• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Indonesia Miliki 1.135 Koperasi Sawit, Terbanyak di Dunia

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Selain mengukuhkan posisinya sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki koperasi sawit terbanyak dibandingkan negara produsen sawit lainnya. Kementerian Koperasi akan memperluas pengelolaan lahan sawit di bawah koperasi melalui sistem inti-plasma.

“Saat ini, tercatat ada 1.135 koperasi existing yang sudah bergerak di sektor sawit dan akan diintegrasikan dalam ekosistem baru ini,” ujar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di sela-sela penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, Kamis (2/7).

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani, serta disaksikan oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Kusdi Sastro Kidjan, beserta jajaran pimpinan kedua institusi.

Menkop menegaskan bahwa koperasi didorong untuk tidak hanya memiliki kebun, tetapi juga memiliki pabrik pengolahan sendiri.

"Sebuah ironi jika masyarakat petani punya sawit, tapi mereka harus antre minyak goreng. Koperasi adalah instrumen untuk menjadikan tata niaga sawit lebih adil. Kita akan dampingi agar mereka profesional dan mandiri," tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenkop akan meresmikan pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.

Menkop Ferry Juliantono optimistis bahwa keterlibatan koperasi dalam skala industri besar akan meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. Ia menekankan bahwa koperasi saat ini memiliki kapasitas finansial dan pengalaman yang mumpuni.

"Koperasi sekarang masuk ke proses produksi, punya pabrik CPO sendiri, hingga produk turunan seperti minyak goreng atau minyak makan merah yang nantinya dijual kembali di koperasi desa. Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi masyarakat," ungkap Menkop.

Selain itu, Kemenkop ingin membangun model di mana PT Agrinas sebagai inti, dan koperasi-koperasi sawit dikembangkan sebagai mitra plasma. Setidaknya 20 persen dari lahan produktif akan dikelola oleh koperasi.

Artikel Terkait