• Senin, 28 September 2026
Berita Terbaru

Inilah Lembaga Penelitian Pertama Pencetus B50

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Program mandatori biodiesel campuran 50% atau B50 menjadikan Indonesia sebagai negara pertama pengguna biodiesel terbesar di Indonesia. Secara resmi Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program B50 pada 9 Juli 2026 di Karawang, Jawa Barat.

Melalui B50, pemerintah ingin membangun kedaulatan energi nasional dan mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor solar sebagaimana bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.

Adalah PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) sebagai lembaga riset sawit pertama yang memulai inisiasi penggunaan B50 semenjak tujuh tahun lalu. Tepatnya pada 25 Januari 2019, PPKS melaksanakan road test Biodiesel 50% (B50) yaitu adalah bahan bakar untuk mesin diesel dari campuran 50% fosil diesel dan 50% biodiesel dari minyak sawit.

Uji jalan (Road test) menggunakan mobil Toyota Innova diesel untuk perjalanan dengan rute Medan-Jakarta-Medan sejauh 5.000 km.

Berdasarkan riset saat itu, Dr. Muhammad Ansori Nasution (ketua tim road test B50 sekaligus peneliti PPKS) menyatakan bahwa konsumsi BBM per kilometer pada mobil dengan B50 sedikit lebih banyak daripada B20. Akan tetapi, emisi gas buang mobil B50 lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan.

Selanjutnya pada 2019 sampai 2024, kendaraan berbahan bakar B50 telah melakukan untuk perjalanan sejauh 150 ribu Km.
Sebagai informasi, PPKS secara khusus sejak tahun 1992 mengembangkan biodiesel minyak sawit yang diuji coba sejak tahun 2001 untuk mesin-mesin pertanian dan angkutan barang bersamaan dengan diadakannya Seminar Internasional Biodiesel di Medan.

Pada akhir tahun 2004, kegiatan road test (uji jalan) Medan-Jakarta dengan menggunakan biodiesel B10 (kandungan biodiesel 10% dan 90% adalah solar) pada kendaraan truk dan penumpang dengan hasil yang menggembirakan. Pada 2007, road test biodiesel B10 dengan kendaraan penumpang yang memiliki teknologi mesin yang lebih modern, dengan hasil yang cukup memuaskan juga.

Artikel Terkait