• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXX)

Berbagai Fauna di Areal HGU Perkebunan Kelapa Sawit Nama Daerah Nama Latin Nama Daerah Nama Latin Mamalia Pekaka emas Pelargopsis capensis Rindil bulan Echionoserx gymnurus Raja udang meninting Alcedo meninting Tupai kecil Tupaia minor Cekaka batu Lacedo pulchella Tuoai Ptilocercus lowii Kangkareng perut-putih Anthracoceros albirostris Tupai akar Tupaia glis Takur warna-warni Megalaima mystacophanos Codot kecil kelabu Pentethor lucasii Takur tenggaret Megalaima australis Codot sayap totol Balionycteris maculata Takur ampis Calorhamphus fuligino sus Kukang bukang Nycticebus coucang borneanus Pelatuk besi Dinopium javanenses Trenggiling peusing/ahom Manis Javanica Caladi batu Meiglytes tristis Monyet kra Mocaca fascicularis Sempur hujan sungai Cybirhynvhus macrorhynhus Monyet beruk Mocaca nemestrina Cica daun kecil Chloropsis cyanopogon Owa kalawat Hylobates muelleri Cica daun besar Chloropsis sonnerati Bajing kelapa Callosciurus laticaudatus Merbah Pycnonotus goiavier Bajing gunung Dremomys everetti Srigunting Dicrurus panadiseus Bajing tanah moncong runcing Rhinosciurus laticaudatus Srigunting gagak Dicrurus annectans Landak raya Hystrix brachyura Kacer Copsychus saularis Angkis ekor panjang Trichys fasciculata Murai batu Copsychus malabaricus Beruang madu/behuang Helarctos malayanus Cinenen kelabu Orthotomus ruficeps Sigung Mydaus javanensis Sikatan rimba dada kelabu Rhinomyas umbratilis Musang Paradoxurus hermaphroditus Sikatan hijau laut Eumyas thalassina Macan akar Felis bengalensis Sikatan belang Ficedula wastermanni Babi Sus sp Kipasan mutiara Rhipdura perlata Pelanduk kancil Tragulus javanicus Kipasan belang Rhipdura javanica Kijang muntjak Muntiacus muntjak Seriwang asia Terisphone paradisi Burung Kerak jambul Acridotheres cristatellus Bambangan hitam Dupetor flavicollis Tiong emas Gracula rellgiosa Elang ikan kepala kelabu Ichthyophaga ichthyaetus Burung madu sepah raja Aethopyga siparaja Elar ular bido Spilornis cheela Pijantung kecil Arachnothera longilostra Elang hitam Ictinaetus malayansis Pijantung besar Arachnothera robusta Elang bondol Haliastur indus Cabai tunggir coklat Diaceum everetti Puyuh kepala merah Haematortyx sanguiniceps Kacamata biasa Zosterops palpebrosus Puyuh sengayan/sio Rollulus rouloul Bondol kalimantan Lonchura fuscans Sempidan biru/belonge Lophura ignita Burung gereja Passer montanus Kareo padi Amaurornis phoenicurus Reptil Trinil Tringa sp Kobra Naja sp Punai kecil Treron olax Ular banyu Phynton reticulatus Punai Treron sp Biawak Varanus boornensis Tekukur Streptopelia chinensis Ular belang Bungarus cancidus Delimuka zamrud Chalcophaps indica Ualar tanah Calloselasma rhodostoma Bayan Tanygnathus sp Ular daun Dryophis prasinus Srindit melayu Loriculus galgulus Toke Gekko gecko Bubut alang-alang Centropus bengalensis Kadal Mabouya multifasciata Beluk ketupa Ketupa ketupu Labi-labi Chitra indica Kukuk beluk Strix leptogrammica Kura-kura Orlitia boornensis Taktarau melayu Euros topodus temminckii Senyulong Tomistoma schlegelii Walet sapi Collocalia esculentra Sumber: Thohari (2010) Berbagai Flora di Areal HGU Perkebunan Kelapa Sawit Nama Daerah Nama Latin Status Ulin Eusideroxylon zwageri Dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999) Vulnerable (IUCN) Jelutung Dyera costulata Dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999) Meranti tembaga Shorea leprosula Endangered (IUCN) Ramin Gonystylus bancanus Vulnerable (IUCN) Mersawa Anisoptera grossivenia Vulnerable (IUCN) Kantung semar Nepenthes ampullaria type green Dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999) Industri Minyak Sawit Hemat Sumberdaya dan Minimum Polusi Kebutuhan minyak nabati untuk konsumsi masyarakat global akan meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk maupun pertumbuhan ekonomi. Sementara ketersediaan lahan untuk produksi minyak nabati global makin terbatas baik di negara maju maupun dinegara-negara berkembang. Solusinya adalah masyarakat global harus memilih minyak nabati yang memiliki produktivitas per satuan luas lahan yang lebih tinggi (hemat lahan). Perkebunan kelapa sawit dibandingkan dengan jenis minyak nabati lainnya, merupakan minyak nabati lainnya, merupakan minyak nabati yang hemat sumberdaya lahan. Untuk menghasilkan 1000 ton minyak nabati, perkebunan kelapa sawit hanya memerlukan lahan seluas 234 hektar. Sementara jenis tanaman minyak nabati lainnya memerlukan lahan yang lebih luas yakni soybean (2.222 Ha), rapeseed (1.449 Ha) dan sunflower (1.923 Ha). Sumber : GAPKI

Artikel Terkait