Berita Terbaru
Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXX)
Berbagai Fauna di Areal HGU Perkebunan Kelapa Sawit
Nama Daerah
Nama Latin
Nama Daerah
Nama Latin
Mamalia
Pekaka emas
Pelargopsis capensis
Rindil bulan
Echionoserx gymnurus
Raja udang meninting
Alcedo meninting
Tupai kecil
Tupaia minor
Cekaka batu
Lacedo pulchella
Tuoai
Ptilocercus lowii
Kangkareng perut-putih
Anthracoceros albirostris
Tupai akar
Tupaia glis
Takur warna-warni
Megalaima mystacophanos
Codot kecil kelabu
Pentethor lucasii
Takur tenggaret
Megalaima australis
Codot sayap totol
Balionycteris maculata
Takur ampis
Calorhamphus fuligino sus
Kukang bukang
Nycticebus coucang borneanus
Pelatuk besi
Dinopium javanenses
Trenggiling peusing/ahom
Manis Javanica
Caladi batu
Meiglytes tristis
Monyet kra
Mocaca fascicularis
Sempur hujan sungai
Cybirhynvhus macrorhynhus
Monyet beruk
Mocaca nemestrina
Cica daun kecil
Chloropsis cyanopogon
Owa kalawat
Hylobates muelleri
Cica daun besar
Chloropsis sonnerati
Bajing kelapa
Callosciurus laticaudatus
Merbah
Pycnonotus goiavier
Bajing gunung
Dremomys everetti
Srigunting
Dicrurus panadiseus
Bajing tanah moncong runcing
Rhinosciurus laticaudatus
Srigunting gagak
Dicrurus annectans
Landak raya
Hystrix brachyura
Kacer
Copsychus saularis
Angkis ekor panjang
Trichys fasciculata
Murai batu
Copsychus malabaricus
Beruang madu/behuang
Helarctos malayanus
Cinenen kelabu
Orthotomus ruficeps
Sigung
Mydaus javanensis
Sikatan rimba dada kelabu
Rhinomyas umbratilis
Musang
Paradoxurus hermaphroditus
Sikatan hijau laut
Eumyas thalassina
Macan akar
Felis bengalensis
Sikatan belang
Ficedula wastermanni
Babi
Sus sp
Kipasan mutiara
Rhipdura perlata
Pelanduk kancil
Tragulus javanicus
Kipasan belang
Rhipdura javanica
Kijang muntjak
Muntiacus muntjak
Seriwang asia
Terisphone paradisi
Burung
Kerak jambul
Acridotheres cristatellus
Bambangan hitam
Dupetor flavicollis
Tiong emas
Gracula rellgiosa
Elang ikan kepala kelabu
Ichthyophaga ichthyaetus
Burung madu sepah raja
Aethopyga siparaja
Elar ular bido
Spilornis cheela
Pijantung kecil
Arachnothera longilostra
Elang hitam
Ictinaetus malayansis
Pijantung besar
Arachnothera robusta
Elang bondol
Haliastur indus
Cabai tunggir coklat
Diaceum everetti
Puyuh kepala merah
Haematortyx sanguiniceps
Kacamata biasa
Zosterops palpebrosus
Puyuh sengayan/sio
Rollulus rouloul
Bondol kalimantan
Lonchura fuscans
Sempidan biru/belonge
Lophura ignita
Burung gereja
Passer montanus
Kareo padi
Amaurornis phoenicurus
Reptil
Trinil
Tringa sp
Kobra
Naja sp
Punai kecil
Treron olax
Ular banyu
Phynton reticulatus
Punai
Treron sp
Biawak
Varanus boornensis
Tekukur
Streptopelia chinensis
Ular belang
Bungarus cancidus
Delimuka zamrud
Chalcophaps indica
Ualar tanah
Calloselasma rhodostoma
Bayan
Tanygnathus sp
Ular daun
Dryophis prasinus
Srindit melayu
Loriculus galgulus
Toke
Gekko gecko
Bubut alang-alang
Centropus bengalensis
Kadal
Mabouya multifasciata
Beluk ketupa
Ketupa ketupu
Labi-labi
Chitra indica
Kukuk beluk
Strix leptogrammica
Kura-kura
Orlitia boornensis
Taktarau melayu
Euros topodus temminckii
Senyulong
Tomistoma schlegelii
Walet sapi
Collocalia esculentra
Sumber: Thohari (2010)
Berbagai Flora di Areal HGU Perkebunan Kelapa Sawit
Nama Daerah
Nama Latin
Status
Ulin
Eusideroxylon zwageri
Dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999) Vulnerable (IUCN)
Jelutung
Dyera costulata
Dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999)
Meranti tembaga
Shorea leprosula
Endangered (IUCN)
Ramin
Gonystylus bancanus
Vulnerable (IUCN)
Mersawa
Anisoptera grossivenia
Vulnerable (IUCN)
Kantung semar
Nepenthes ampullaria type green
Dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999)
Industri Minyak Sawit Hemat Sumberdaya dan Minimum Polusi
Kebutuhan minyak nabati untuk konsumsi masyarakat global akan meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk maupun pertumbuhan ekonomi. Sementara ketersediaan lahan untuk produksi minyak nabati global makin terbatas baik di negara maju maupun dinegara-negara berkembang. Solusinya adalah masyarakat global harus memilih minyak nabati yang memiliki produktivitas per satuan luas lahan yang lebih tinggi (hemat lahan).
Perkebunan kelapa sawit dibandingkan dengan jenis minyak nabati lainnya, merupakan minyak nabati lainnya, merupakan minyak nabati yang hemat sumberdaya lahan. Untuk menghasilkan 1000 ton minyak nabati, perkebunan kelapa sawit hanya memerlukan lahan seluas 234 hektar. Sementara jenis tanaman minyak nabati lainnya memerlukan lahan yang lebih luas yakni soybean (2.222 Ha), rapeseed (1.449 Ha) dan sunflower (1.923 Ha).
Sumber : GAPKI














