• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXXI)

Kebutuhan Lahan untuk Menghasilkan 1.000 Ton Minyak Nabati dari Berbagai Jenis Minyak Nabati Global Jenis minyak nabati Produktivitas minyak (Ton/Ha) Kebutuhan lahan untuk 1.000 ton minyak nabati (Ha) Soybean 0,45 2.222 Rapeseed 0,69 1.449 Sunflower 0,52 1.923 Groundnuts 0,45 2.222 Coconut 0,34 2.941 Cotton 0,19 5.263 Palm oil 4,27 234 Sumber: Oil World, 2010 Selain hemat lahan, perkebunan sawit juga lebih hemat input (seperti pupuk, pestisida maupun energi) dan minimal polusi/emisi yang masuk ke air dan ke dalam tanah. Perkebunan kelapa sawit lebih hemat pupuk (N,P) dibandingkan dengan soybean dan rapeseed. Demikian juga dalam pengunaan energi, perkebunan kelapa sawit lenih hemat dibandingkan minyak nabati lainnya. Perbandingan Penggunaan Input dan Polusi Air/Tanah antara Perkebunan Kelapa Sawit dengan Minyak Nabati Lain untk Per Ton Minyak Nabati yang Dihasilkan Indikator Kelapa Sawit Soybean Rapeseed Input N (kg) Phosphorus (kg P2O5) Pesticide/Herbicide (kg) Energi (GJ) 47 8 2 0,5 315 77 29 2,9 99 42 11 0,7 Polusi ke Air/Tanah N (kg) Phosphorus (kg P2O5) Pesticide/Herbicide (kg) 5 2 0,4 32 23 23 10 13 9 Sumber: FAO (1996) Pada perkebunan kelapa sawit untuk setiap penggunaan satu GJ energi fosil-fuel dapat menghasilkan energi/minyak nabati sebesar 2 ton. Sementara dari soybean hanya diperoleh 0,34 ton minyak dan 1,4 ton minyak rapeseed. Hal ini bermakna bahwa dalam upaya internasional menghemat pengunaan energi fosil maka penggunaan energi fosil untuk produksi minyak sawit dapat menjadi pilihan rasional. Sumber : GAPKI

Artikel Terkait