• Kamis, 1 Oktober 2026
Sajian Utama

IAT Solusi Uji Kualitas Sawit

IAT Technology Pte. Ltd menawarkan terobosan inovasi untuk menguji kualitas minyak dan buah sawit beserta produk sampingannya. Teknologi ini memiliki akurasi tinggi dan real-time data yang dapat dihasilkan di bawah dua menit.

Sektor industri sawit yang menjadi sektor unggulan Indonesia terus mendapatkan support dari berbagai pihak. Seperti diketahui, sektor sawit tidak hanya menyumbangkan peran pada industri makanan melainkan sektor biofuel (biodiesel) dan industril ain, seperti kosmetik dan lainnya.

IAT Technology Pte. Ltd, perusahaan asal Singapura, sebagai penyedia terkemuka produk dan layananan alisis Near-Infrared (NIR) profesional yang berintegrasi dan berkomitmen mengimplementasikan riset serta pengembangan.

Di sektor industri sawit, IAT menawarkan alat pendeteksi kualitas sawit mulai dari buah/Tandan Buah Segar berupa FFB, EFB, CPO/PKO, Sludge, biji sawit, bungkil biji sawit, dan limbah produksi. Alat pendeteksi ini adalah IAS-6100 dengan desain khusus, ringkas dan portabel sehingga mempermudah pengujian serta sifatnya fleksibel untuk dibawa keberbagai lokasi mulai dari kantor, lokasi produksi, laboratorium, dan kebun.

Indonesia Sales Manager IAT (Singapore) Technology Pte.Ltd, Edi Hariyanto menyampaikan sejak tahun ini pihaknya mulai masuk (menawarkan) produk kesektor industri sawit.

“Sebelum memutuskan masuk kesektor sawit, kami sudah melakukan riset yang cukup panjang dalam menentukan parameter. Dengan tenaga riset yang ada dan berpengalaman akurasi analisasi dari alat IAS-6100 di atas 95%. Apa lagi telah dilakukan kalibrasi bisa mendekati 100%,” ujarnya, saat ditemui di sela-sela acara IPOC 2024, di Nusa Dua – Bali, beberapa waktu lalu.

“Jadi yang kami tawarkan melalui alat IAT (IAS-6100), yang mampu mendeteksi dengan waktu yang relatif cepat dan akurat. Sehingga membantu dengan cepat untuk pengambilan Keputusan pada level manajemen,” imbuh Edi.

Dari informasi yang dihimpun tim Redaksi Majalah Sawit Indonesia, hingga saat ini sudah hampir 25 perusahaan yang menggunakan alat ini (IAS-6100). Dengan hasil akurasi tinggi dan mampu menekan cost yang tinggi menjadi pilihan owner, sebab akan cepat mengambil keputusan jika menggunakan alat dari IAT (IAS-6100). Dan sejak tahun 2017 telah terjual lebihdari 12.000 unit untuk keperluan berbagai industri seperti pangan, pakan ternak, makanan dan lain lain di berbagai negara.

Dikutip dari situs perusahaan https://id.iat-tech.com/, produk IAS-6100 secara khusus dirancang untuk memenuhi tantangan lingkungan yang kompleks dan bervariasi di Asia Selatan dan Tenggara. Dilengkapi dengan mesin spektral baru, teknologi pemindai anmikro cermin digital DMD, dan papan sirkuit serta algoritma generasi berikutnya yang ditingkatkan.

IAS-6100 menawarkan kemampuan anti-interferensi yang ditingkatkan, memastikan pengoperasian yang stabil dan andal dalam berbagai pengaturan. Model bawaan telah ditingkatkan secara komprehensif, dengan penambahan aplikasi untuk industri minyak sawit. Alat ini dapat mendeteksi asam lemak bebas, kadar air, DOBI, kandungan minyak, dan parameter penting lainnya dalam minyak sawit mentah, biji sawit, bungkil biji sawit, dan limbah produksi.

Desainnya yang ringkas dan portabel memungkinkan pengujian yang fleksibel di berbagai lokasi, termasuk kantor, lokasi produksi, laboratorium, dan bahkan di lapangan.

