• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

IEE Engineering Week 2026 Jadi Ajang 1.694 Perusahaan Dorong Transformasi Industri

Jakarta, Sawit Indonesia – Transformasi industri Indonesia memasuki fase yang semakin terintegrasi. Kebutuhan akan efisiensi, teknologi, infrastruktur, hingga ketahanan menghadapi risiko kini tidak lagi dapat dipandang secara terpisah. Tren tersebut tercermin dalam gelaran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan ribuan pelaku industri dari berbagai sektor.

Pekan kedua IEE Series 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, dengan mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”. Ajang ini mempertemukan 1.694 perusahaan dari 34 negara dan kawasan dengan luas area pameran lebih dari 88.000 meter persegi.

Engineering Week 2026 sekaligus menjadi momentum pemanfaatan pertama hall baru JIExpo Kemayoran, yang digunakan untuk mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam membahas kebutuhan transformasi industri di Indonesia.

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan semakin beragamnya sektor yang terlibat menunjukkan kebutuhan industri yang kini semakin saling terhubung.

“Bagi kami Engineering Week, yang membawa tema Sustainability for Industrial Transformation merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berupaya menyediakan platform yang dapat mempertemukan berbagai sektor industri, terlebih manakala kebutuhan antarindustri semakin saling terhubung,” ujar Lia.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menghasilkan kemitraan strategis dan solusi yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

Engineering Week 2026 menghadirkan delapan sektor industri strategis dalam satu rangkaian. Kedelapan sektor tersebut memperlihatkan bagaimana rantai industri saling berkaitan, mulai dari pengelolaan sumber daya dan energi hingga pembangunan infrastruktur dan mitigasi risiko.

Mining Indonesia merepresentasikan sektor pertambangan dan sumber daya. Sementara Oil & Gas Indonesia membawa ekosistem energi dan operasional industri.

Di sektor pengolahan material, GIFA Indonesia & METEC Indonesia menghadirkan teknologi pengecoran, pengolahan logam, dan metalurgi yang berperan dalam meningkatkan nilai tambah material serta mendukung manufaktur.

Sementara itu, Construction Indonesia dan Concrete Show South-east Asia–Indonesia memperkuat aspek pembangunan infrastruktur dan teknologi material konstruksi.

Adapun Water Indonesia menyoroti pengelolaan air dan utilitas. Dimensi ketahanan diperkuat melalui ADEXCO (Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference) yang membawa isu manajemen bencana, keselamatan sipil, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan.

Keterhubungan delapan sektor tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan semakin bergeser dari sekadar agenda lingkungan menjadi bagian dari strategi bisnis dan pembangunan industri.

Pemerintah Dorong Kolaborasi, Bukan Sekadar Kebijakan

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Febrian Alphyanto Ruddyard, menilai tantangan pembangunan saat ini bukan lagi sebatas menciptakan kebijakan atau membentuk lembaga baru.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan berbagai institusi dan pemangku kepentingan dapat bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi.

“Jadi tantangan saat ini bukanlah sekadar menciptakan lebih banyak kebijakan, kerangka kerja, atau lembaga. Elemen-elemen tersebut sudah kita miliki. Tantangannya adalah membuat semuanya bekerja sama,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya informasi terpadu, pembiayaan yang terkoordinasi, serta sistem akuntabilitas bersama untuk membangun ekosistem industri yang lebih efektif.

Kolaborasi menjadi semakin penting ketika industri harus meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing.

Hilirisasi Harus Diikuti Teknologi dan Efisiensi

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan agenda hilirisasi membutuhkan dukungan teknologi, infrastruktur, dan efisiensi.

Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya meningkatkan volume produksi. Potensi sumber daya alam harus diolah menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

“Transformasi industri Indonesia perlu didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan yang disertai dengan penguatan teknologi, infrastruktur, dan efisiensi,” kata Yuliot.

Ia menambahkan, pengembangan industri ke depan harus diarahkan untuk memperkuat rantai nilai sekaligus meningkatkan daya saing dan memastikan pemanfaatan sumber daya berlangsung secara berkelanjutan.

Dengan demikian, keberlanjutan tidak lagi berdiri sebagai agenda tersendiri. Efisiensi energi dan material, produktivitas, keselamatan kerja, pengelolaan air, pemanfaatan sumber daya, hingga kemampuan menghadapi risikoIEE Series – Engineering Week 2026 juga menjadi ruang pertukaran gagasan melalui berbagai forum yang menghad menjadi bagian dari kebutuhan bisnis industri.

Tak Hanya Pameran, Ada Forum Strategis

IEE Series – Engineering Week 2026 juga menjadi ruang pertukaran gagasan melalui berbagai forum yang menghadirkan pemimpin industri dan pemangku kepentingan.

Di sektor utilitas, Indonesia Water Forum (IWF) 2026 yang diselenggarakan PERPAMSI membahas arah tata kelola air minum untuk mendukung swasembada air menuju Indonesia Emas 2045. Forum tersebut juga membahas transformasi tata kelola air minum dan air limbah di Indonesia.

Sementara dari sisi ketahanan, ADEXCO dan The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 menghadirkan perspektif mengenai bagaimana industri dan pemerintah membangun kemampuan menghadapi risiko.

GFSR 2026 mempertemukan pemerintah, sektor swasta, akademisi, organisasi internasional, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ketahanan berkelanjutan.

Adapun ADEXCO berfokus pada pengelolaan bencana, perlindungan sipil, mitigasi, dan pemulihan.

Rangkaian tersebut memperlihatkan arah baru transformasi industri: bukan semata mengejar kapasitas produksi, tetapi membangun ekosistem yang mampu tumbuh secara efisien, kompetitif, berkelanjutan, sekaligus tangguh menghadapi berbagai risiko.

Artikel Terkait