP, Aplikasi SIG, Arc GIS).

Selain itu, melakukan kerjasama pada pengelolaan pabrik (Mill), untuk Upgrading Knowledge Mandor, officer Assistent, Manager),Training dan Assesment, Project Assignment, yang tentunya mengacu atau berbasis pada SKKNI.

Serta, bermitra untuk penguatan manajemen di perusahaan perkebunan dan pabrik melalui Plant Do Check Act (PDCA), Effective Communication, Analityc Thinking, Problem Solving, Decision Making.

(Selengkapnya Dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 156)

Artikel Terkait