• Kamis, 5 November 2026
Berita Terbaru

Indonesia–Tiongkok Sepakati Kerja Sama Pertanian: Garap AI Perkebunan Hingga Ekspor Kelapa dan Sawit

BEIJING, SAWIT INDONESIA - Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi memperluas jangkauan kerja sama strategis di sektor pertanian dan agribisnis bersama Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Langkah ini diambil guna mendongkrak produksi komoditas pangan domestik, memacu daya saing ekspor, serta mempercepat modernisasi teknologi pertanian nasional.

Kepastian penguatan kemitraan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Pertanian Tiongkok, Zhang Zhu, di Beijing, sebagaimana dikonfirmasi melalui publikasi resmi Kementerian Pertanian, Kamis (5/11/2026).

Pertemuan tersebut memfokuskan negosiasi pada dua arah utama: pengurangan ketergantungan impor komoditas tertentu melalui integrasi teknologi hulu, serta pembukaan keran investasi dan ekspor produk unggulan perkebunan Indonesia ke pasar Tiongkok.

“Untuk komoditas yang kita butuhkan seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok,” tegas Amran Sulaiman dalam keterangannya.

Poin-poin utama alih teknologi bawang putih, penawaran investasi hilirisasi, penerapan AI dan robotik, serta pembentukan kelompok kerja komoditas meliputi:

Alih Teknologi dan Klaster Produksi Bawang Putih:

  • Mengingat sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih diimpor dari Tiongkok, Mentan Amran mendorong skema kolaborasi hulu untuk membangun kemandirian domestik.

  • Kerja sama mencakup penyediaan benih unggul, transfer teknologi budidaya, modernisasi alat mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan klaster produksi bawang putih di wilayah Indonesia.

  • Mentan Tiongkok, Zhang Zhu, menyatakan dukungan penuh untuk mengirim pakar guna mengkaji teknis penanaman dan budidaya presisi di Indonesia.

Penawaran Investasi Hilirisasi dan Ekspor Perkebunan:

  • Pemerintah Indonesia secara resmi menawarkan investasi bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk membangun pabrik pengolahan hilir di dalam negeri, khususnya pada sektor kelapa, rumput laut, dan industri pembuatan vaksin pertanian/peternakan.

  • Selain itu, Indonesia memacu ekspansi ekspor untuk komoditas unggulan seperti kelapa, kopi, kakao, dan durian.

Penerapan Teknologi AI, Robotik, dan Perdagangan Komoditas:

  • Pihak Tiongkok menawarkan kerja sama riset terapan menggunakan truk/drone tanpa awak, robot pertanian, dan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk pengawasan operasional lahan.

  • Tiongkok juga mengusulkan pembentukan kelompok kerja (working group) khusus untuk membahas akselerasi rantai pasok komoditas utama Indonesia, meliputi kelapa sawit, kopi, dan kakao.

Riset Penanganan Susu dan Gandum:

  • Mentan Amran turut mengajukan peluang kemitraan perdagangan produk susu guna memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 4 juta ton per tahun, serta kolaborasi riset komoditas gandum guna menekan ketergantungan pasokan impor.

Sinergi hulu-hilir berbasis teknologi modern antara Indonesia dan Tiongkok ini diharapkan dapat memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional sekaligus mengeskalasi nilai tambah produk perkebunan dan agribisnis Indonesia di panggung internasional.

Sumber: rri.co.id

Artikel Terkait