Berita Terbaru
Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CXCII)
Jasa lingkungan lainnya adalah penyediaan oksigen (O2) untuk kehidupan di bumi. Produksi oksigen dari perkebunan kelapa sawit diproyeksikan meningkat dari 187 juta ton tahun 2013, menjadi 190,9 juta ton tahun 2020, dan menjadi 527,1 juta ton tahun 2050.
Proyeksi Jasa Lingkungan Pada Industri Minyak Sawit Tahun 2013-2050
Tahun
Standing Biomas (juta Ton)
Total Pengurangan Emisi (Juta Ton)
Produksi Oksigen (Juta Ton)
2013
635,87
259,32
187,20
2014
696,20
248,60
190,94
2015
723,23
298,58
200,49
2016
771,21
325,18
210,52
2017
796,05
335,65
221,04
2018
834,95
351,75
232,09
2019
897,06
377,13
239,52
2020
921,50
387,44
248,80
2025
1.050.62
466.85
295.52
2030
1.277,94
571,76
341,60
2035
1.409,80
631,84
387,99
2040
1.656,93
738,02
434,39
2045
1.843,46
819,97
480,78
2050
1.972,43
878,88
527,18
1 dihitung berdasarkan metode Chan,2002
2 dihitung berdasarkan metode Chan, 2002 dan European Commission JRC
3 dihitung berdasarkan Henson, 1999
Proyeksi Ekspor Produk Minyak Sawit dan Pangsa Indonesia
Volume ekspor produk industri hilir minyak sawit Indonesia di proyeksikan meningkat menuju 2050. Ekspor minyak goreng sawit diproyeksikan dari 13,5 juta ton tahun 2013, meningkat menjadi 14,5 juta ton tahun 2020, dan 18,7 juta ton tahun 2050. Ekspor oleokimia juga diproyeksikan meningkat dari 1 juta ton pada tahun 2013, menjadi sekitar 1,2 juta ton tahun 2020, dan menjadi 2,3 juta ton tahun 2050. Ekspor margarin diproyeksikan meningkat dari 0,34 juta ton tahun 2013, menjadi 0,48 juta ton tahun 2020, dan menjadi 1 juta ton tahun 2050. Begitu juga ekspor CPO diproyeksikan meningkat dari 1,7 juta ton tahun 2013, menjadi 4,1 juta ton tahun 2020, dan menjadi 19,5 juta ton tahun 2050.
Sumber : GAPKI