IAS-6100 berpusat pada pengguna, menawarkan pengalaman baru dalam interaksi cerdas. Dilengkapi layar sentuh kelas industri 7 inci yang memungkinkan deteksi cerdas sekali sentuh, membuat pengoperasian lebih mudah dan cepat. Mampu melakukan pengujian partikel kecil, bubuk, strip, dan pasta secara cepat dan tidak merusak, alat ini menyediakan beberapa indikator dengan sekali sentuh tombol, memastikan kontrol kualitas yang lebih tepat dan efisien.

Lebih lanjut, Edi mengungkapkan pengaplikasian alat dari IAT (IAS-6100) di pengolahan kelapa sawit (Pabrik Kelapa Sawit/PKS) bisa untuk pengujian dari awal, mulai dari TBS hingga limbahnya.

“Jadi, dengan alat ini (IAS-6100) bisa mengecek seluruh proses yang ada di PKS, bahkan bisa untuk mengecek lossis yang ada pada limbah lumpur,” lanjutnya.

Dengan pengalaman yang dimiliki pihak IAT melihat peluang yang cukup besar untuk masuk kesektor sawit. Dari data yang dihimpun IAT, jumlah pabrik sawit di Indonesia yang mencapai 1200-an, menjadi pangsa pasar yang besar untuk mengenalkan alat IAT.

“Saat ini, mungkin baru 20% pabrik sawit yang sudah mengggunakan alat serupa, masih ada pangsa pasar 80% yang menjadi peluang kami untuk mengenalkan alat dari IAT,” kata Edi.

“Di sisilain, dengan pengalaman yang dimiliki kami ingin berkontribusi pada sektor sawit. Selama ini di sektor sawit dalam melakukan pengecekan dan analisasi masih menggunakan alat konvensional, yang memungkinkan terjadi human error. Hasil penulisan data, hasil pengamatan sangat dipengaruhi oleh analiser. Tetapi dengan alat ini, akan mendapatkan konsisitensi hasil,” imbuhnya.

Keunggulan IAS-6100

IAS-6100 memiliki banyak keunggulan yang dapat mendukung kebutuhan pelaku industri sawit. Yaitu, Stabil dan Tahan Lama yang dibuat dengan teknologi pemrosesan MEMS yang canggih dan teknik perakitan mikro tingkat militer. Alat ini menawarkan ketahanan yang lebih kuat terhadap suhu tinggi dan masa pakai yang lebih lama.

Kompak dan Portabel; dirancang agar ringan dan portabel, secara fleksibel beradaptasi dengan berbagai skenario penggunaan.

Efisien dan Tepat; Spektroskopi inframerah dekat menawarkan pengujian yang cepat, tidak merusak, dan berpresisi tinggi, serta memastikan data akurat.

Aplikasi Multi-Industri; berlaku dalam industri minyak sawit, pakan, makanan, tepung, dan Baijiu, memberikan hasil pengujian yang cepat dan komprehensif.

Operasi Sederhana; dilengkapi antar muka yang mudah digunakan dan desain yang sangat otomatis, alat ini mengurangi intervensi manual dan meningkatkan efisiensi deteksi.

Ramah Lingkungan dan HematEnergi; tidak diperlukan pra-perlakuan sampel, mengurangi penggunaan reagen kimia dan mendukung produksi hijau.

Dengan beberap afitur yang disematkan pada IAS-6100, pihak IAT ingin menawarkan dan memberikan solusi di industri sawit yang kerap dihadapi dan menjadi tantangan.

“Selain fitur-fitur yang ada, IAS-6100 mempunyai beberapa keunggulan. Dari sisi efisiensi waktu, jika menggunakan alat-alat yang ada di laboratorium membutuhkan waktu relatif lama. Misalnya, saat kita menentukan kadar minyak (oil content) di laboratorium biasanya membutuhkan waktu 15 - 16 jam. Namun dengan alat dari IAT (IAS-6100) hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 menit sudah ada hasilnya,” ungkap Edi.

