Berita Terbaru
Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXXII)
Polusi atau emisi pengunaan pupuk (N,P) dan pestisida ke air maupun tanah, perkebunan kelapa sawit lebih rendah/minimum dibandingkan dengan soybean dan rapeseed. Fakta ini berarti proses produksi minyak sawit jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan soybean dan rapeseed.
Selain sumberdaya lahan dan penggunaan input, masalah penggunaan air juga perlu dilihat. Dewasa ini masalah kelangkaan air juga menjadi perhatian masyarakat dunia. Selama ini berkembang opini kehadiran perkebunan kelapa sawit dituduh menghisap banyak air sehingga membuat kering daerah sawit. Opini ini perlu dibuktikan berdasarkan data empiris.
Tebu (sugar cane) merupakan jenis tanaman biofuel yang paling hemat mengunakan air untuk setiap satuan energi yang dihasilkan. Urutan kedua terhemat adalah minyak sawit, kemudian disusul sunflower dan soybean. Jagung dan ubi kayu ternyata banyak menggunakan air. Tanaman rapeseed adalah paling boros mengunakan air.
Konsumsi Air (Water Footprint) dari Berbagai Jenis Tanaman Biofuel
Jenis Tanaman
Kisaran (M3/GJ)
Rataan (M3/GJ)
Cassava
30-205
118
Coconut
49-203
126
Maize
9-200
105
Palm oil
75
75
Soybean
61-138
100
Sugar cane
25-31
28
Sunflower
27-146
87
Rapeseed
67-214
184
Sumber: Garbens-Leenes, et al., (2009)
Sumber : GAPKI