Edi menambahkan dengan satu sample bisa melakukan multianalisis. Sementara, pada proses manual (di lab) satu alat, satu sample dan satu analisa. tetapi dengan alat IAS 6100, satu alat bisa multi parameter.

“Misalnya kita uji CPO, bisa melihat hasil DOBI, kadar lemah jenuh dan kadar air. contoh lain kita uji FFB, kadar air dan Kadar minyaknya juga bisa terdeteksi dalam sekali analisa. Jadi dengan menggunakan alat dari IAT (IAS-6100), satu sample bisa mendapatkan beberapa parameter, tetapi jika menggunakan alat manual di lab, satu sample menggunakan satu alat, sample lain menggunakan alat yang berbeda jadi kurang efektif, maka kebenarannya juga akan berbeda,” sambung Edi.

Keunggulan lain, tidak menggunakan bahan kimia apapun. Jadi tidak merusak dan mencemari sample. Sementara, dari sisi analiser juga relatif aman. Sample yang tidak dicampur bahan kimia juga bisa digunakan untuk sample lain dalam menganalisa parameter lainnya.

Keunggulan berikutnya yaitu alat IAT portable. Disematkan baterai yang dapat diisiulang (cash), dapat dibawa kelapangan (lokasi) tanpa harus mencari sumber listrik. kapasitas baterai dapat digunakan full (2 jam). Sangat efektif jika harus uji coba di lapangan. Misalnya maucek TBS, rendemen dan membeli bahan baku (CPO) bisa langsung cek. Hasilnya real time, saat ini sample dicek tanpa menunggu lama hasilnya bisa didapat.

“Selama ini, kalau mau mengecek kandungan CPO harus kelaboratorium yang hasilnya bisa 2 - 3 hari baru mendapatkan hasilnya. Sedangkan dengan alat IAT hasilnya bisa real time dengan waktu relatif cepat. Alat IAT (IAS-6100) dari sisi produk multifungsi, bisa mencapai 8 sample bisa diuji, sedangkan untuk sample CPO bisa mendapatkan 3 parameter. alat ini bisa digunakan untuk sample cair, butiran dan padat,” jelas Edi menegaskan.

Layanan Penjualan

IAT terus aktif memperkenalkan produk IAS-6100 yang telah memiliki jaringan di beberapa wilayah sentra sawit di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan Barat, akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Dijelaskan Edi, pihaknya saat ini mempunyai partner di Indonesia, salah satunya asosiasi petani sawit (ASPEKPIR/Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat).

“Bahkan kami sudah melakukan MoU dengan ASPEKPIR yang sudah memiliki relasi perusahaan-perusahaan sawit. Ini akan memudahkan kami dalam melakukan penjualan. Dengan MoU tersebut, kami akan melebarkan jangkauan dan penetrasi pasar,” jelasnya.

Selain itu, kata Edi pihaknya juga akan gandeng distributor alat berat dan mesin pertanian untuk melebarkan jangkauan target pasar. Kami juga memiliki Sales Engineering (SE) di masing-masing provinsi. Untuk saat ini, kami masih fokus di Sumatera, dengan 6 SE dan ada 1 SE di Kalimantan Barat.

“Para SE ini akan melakukan kunjungan ke PKS - PKS untuk melakukan demo. Selain itu kami juga bekerjasama dengan dinas terkait di level provinsi untuk mengadakan seminar mengundang perwakilan dari manajemen PKS, GAPKI dan APKASINDO untuk sama - sama mengenal dan memahami alat dari IAT, untuk menganalisa sawit sesuai dengan kebutuhannya,” pungkas Edi. Dalam waktu dekat pihak IAT akan melaksanakan seminar di Medan, bekerjasama dengan Disbun Medan, Riau dan Palembang, pada November dan Desember ini. Selain itu, IAT juga membangun komunikasi dengan pihak Ditjen Perkebunan melalui kerjasama dengan Direktorat perbenihan Kementerian Pertanian dalam seminar di Bogor, untuk menguji benih perkebunan.

Artikel Terkait